{"id":186568,"date":"2026-05-22T14:24:39","date_gmt":"2026-05-22T06:24:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=186568"},"modified":"2026-05-22T14:40:41","modified_gmt":"2026-05-22T06:40:41","slug":"ditinggal-antar-anak-sekolah-rumah-warga-kapuas-hulu-terbakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ditinggal-antar-anak-sekolah-rumah-warga-kapuas-hulu-terbakar\/","title":{"rendered":"Ditinggal Antar Anak Sekolah, Rumah Warga Kapuas Hulu Terbakar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Rumah milik Putri Hidayah di Desa Nanga Yen hangus terbakar saat ditinggal mengantar anak ke sekolah, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KAPUAS HULU<\/strong> &#8211; Kebakaran rumah di Dusun Karya Bhakti 2, Rukun Tetangga (RT) 06 Rukun Warga (RW) 03, Desa Nanga Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu (Kapuas Hulu), Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (21\/05\/2026), menjadi peringatan bagi warga agar memastikan keamanan dapur dan aliran listrik sebelum meninggalkan rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) itu menghanguskan rumah milik Putri Hidayah. Saat kejadian, korban sedang pergi mengantarkan anaknya ke sekolah dengan berjalan kaki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya pergi antar anak sekolah sekitar pukul 08.00 WIB, berjalan kaki, sekitar 09.35 WIB, saya mendapatkan informasi dari warga bahwa rumah terbakar,&#8221; ujarnya kepada Tribun Pontianak, sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Kamis, (21\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendapat kabar tersebut, Putri langsung berlari menuju rumahnya. Namun, setibanya di lokasi, bangunan tempat tinggalnya sudah dilalap api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat tiba di lokasi kejadian, saya lihat betul, rumah dalam keadaan dilalap api,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada barang berharga yang berhasil diselamatkan dari rumah berukuran sekitar 6 x 12 meter tersebut. Korban hanya bisa pasrah karena seluruh harta benda di dalam rumah hangus terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Nanga Yen Sardikas, yang menjadi saksi mata, mengatakan kebakaran diketahui saat ia melintas di depan rumah korban dalam perjalanan menuju Nanga Taman. Saat itu, ia melihat warga panik dan meminta bantuan untuk memadamkan api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya melihat asap tebal berasal dari bagian belakang rumah tepatnya area dapur. Terus kami berupaya masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu depan yang dalam keadaan terkunci,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah pintu berhasil dibuka, api diketahui sudah membesar dan merambat hingga ke ruang tamu. Warga kemudian berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami hanya bisa melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya, berupa dua unit mesin robin dan dua unit zet pump,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sardikas menjelaskan, kobaran api baru dapat dipadamkan setelah pukul 10.30 WIB. Upaya warga itu membuat api tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Hulu Gurung Haryono menyampaikan, dugaan sementara penyebab kebakaran berdasarkan keterangan awal di lapangan adalah kebocoran tabung gas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun bangunan rumah berukuran sekitar 6 x 12 meter dengan konstruksi papan pada bagian dinding, tiang, atap, dan lantai mengalami kerusakan berat akibat terbakar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Haryono menyebut rumah tersebut mengalami kerusakan berat karena sebagian besar konstruksinya berbahan papan, mulai dari dinding, tiang, atap, hingga lantai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Korban telah mengalami kerugian sekitar mencapai sekitar Rp100 juta, dimana tidak bisa diselamatkan harta benda korban di rumah tersebut,&#8221; semuanya hangus terbakar,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Hulu Gurung mengimbau masyarakat agar lebih waspada sebelum meninggalkan rumah, terutama terhadap potensi kebakaran dari dapur dan instalasi listrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Cek dulu aliran listrik, dan dapur, apabila ada yang dianggap rawan kebakaran segera di tangani dengan cepat,&#8221; ungkapnya. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah milik Putri Hidayah di Desa Nanga Yen hangus terbakar saat ditinggal mengantar anak ke sekolah, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. KAPUAS HULU &#8211; Kebakaran rumah di Dusun Karya Bhakti 2, Rukun Tetangga (RT) 06 Rukun Warga (RW) 03, Desa Nanga Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu (Kapuas Hulu), Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":186614,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,28],"tags":[29788,29792,183,29791,188,29795,12948,29789,29796,29790,13029,29793,29794,25495],"class_list":["post-186568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-desa-nanga-yen","tag-haryono","tag-kalbar","tag-kapolsek-hulu-gurung","tag-kapuas-hulu","tag-kebakaran-kapuas-hulu","tag-kebakaran-rumah","tag-kecamatan-hulu-gurung","tag-kerugian-rp100-juta","tag-putri-hidayah","tag-rumah-terbakar","tag-sardikas","tag-tabung-gas-bocor","tag-tribun-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186568"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186626,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186568\/revisions\/186626"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}