{"id":186110,"date":"2026-05-20T09:06:13","date_gmt":"2026-05-20T01:06:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=186110"},"modified":"2026-05-20T09:06:48","modified_gmt":"2026-05-20T01:06:48","slug":"pemda-ppu-soroti-aktivitas-kapal-dan-dugaan-pencemaran-teluk-balikpapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemda-ppu-soroti-aktivitas-kapal-dan-dugaan-pencemaran-teluk-balikpapan\/","title":{"rendered":"Pemda PPU Soroti Aktivitas Kapal dan Dugaan Pencemaran Teluk Balikpapan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab PPU mendorong peninjauan lapangan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan dugaan pencemaran serta dampak aktivitas kapal terhadap wilayah tangkap nelayan Jenebora.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PENAJAM PASER UTARA<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menindaklanjuti keresahan nelayan Jenebora terkait padatnya aktivitas kapal dan dugaan pencemaran perairan yang dinilai berdampak terhadap wilayah tangkap masyarakat pesisir di kawasan Teluk Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Alimuddin, Pemkab PPU menghadiri diskusi bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan di Ruang Rapat Borneo KSOP Balikpapan, Selasa (19\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Forum tersebut mempertemukan sejumlah pihak, mulai dari KSOP Kelas I Balikpapan, Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Balikpapan, Aliansi Masyarakat Nelayan Jenebora, perusahaan pemilik Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), asosiasi pelayaran, hingga unsur pemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertemuan itu digelar setelah nelayan menyampaikan keluhan mengenai semakin padatnya aktivitas kapal di sekitar wilayah tangkap tradisional serta dugaan pencemaran di perairan Jenebora dan Teluk Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-186151\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6080098469390520955.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6080098469390520955.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6080098469390520955-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6080098469390520955-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6080098469390520955-768x512.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6080098469390520955-310x205.jpg 310w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Weku Frederik Karuntu mengatakan persoalan di wilayah perairan tidak bisa diselesaikan sepihak karena menyangkut kewenangan lintas sektor dan kepentingan banyak pihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cForum ini menjadi ruang untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus memperjelas kewenangan masing-masing pihak agar persoalan dapat dibahas bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, nelayan berharap forum tersebut tidak berhenti sebatas diskusi administratif. Mereka meminta adanya pengawasan lebih tegas terhadap kapal yang berlabuh di luar titik yang telah ditentukan, termasuk tindak lanjut serius terhadap dugaan pencemaran yang disebut mulai memengaruhi hasil tangkapan nelayan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Staf Ahli Bupati PPU Alimuddin mengakui pemerintah daerah telah menerima laporan masyarakat terkait dugaan dampak aktivitas pelayaran terhadap ruang hidup nelayan. Menurutnya, Pemkab PPU tidak ingin aspirasi masyarakat berhenti pada tataran laporan tanpa tindak lanjut nyata di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemerintah daerah hadir untuk memastikan laporan masyarakat didengar dan ditindaklanjuti. Karena kegiatan di laut melibatkan kewenangan lintas sektor, maka komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi langkah awal yang harus ditempuh,\u201d kata Alimuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, Pemkab PPU akan mendorong peninjauan lapangan dan identifikasi bersama perangkat daerah terkait untuk memastikan apakah dugaan pencemaran benar terjadi serta sejauh mana dampaknya terhadap biota laut, mangrove, dan mata pencaharian nelayan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Alimuddin, proses penyelesaian harus berbasis data agar tidak berhenti pada asumsi ataupun saling menyalahkan antarpihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita perlu memastikan fakta lapangannya. Kalau memang ditemukan pencemaran atau dampak terhadap masyarakat nelayan, tentu harus dicari solusi bersama. Aktivitas perusahaan dan pelayaran tidak boleh menghilangkan ruang hidup masyarakat pesisir,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam diskusi itu, nelayan Jenebora juga menyoroti kekhawatiran semakin sempitnya ruang tangkap akibat meningkatnya aktivitas labuh kapal di kawasan Teluk Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka meminta pemerintah dan otoritas pelabuhan tidak hanya berfokus pada kelancaran arus pelayaran, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan pencemaran yang disampaikan masyarakat. Namun, pertemuan tersebut menjadi sinyal awal bahwa persoalan di perairan Jenebora mulai mendapat perhatian lintas instansi dan memerlukan kajian lebih mendalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab PPU memastikan koordinasi lanjutan akan terus dilakukan bersama instansi teknis dan otoritas terkait agar persoalan aktivitas kapal, pengawasan daerah labuh, serta perlindungan wilayah tangkap nelayan dapat ditangani lebih konkret. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab PPU mendorong peninjauan lapangan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan dugaan pencemaran serta dampak aktivitas kapal terhadap wilayah tangkap nelayan Jenebora. PENAJAM PASER UTARA &#8211; Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menindaklanjuti keresahan nelayan Jenebora terkait padatnya aktivitas kapal dan dugaan pencemaran perairan yang dinilai berdampak terhadap wilayah tangkap masyarakat pesisir di kawasan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":186150,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[29119,53,29118,14567,26279,29117,9600,9514,859,29123,29121,915,29122,29124,29120],"class_list":["post-186110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-aktivitas-kapal","tag-alimuddin","tag-dugaan-pencemaran","tag-ksop-balikpapan","tag-masyarakat-pesisir","tag-nelayan-jenebora","tag-pemkab-ppu","tag-penajam-paser-utara","tag-pencemaran-laut","tag-ruang-tangkap-nelayan","tag-satwas-sdkp-balikpapan","tag-teluk-balikpapan","tag-tuks","tag-weku-frederik-karuntu","tag-wilayah-tangkap-nelayan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186110"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186110\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186153,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186110\/revisions\/186153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}