{"id":187277,"date":"2026-05-25T16:56:02","date_gmt":"2026-05-25T08:56:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=187277"},"modified":"2026-05-25T16:56:58","modified_gmt":"2026-05-25T08:56:58","slug":"berani-bersuara-pelajar-bontang-diajak-lawan-pelecehan-seksual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/berani-bersuara-pelajar-bontang-diajak-lawan-pelecehan-seksual\/","title":{"rendered":"Berani Bersuara, Pelajar Bontang Diajak Lawan Pelecehan Seksual"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Bontang bersama JALANIN Cabang Bontang menggelar edukasi antipelecehan seksual bagi 164 pelajar untuk memperkuat sekolah aman, humanis, dan ramah anak.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Upaya menciptakan sekolah aman dari pelecehan seksual di Kota Bontang diperkuat melalui edukasi pelajar, pemasangan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV), serta dorongan agar peserta didik berani bersuara ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan di lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Agus Haris, saat membuka Edukasi dan Kampanye Pelajar se-Bontang bertajuk Say No To Sexual Harassment di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bontang, Minggu (24\/05\/2026) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang mengangkat tema \u201cSatu Hari Berani Bersuara, Ciptakan Sekolah Bebas Pelecehan Seksual\u201d tersebut diikuti 164 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA sederajat. Forum ini diinisiasi Perkumpulan Jejak Langkah Pendidikan Indonesia (JALANIN) Cabang Bontang sebagai ruang edukasi dan penguatan perlindungan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus hadir mewakili Wali Kota Bontang yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas pada Rapat Kerja Musyawarah Komisariat Wilayah V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Raker Muskomwil V APEKSI) Regional Kalimantan 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wawali Bontang mengapresiasi JALANIN Cabang Bontang yang dinilai ikut memperkuat komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Agus, predikat Kota Layak Anak Tingkat Utama yang diraih Bontang pada 2025 tidak boleh berhenti sebagai penghargaan semata. Capaian tersebut harus diterjemahkan dalam kebijakan dan langkah nyata di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Melalui alokasi APBD Perubahan 2025, pemerintah telah melakukan pemasangan CCTV di seluruh sekolah negeri guna memperkuat pengawasan lingkungan sekolah secara transparan,&#8221; urai Agus Haris memaparkan kebijakan, sebagaimana diberitakan Ppid Setda, Minggu (24\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pengawasan fisik, Agus menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang lebih humanis. Sekolah diminta tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh yang menjaga martabat dan psikologis anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dPendidikan karakter harus kita bangun melalui keteladanan, empati, dan rasa saling menghargai, bukan intimidasi,&#8221; pesannya kepada para pahlawan tanpa tanda jasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus juga menginstruksikan tenaga pendidik agar tidak memberikan hukuman kepada siswa di depan umum. Menurut dia, pola pembinaan harus memperhatikan kondisi psikologis anak dan menghindari tindakan yang berpotensi mempermalukan peserta didik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dukungan terhadap gerakan sekolah aman juga disampaikan perwakilan JALANIN Cabang Bontang, Chandra. Ia menilai pencegahan pelecehan seksual membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga komunitas masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Chandra turut memaparkan fakta mengenai kasus pelecehan seksual yang masih terjadi di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa pelaku maupun korban dapat berasal dari berbagai pihak, termasuk oknum guru ataupun sesama siswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Muh. Arfah, Kabid Kepemudaan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Idhamsyah, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang, Kepala SMAN 1 Bontang, serta pengurus JALANIN Cabang Bontang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Forum edukasi juga diisi pemaparan teknis oleh Penggerak Swadaya Masyarakat DP3AKB Bontang, Trully Tisna Milasari, dan Psikolog Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Bontang, Rika Wahyuni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dipandu moderator Yetty Riadhi Ningsih, kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif bersama para pelajar. Melalui forum ini, pelajar diharapkan lebih memahami bentuk pelecehan seksual, berani melapor, serta ikut membangun budaya sekolah yang aman dan saling menghargai. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Bontang bersama JALANIN Cabang Bontang menggelar edukasi antipelecehan seksual bagi 164 pelajar untuk memperkuat sekolah aman, humanis, dan ramah anak. BONTANG &#8211; Upaya menciptakan sekolah aman dari pelecehan seksual di Kota Bontang diperkuat melalui edukasi pelajar, pemasangan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV), serta dorongan agar peserta didik berani bersuara ketika mengalami atau menyaksikan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":187284,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[20367,30686,1743,30685,18844,22864,28891,30681,20429,28903,11756,7071,16798,30682,30683,30684,22279],"class_list":["post-187277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-agus-haris","tag-antipelecehan-seksual","tag-bontang","tag-cctv-sekolah","tag-disdikbud-bontang","tag-dispopar-bontang","tag-dp3akb-bontang","tag-jalanin-bontang","tag-kota-layak-anak","tag-pelajar-bontang","tag-pelecehan-seksual","tag-pemkot-bontang","tag-perlindungan-anak","tag-sekolah-aman","tag-sman-1-bontang","tag-uptd-ppa-bontang","tag-wawali-bontang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187277"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187288,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187277\/revisions\/187288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}