{"id":186446,"date":"2026-05-21T18:02:42","date_gmt":"2026-05-21T10:02:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=186446"},"modified":"2026-05-21T18:54:20","modified_gmt":"2026-05-21T10:54:20","slug":"diaspora-indonesia-tolak-rencana-australia-pangkas-bantuan-sosial-pr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/diaspora-indonesia-tolak-rencana-australia-pangkas-bantuan-sosial-pr\/","title":{"rendered":"Diaspora Indonesia Tolak Rencana Australia Pangkas Bantuan Sosial PR"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3392\" data-end=\"3606\"><em>Usulan Koalisi oposisi Australia membatasi akses layanan kesejahteraan sosial bagi penduduk tetap menuai penolakan dari diaspora Indonesia karena dinilai berdampak pada keluarga migran dan anak berkebutuhan khusus.<\/em><\/p>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"374\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"11\">JAKARTA<\/strong> &#8211; Usulan Koalisi oposisi Australia untuk membatasi akses layanan kesejahteraan sosial bagi penduduk tetap atau <em data-start=\"123\" data-end=\"143\">permanent resident<\/em> (PR) memicu penolakan dari diaspora Indonesia di Negeri Kanguru. Kebijakan itu dinilai berpotensi memberatkan keluarga migran yang selama ini bergantung pada bantuan sosial, khususnya bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus.<\/p>\n<p data-start=\"376\" data-end=\"691\">Koalisi yang terdiri dari Partai Liberal dan Partai Nasional Australia mengusulkan pembatasan akses terhadap sedikitnya 17 layanan sosial, termasuk <em data-start=\"524\" data-end=\"562\">National Disability Insurance Scheme<\/em> (NDIS), tunjangan pengasuh, dan cuti orang tua. Usulan tersebut hanya akan memberikan akses penuh kepada warga negara Australia.<\/p>\n<p data-start=\"693\" data-end=\"828\">Pemimpin oposisi Australia, Angus Taylor, mengatakan layanan kesejahteraan sosial seharusnya diprioritaskan bagi warga negara setempat.<\/p>\n<p data-start=\"830\" data-end=\"958\">&#8220;Jika Anda bukan warga negara Australia, Anda tidak mendapatkan hak istimewa sebagai warga negara Australia,&#8221; kata Angus Taylor.<\/p>\n<p data-start=\"960\" data-end=\"1035\">&#8220;Ketika Anda berkomitmen pada negara ini, kami akan berkomitmen pada Anda.&#8221;<\/p>\n<p data-start=\"1037\" data-end=\"1265\">Menurut Angus, kebijakan tersebut diproyeksikan mampu menghemat anggaran hingga miliaran dolar Australia dalam beberapa tahun mendatang. Namun, rincian perhitungan anggaran baru akan diumumkan menjelang pemilihan umum Australia.<\/p>\n<p data-start=\"1267\" data-end=\"1567\">Salah seorang diaspora Indonesia di Melbourne, Nila Halim, mengaku keberatan dengan rencana tersebut karena bantuan sosial sangat membantu keluarganya. Nila yang kini berstatus PR dan memiliki empat anak di bawah usia 18 tahun mengandalkan sejumlah program bantuan keluarga dari pemerintah Australia.<\/p>\n<p data-start=\"1569\" data-end=\"1694\">Saat pertama kali tinggal di Australia dan belum memperoleh status PR, Nila mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"1696\" data-end=\"1841\">&#8220;Saya harus mengumpulkan koin dari saku celana suami hanya untuk membeli camilan,&#8221; ujarnya sebagaimana diberitakan Detikcom, Selasa (20\/05\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"1843\" data-end=\"2126\">Setelah memperoleh status PR, Nila menerima <em data-start=\"1887\" data-end=\"1907\">Family Tax Benefit<\/em> atau tunjangan pajak keluarga untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Ia juga mendapat bantuan melalui NDIS dan <em data-start=\"2020\" data-end=\"2037\">carer allowance<\/em> atau tunjangan pengasuh untuk merawat salah satu anaknya yang mengalami <em data-start=\"2110\" data-end=\"2125\">down syndrome<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"2128\" data-end=\"2353\">Melalui program NDIS, Nila menerima bantuan sebesar 50 ribu dolar Australia untuk dua tahun atau sekitar 25 ribu dolar Australia per tahun. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan terapi dan pendampingan anaknya.<\/p>\n<p data-start=\"2355\" data-end=\"2580\">Rencana pembatasan akses layanan sosial ini menjadi sorotan karena dinilai dapat memengaruhi kehidupan ribuan penduduk tetap di Australia, termasuk diaspora Indonesia yang telah lama menetap dan bekerja di negara tersebut. []\n<p data-start=\"2355\" data-end=\"2580\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Usulan Koalisi oposisi Australia membatasi akses layanan kesejahteraan sosial bagi penduduk tetap menuai penolakan dari diaspora Indonesia karena dinilai berdampak pada keluarga migran dan anak berkebutuhan khusus. JAKARTA &#8211; Usulan Koalisi oposisi Australia untuk membatasi akses layanan kesejahteraan sosial bagi penduduk tetap atau permanent resident (PR) memicu penolakan dari diaspora Indonesia di Negeri Kanguru. Kebijakan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":186482,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[29607,1586,29608,18950,20479,23486,29610,26096,29606,29611,29612,29613,29605,29614,29609],"class_list":["post-186446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-angus-taylor","tag-australia","tag-bantuan-sosial-australia","tag-detikcom","tag-diaspora-indonesia","tag-down-syndrome","tag-family-tax-benefit","tag-melbourne","tag-ndis-australia","tag-oposisi-australia","tag-partai-liberal-australia","tag-partai-nasional-australia","tag-permanent-resident-australia","tag-tunjangan-pengasuh-australia","tag-wni-di-australia"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186473,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186446\/revisions\/186473"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}