{"id":187243,"date":"2026-05-25T15:52:03","date_gmt":"2026-05-25T07:52:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=187243"},"modified":"2026-05-25T15:52:03","modified_gmt":"2026-05-25T07:52:03","slug":"peneliti-siber-temukan-basis-data-rahasia-pemantauan-di-cina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peneliti-siber-temukan-basis-data-rahasia-pemantauan-di-cina\/","title":{"rendered":"Peneliti Siber Temukan Basis Data Rahasia Pemantauan di Cina"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"2643\" data-end=\"2816\">Peneliti keamanan siber menemukan basis data sensitif di Cina yang memuat informasi pribadi jurnalis asing dan menunjukkan luasnya sistem pengawasan digital negara tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"325\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"11\">BEIJING<\/strong> &#8211; Sistem pengawasan digital di Cina dilaporkan semakin canggih dengan kemampuan menghimpun dan melacak data pribadi warga asing secara rinci. Temuan itu diungkap seorang peneliti keamanan siber bernama samaran NetAskari setelah menemukan basis data sensitif yang dapat diakses tanpa perlindungan keamanan memadai.<\/p>\n<p data-start=\"327\" data-end=\"574\">NetAskari mengaku awalnya hanya menemukan sebuah tab bertuliskan \u201cPencarian data jurnalis\u201d pada sebuah <em data-start=\"430\" data-end=\"441\">dashboard<\/em> web Cina yang terbuka. Ia menduga data di dalamnya hanyalah kumpulan informasi tiruan yang dibuat otomatis untuk keperluan simulasi.<\/p>\n<p data-start=\"576\" data-end=\"855\">Namun, temuan tersebut berubah serius ketika ia melihat data pribadi para jurnalis asing yang bertugas di Beijing sekitar 2021 tersimpan lengkap dalam sistem tersebut. Informasi yang ditemukan mencakup foto paspor resmi, nomor telepon pribadi, rincian visa, hingga tanggal lahir.<\/p>\n<p data-start=\"857\" data-end=\"1141\">Peneliti itu bahkan mendapati data pribadinya sendiri masuk dalam daftar pemantauan aparat Cina. Menurutnya, sistem pengawasan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi pemantauan di Cina mampu mengintegrasikan berbagai sumber data untuk membangun profil individu secara menyeluruh.<\/p>\n<p data-start=\"1143\" data-end=\"1495\">&#8220;Ini lebih menarik daripada mengejutkan,&#8221; kata NetAskari kepada <em data-start=\"1207\" data-end=\"1223\">Deutsche Welle<\/em> (DW). &#8220;Saat bekerja sebagai jurnalis di Cina, pada dasarnya Anda menganggap diri selalu berada dalam pengawasan. Namun, yang mengejutkan saya adalah betapa mudahnya mengakses sistem yang sangat sensitif ini,&#8221; tambahnya, sebagaimana dilansir Detik pada Senin (25\/05\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"1497\" data-end=\"1850\">Laporan tersebut juga menyoroti kemampuan teknologi pengawasan Cina yang disebut dapat melacak aktivitas individu melalui pengenalan wajah, data perjalanan kereta, hingga aktivitas di ruang publik. Temuan itu kembali memunculkan kekhawatiran global terkait keamanan data pribadi dan praktik pengawasan digital terhadap warga asing di negara tersebut. []\n<p data-start=\"1852\" data-end=\"1890\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peneliti keamanan siber menemukan basis data sensitif di Cina yang memuat informasi pribadi jurnalis asing dan menunjukkan luasnya sistem pengawasan digital negara tersebut. BEIJING &#8211; Sistem pengawasan digital di Cina dilaporkan semakin canggih dengan kemampuan menghimpun dan melacak data pribadi warga asing secara rinci. Temuan itu diungkap seorang peneliti keamanan siber bernama samaran NetAskari setelah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":187244,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[7456,8248,30610,26473,26146,30611,23131,30608,30609,30613,30614,30612],"class_list":["post-187243","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-beijing","tag-cina","tag-data-pribadi","tag-deutsche-welle","tag-dw","tag-jurnalis-asing","tag-keamanan-siber","tag-netaskari","tag-pengawasan-digital-cina","tag-privasi-digital","tag-sistem-pemantauan-cina","tag-teknologi-pengawasan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187243"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187245,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187243\/revisions\/187245"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}