{"id":187104,"date":"2026-05-25T12:47:26","date_gmt":"2026-05-25T04:47:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=187104"},"modified":"2026-05-25T12:47:52","modified_gmt":"2026-05-25T04:47:52","slug":"bayi-hidup-ditemukan-di-depan-masjid-polres-sintang-bersama-surat-pilu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bayi-hidup-ditemukan-di-depan-masjid-polres-sintang-bersama-surat-pilu\/","title":{"rendered":"Bayi Hidup Ditemukan di Depan Masjid Polres Sintang Bersama Surat Pilu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang bayi bernama Rui ditemukan hidup di depan Masjid Shiratul Jannah Polres Sintang bersama surat yang diduga ditulis ibu kandungnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SINTANG<\/strong> &#8211; Penemuan seorang bayi di depan Masjid Shiratul Jannah Kepolisian Resor (Polres) Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), menghebohkan warga pada Minggu (24\/05\/2026) sekitar pukul 06.20 Waktu Indonesia Barat (WIB).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup bersama sebuah surat yang diduga ditulis oleh ibu kandungnya. Dalam surat itu, bayi tersebut disebut bernama Rui. Penulis surat meminta agar nama bayi itu tidak diganti dan berharap penemu dapat menerima serta merawatnya dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHallo Bapak\/Ibu, kenalin aku Rui. Ini pemberian nama dari ibu aku, tolong jangan diganti ya. Bapak\/Ibu tolong terima aku di keluarga kalian yah,\u201d tulis surat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam surat yang sama, ibu bayi itu mengaku tidak mampu membesarkan anaknya seorang diri. Ia menyebut ditinggalkan ayah sang bayi setelah mengetahui dirinya hamil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIbu aku tidak jahat , Ibu aku ditinggal ayah aku waktu dia tau kalau ibu aku hamilkan aku. Ibu aku titipin aku ke kalian supaya hidup aku terjaga, Ibu aku tidak mampu karena dia hidup sendiri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis surat juga meminta agar bayi tersebut dijaga dengan baik dan tidak diviralkan. Ia menyampaikan harapan dapat tetap mengirimkan kebutuhan untuk Rui ketika kondisinya telah mampu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTolong jaga anak aku RUI. Ketita aku sudah mampu aku pasti selalu kirim barang untuk RUI. Salam aku EN,\u201d tutup pesan dalam surat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sintang Sanny Handityo melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Sintang Eko Budi Purwanto membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eko menjelaskan, penemuan bayi itu bermula ketika seorang warga bernama Ida hendak menyapu teras rumahnya. Saat itu, Ida mendengar suara tangisan dari sekitar lokasi. \u201cAwalnya saksi mengira suara tersebut adalah suara kucing. Namun setelah keluar rumah dan memeriksa sumber suara, saksi melihat sebuah bungkusan kain dan tas di sekitar lokasi,\u201d ujar Eko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merasa curiga, Ida kemudian memanggil suaminya, As. Setelah diperiksa, bungkusan kain tersebut ternyata berisi seorang bayi yang masih hidup. Mengetahui hal itu, As segera melaporkan penemuan bayi tersebut ke Polres Sintang agar mendapat penanganan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menerima laporan warga, personel Polres Sintang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Bayi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M. Djoen Sintang untuk menjalani pemeriksaan medis dan mendapatkan penanganan kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, Polres Sintang masih menyelidiki pihak yang meninggalkan bayi tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri petunjuk lain di sekitar TKP untuk mengungkap peristiwa tersebut. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang bayi bernama Rui ditemukan hidup di depan Masjid Shiratul Jannah Polres Sintang bersama surat yang diduga ditulis ibu kandungnya. SINTANG &#8211; Penemuan seorang bayi di depan Masjid Shiratul Jannah Kepolisian Resor (Polres) Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), menghebohkan warga pada Minggu (24\/05\/2026) sekitar pukul 06.20 Waktu Indonesia Barat (WIB). Bayi tersebut ditemukan dalam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":187195,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,40],"tags":[3745,30547,30548,30550,30556,30553,5499,4861,30552,30549,14399,14164,30551,30554,30555],"class_list":["post-187104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sintang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bayi-dibuang","tag-bayi-ditemukan-di-sintang","tag-bayi-ditinggalkan","tag-bayi-rui","tag-berita-kriminal-sintang","tag-eko-budi-purwanto","tag-kabupaten-sintang","tag-kalimantan-barat","tag-kasi-humas-polres-sintang","tag-masjid-shiratul-jannah","tag-penemuan-bayi","tag-polres-sintang","tag-rsud-ade-m-djoen-sintang","tag-sanny-handityo","tag-surat-ibu-kandung"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187104"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187200,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187104\/revisions\/187200"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}