{"id":187005,"date":"2026-05-24T13:53:39","date_gmt":"2026-05-24T05:53:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=187005"},"modified":"2026-05-24T13:55:49","modified_gmt":"2026-05-24T05:55:49","slug":"anugerah-naga-sasra-jadi-momentum-kebangkitan-mandau-di-kubar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anugerah-naga-sasra-jadi-momentum-kebangkitan-mandau-di-kubar\/","title":{"rendered":"Anugerah Naga Sasra Jadi Momentum Kebangkitan Mandau di Kubar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Anugerah Naga Sasra menjadi momentum bagi Ismail Thomas untuk memperkuat pelestarian Mandau dan meregenerasi keahlian budaya leluhur di Kubar.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI BARAT &#8211;<\/strong> Upaya meregenerasi keahlian pembuatan Mandau di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendapat momentum baru setelah tokoh masyarakat Kubar, Ismail Thomas, menerima Anugerah Naga Sasra dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) melalui Sekretariat Nasional Keris Indonesia (SNKI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghargaan nasional itu menjadi pengakuan atas kontribusi Ismail dalam menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur di Bumi Purai Ngeriman. Namun, lebih dari sekadar apresiasi, penghargaan tersebut juga menjadi penguat komitmen pelestarian Mandau di tengah tantangan modernisasi dan menurunnya minat generasi muda terhadap seni pembuatan pusaka tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ismail menegaskan, kebudayaan tidak boleh dipandang sebagai peninggalan masa lalu semata, tetapi sebagai penuntun arah peradaban masyarakat. Ia menyebut Mandau dan tradisi leluhur merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Kubar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Budaya adalah kemudi sebuah peradaban. Jika kita membiarkan Mandau dan tradisi leluhur kita punah, kita sedang menghapus jejak sejarah kita sendiri di masa depan,&#8221; tegas Ismail Thomas, sebagaimana dilansir Kominfokubar, Minggu (24\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjawab tantangan tersebut, Ismail menyiapkan sejumlah rencana aksi pelestarian. Program itu mencakup pembangunan wadah representatif bagi pande besi, perajin sarung atau kumpang, serta pembuat hulu Mandau agar dapat bekerja secara terpadu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ruang publik di bawah enam Lamin yang berada di kawasan Taman Budaya Sendawar (TBS) juga akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan atau basecamp pelestarian Mandau. Tempat tersebut direncanakan menjadi ruang pembinaan, produksi, dan transfer pengetahuan kepada generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program pelatihan dan bimbingan teknis juga akan digelar secara rutin untuk memperkenalkan kembali teknik menempa besi, seni ukir, hingga proses pembuatan Mandau secara utuh kepada pemuda di Kubar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar, Waluyo Dwi Atmojo Setiobroto, menilai pelestarian pusaka tidak hanya berkaitan dengan benda bersejarah. Menurutnya, tosan aji menyimpan nilai kebendaan dan nilai tak benda atau tangible and intangible value yang harus dijaga lintas generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ketika pusaka dilestarikan, yang sesungguhnya dijaga bukan hanya bendanya, melainkan ingatan kolektif, jati diri, dan akar budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman,&#8221; ujar Waluyo mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim penilai dari Kementerian Kebudayaan RI dan SNKI menilai Anugerah Naga Sasra diberikan kepada figur yang memberi dampak besar terhadap ruang ekspresi kebudayaan. Ismail dinilai konsisten memfasilitasi pelaku seni, budayawan, dan pelestari tradisi agar terus berkarya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Ismail juga dinilai memberi dukungan melalui pengaruh institusional, gagasan strategis yang berpihak pada adat daerah, serta mampu menggerakkan kepedulian masyarakat untuk merawat tradisi lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Momentum penghargaan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara tokoh masyarakat, komunitas budaya, dan program pelestarian daerah agar Mandau, tosan aji, serta kekayaan adat Kubar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anugerah Naga Sasra menjadi momentum bagi Ismail Thomas untuk memperkuat pelestarian Mandau dan meregenerasi keahlian budaya leluhur di Kubar. KUTAI BARAT &#8211; Upaya meregenerasi keahlian pembuatan Mandau di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendapat momentum baru setelah tokoh masyarakat Kubar, Ismail Thomas, menerima Anugerah Naga Sasra dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) melalui Sekretariat Nasional Keris &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":187016,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,483],"tags":[30378,17221,30386,486,30380,1838,30385,1806,25264,30379,30384,1882,30382,30381,27021,897,30383,28546],"class_list":["post-187005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat","tag-anugerah-naga-sasra","tag-budaya-dayak","tag-bumi-purai-ngeriman","tag-ismail-thomas","tag-kementerian-kebudayaan-ri","tag-kubar","tag-kumpang","tag-kutai-barat","tag-mandau","tag-mandau-kubar","tag-pande-besi","tag-pelestarian-budaya","tag-sekretariat-nasional-keris-indonesia","tag-snki","tag-taman-budaya-sendawar","tag-tbs","tag-tosan-aji","tag-warisan-leluhur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187005"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187023,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187005\/revisions\/187023"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}