{"id":186887,"date":"2026-05-23T20:00:04","date_gmt":"2026-05-23T12:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=186887"},"modified":"2026-05-24T01:29:54","modified_gmt":"2026-05-23T17:29:54","slug":"serunya-lomba-mangaruhi-peserta-tangkap-ikan-di-kolam-berlumpur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/serunya-lomba-mangaruhi-peserta-tangkap-ikan-di-kolam-berlumpur\/","title":{"rendered":"Serunya Lomba Mangaruhi, Peserta Tangkap Ikan di Kolam Berlumpur"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lomba Mangaruhi dalam FBIM 2026 menjadi sarana mengenalkan tradisi menangkap ikan khas masyarakat Dayak sekaligus menanamkan nilai pelestarian lingkungan kepada generasi muda.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> &#8211; Tradisi Mangaruhi menjadi salah satu cara mengenalkan kearifan lokal masyarakat Dayak tentang hubungan manusia dengan alam kepada generasi muda dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026 di kawasan Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Jumat (22\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lomba keterampilan tradisional itu berlangsung meriah ketika peserta dari berbagai kabupaten\/kota di Kalteng masuk ke kolam berlumpur untuk menangkap ikan menggunakan tangan kosong, sebagaimana dilansir Media Center, Jumat, (22\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam lomba tersebut, peserta harus meraba dasar kolam berlumpur untuk menangkap ikan yang telah dilepas panitia. Suasana berlangsung seru karena peserta kerap terlihat terkejut dan geli saat tangannya menyentuh ikan di dalam air keruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinator Lomba Keterampilan Tradisional Mangaruhi FBIM 2026, Lilik Margiatsih, mengatakan Mangaruhi merupakan tradisi masyarakat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini identik dengan aktivitas menangkap ikan menggunakan tangan kosong setelah air dikeruhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMangaruhi berasal dari kata ngaruh, yakni mengeruhkan air terlebih dahulu agar ikan lebih mudah ditangkap,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Lilik, lomba Mangaruhi tahun ini menggunakan kolam berukuran 10 x 6 meter dengan kedalaman air sekitar 50 sentimeter. Sebelum lomba dimulai, panitia memasukkan sejumlah ikan, antara lain gabus dan lele, ke dalam kolam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, lomba tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam FBIM 2026, tetapi juga bagian dari upaya menjaga permainan tradisional khas Kalteng agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGenerasi muda sekarang banyak yang belum mengenal Mangaruhi. Melalui lomba ini, kami ingin mengenalkan budaya khas Kalimantan Tengah agar tetap lestari,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada FBIM 2026, lomba Mangaruhi diikuti peserta putra dan putri dari 12 kabupaten\/kota di Kalteng. Daerah yang ikut ambil bagian antara lain Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Lamandau, dan Kabupaten Kotawaringin Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peserta asal Kabupaten Katingan, Yermin Redi, mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, Mangaruhi bukan sekadar permainan tradisional, melainkan juga cerminan cara masyarakat Dayak memanfaatkan alam secara bijak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTidak ada teknik khusus, yang penting bisa menangkap ikan dengan tangan. Ini bagian dari budaya masyarakat Dayak untuk lebih arif terhadap lingkungan, sehingga aktivitas mencari ikan tidak mengganggu ekosistem,\u201d ujar Yermin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yermin menambahkan, aktivitas menangkap ikan secara tradisional telah menjadi kebiasaan masyarakat Dayak, terutama saat musim kemarau panjang ketika warga bersama-sama mencari ikan di perairan yang mulai surut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui lomba Mangaruhi, FBIM 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi juga media edukasi agar generasi muda mengenal, mempelajari, dan melestarikan warisan budaya Dayak yang dekat dengan nilai kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lomba Mangaruhi dalam FBIM 2026 menjadi sarana mengenalkan tradisi menangkap ikan khas masyarakat Dayak sekaligus menanamkan nilai pelestarian lingkungan kepada generasi muda. PALANGKA RAYA &#8211; Tradisi Mangaruhi menjadi salah satu cara mengenalkan kearifan lokal masyarakat Dayak tentang hubungan manusia dengan alam kepada generasi muda dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":186897,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2264],"tags":[17221,26951,26950,30183,30184,6051,4418,22234,30179,6570,30182,30177,3561,1882,30181,30178,30180],"class_list":["post-186887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-budaya-dayak","tag-fbim-2026","tag-festival-budaya-isen-mulang","tag-ikan-gabus","tag-ikan-lele","tag-kalimantan-tengah","tag-kalteng","tag-kearifan-lokal","tag-lilik-margiatsih","tag-lingkungan","tag-lomba-tradisional","tag-mangaruhi","tag-palangka-raya","tag-pelestarian-budaya","tag-stadion-tuah-pahoe","tag-tradisi-dayak","tag-yermin-redi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=186887"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186917,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/186887\/revisions\/186917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/186897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=186887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=186887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=186887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}