{"id":186119,"date":"2026-05-19T21:48:55","date_gmt":"2026-05-19T13:48:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=186119"},"modified":"2026-05-19T21:48:55","modified_gmt":"2026-05-19T13:48:55","slug":"korea-utara-resmi-hapus-target-reunifikasi-dengan-korea-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/korea-utara-resmi-hapus-target-reunifikasi-dengan-korea-selatan\/","title":{"rendered":"Korea Utara Resmi Hapus Target Reunifikasi dengan Korea Selatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2205\" data-end=\"2353\"><em>Korea Utara menghapus target reunifikasi dan resmi menyebut Korea Selatan sebagai negara musuh dalam perubahan konstitusi terbaru.<\/em><\/p>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"323\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">PYONGYANG<\/strong> &#8211; Pemerintah Korea Utara resmi mengubah konstitusi negara dengan menghapus target reunifikasi bersama Korea Selatan serta menetapkan Seoul sebagai \u201cnegara musuh\u201d. Langkah tersebut menandai perubahan besar arah politik Pyongyang terhadap hubungan antar-Korea yang selama puluhan tahun dibayangi konflik perang.<\/p>\n<p data-start=\"325\" data-end=\"557\">Amandemen konstitusi itu juga menghapus konsep identitas nasional Korea yang sama antara Korea Utara dan Korea Selatan. Kebijakan tersebut mempertegas sikap konfrontatif Pyongyang di tengah hubungan kedua negara yang terus memburuk.<\/p>\n<p data-start=\"559\" data-end=\"833\">Perubahan itu sebelumnya telah disampaikan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dalam Sidang Majelis Rakyat Tertinggi pada Maret lalu. Keputusan tersebut dinilai menjadi titik balik kebijakan Korea Utara yang selama ini masih mempertahankan narasi penyatuan Semenanjung Korea.<\/p>\n<p data-start=\"835\" data-end=\"1069\">Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berada dalam status perang sejak gencatan senjata pada 1953 menghentikan pertempuran Perang Korea. Namun, hingga kini belum ada perjanjian damai resmi yang mengakhiri konflik tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"1071\" data-end=\"1358\">\u201cAmandemen konstitusi Korea Utara tersebut secara efektif menghapus rujukan tentang penyatuan kembali dengan Korea Selatan serta konsep identitas nasional Korea yang sama, dan secara resmi menggambarkan Seoul sebagai &#8220;negara musuh&#8221;,\u201d sebagaimana dilansir Detik pada Selasa, (19\/05\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"1360\" data-end=\"1537\">Perubahan konstitusi tersebut diperkirakan akan memperburuk hubungan diplomatik di kawasan Asia Timur serta meningkatkan ketegangan politik dan keamanan di Semenanjung Korea. []\n<p data-start=\"1539\" data-end=\"1569\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korea Utara menghapus target reunifikasi dan resmi menyebut Korea Selatan sebagai negara musuh dalam perubahan konstitusi terbaru. PYONGYANG &#8211; Pemerintah Korea Utara resmi mengubah konstitusi negara dengan menghapus target reunifikasi bersama Korea Selatan serta menetapkan Seoul sebagai \u201cnegara musuh\u201d. Langkah tersebut menandai perubahan besar arah politik Pyongyang terhadap hubungan antar-Korea yang selama puluhan tahun dibayangi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":186120,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[29081,8826,29077,8570,8509,29079,11861,29078,29080,9835],"class_list":["post-186119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-hubungan-antar-korea","tag-kim-jong-un","tag-konstitusi-korea-utara","tag-korea-selatan","tag-korea-utara","tag-negara-musuh","tag-pyongyang","tag-reunifikasi-korea","tag-semenanjung-korea","tag-seoul"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186121,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186119\/revisions\/186121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}