{"id":186507,"date":"2026-05-21T20:43:16","date_gmt":"2026-05-21T12:43:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=186507"},"modified":"2026-05-21T20:43:16","modified_gmt":"2026-05-21T12:43:16","slug":"gerakan-partai-kecoak-viral-jutaan-anak-muda-india-bersatu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gerakan-partai-kecoak-viral-jutaan-anak-muda-india-bersatu\/","title":{"rendered":"Gerakan Partai Kecoak Viral, Jutaan Anak Muda India Bersatu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3312\" data-end=\"3481\"><em>Gerakan Cockroach Janata Party viral di India setelah jutaan pengguna media sosial merespons pernyataan kontroversial Ketua Mahkamah Agung India tentang generasi muda.<\/em><\/p>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"389\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">NEW DELHI<\/strong> &#8211; Fenomena gerakan digital bertajuk <em data-start=\"50\" data-end=\"74\">Cockroach Janata Party<\/em> atau Partai Rakyat Kecoak mendadak viral di India setelah akun Instagram gerakan tersebut meraih jutaan pengikut hanya dalam hitungan jam. Gelombang dukungan itu muncul sebagai bentuk respons kaum muda terhadap pernyataan Ketua Mahkamah Agung India yang menyamakan sebagian generasi muda dengan kecoak dan parasit.<\/p>\n<p data-start=\"391\" data-end=\"595\">Pada Selasa (19\/05\/2026) malam, akun Instagram <em data-start=\"438\" data-end=\"462\">Cockroach Janata Party<\/em> tercatat memiliki sekitar satu juta pengikut. Namun, jumlah itu melonjak menjadi lebih dari empat juta pengikut dalam waktu singkat.<\/p>\n<p data-start=\"597\" data-end=\"881\">Gerakan tersebut bermula dari pernyataan Ketua Mahkamah Agung India dalam sidang terkait kasus ijazah palsu pada 15 Mei 2026. Dalam sidang itu, ia mengkritik sebagian anak muda India yang dinilai tidak memiliki pekerjaan dan menyerang berbagai pihak melalui media maupun media sosial.<\/p>\n<p data-start=\"883\" data-end=\"1151\">&#8220;Ada anak-anak muda seperti kecoak yang tidak mendapatkan pekerjaan&#8230; beberapa dari mereka menjadi media, beberapa menjadi media sosial, beberapa aktivis RTI (<em data-start=\"1043\" data-end=\"1065\">Right to Information<\/em> atau Keterbukaan Informasi Publik), dan mereka mulai menyerang semua orang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p data-start=\"1153\" data-end=\"1354\">Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi luas di media sosial. Abhijeet Dipke yang menjadi pendiri sekaligus Ketua Partai Rakyat Kecoak memanfaatkan momentum itu dengan menggalang solidaritas daring.<\/p>\n<p data-start=\"1356\" data-end=\"1403\">&#8220;Bagaimana jika semua kecoak bersatu?&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"1405\" data-end=\"1693\">Di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan X, para pengguna mulai membagikan <em data-start=\"1495\" data-end=\"1501\">meme<\/em> dan unggahan yang menyebut diri mereka sebagai &#8220;kecoak&#8221;. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh oposisi India dan mantan pegawai negeri yang menyatakan ketertarikan bergabung secara daring.<\/p>\n<p data-start=\"1695\" data-end=\"1877\">Meski gerakan tersebut berkembang pesat, Dipke menegaskan bahwa aksi itu tidak diarahkan untuk menggulingkan pemerintahan seperti yang pernah terjadi di sejumlah negara Asia Selatan.<\/p>\n<p data-start=\"1879\" data-end=\"2296\">&#8220;Izinkan saya untuk menegaskan hal ini. Jangan menghina atau meremehkan Generasi Z di India dengan membuat perbandingan semacam itu. Kaum muda di negara ini jauh lebih matang, sadar, dan memiliki kesadaran politik yang lebih tinggi daripada apa yang diperkirakan banyak orang. Mereka memahami hak-hak konstitusional mereka dan akan menyuarakan ketidaksetujuan mereka melalui cara-cara damai dan demokratis,&#8221; tulisnya.<\/p>\n<p data-start=\"2298\" data-end=\"2557\">Fenomena gerakan digital tersebut sebagaimana diberitakan Detikcom, Rabu (21\/05\/2026), menunjukkan kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk solidaritas politik generasi muda di India sekaligus menjadi kritik terhadap pandangan elit terhadap anak muda. []\n<p data-start=\"2559\" data-end=\"2589\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gerakan Cockroach Janata Party viral di India setelah jutaan pengguna media sosial merespons pernyataan kontroversial Ketua Mahkamah Agung India tentang generasi muda. NEW DELHI &#8211; Fenomena gerakan digital bertajuk Cockroach Janata Party atau Partai Rakyat Kecoak mendadak viral di India setelah akun Instagram gerakan tersebut meraih jutaan pengikut hanya dalam hitungan jam. Gelombang dukungan itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":186508,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[29652,29650,18950,29653,29657,1655,23061,29654,29655,9786,29651,29658,29656,8342],"class_list":["post-186507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-abhijeet-dipke","tag-cockroach-janata-party","tag-detikcom","tag-generasi-z-india","tag-gerakan-digital","tag-india","tag-instagram","tag-mahkamah-agung-india","tag-media-sosial-india","tag-new-delhi","tag-partai-rakyat-kecoak","tag-politik-india","tag-rti-india","tag-x"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186507"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186509,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186507\/revisions\/186509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}