{"id":187388,"date":"2026-05-26T13:59:26","date_gmt":"2026-05-26T05:59:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=187388"},"modified":"2026-05-26T14:01:27","modified_gmt":"2026-05-26T06:01:27","slug":"penganiayaan-remaja-di-singkawang-sisakan-cedera-serius-bagi-wesley","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penganiayaan-remaja-di-singkawang-sisakan-cedera-serius-bagi-wesley\/","title":{"rendered":"Penganiayaan Remaja di Singkawang Sisakan Cedera Serius bagi Wesley"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Wesley, siswa SMP di Singkawang, masih belum dapat menggerakkan salah satu kakinya setelah mengalami cedera kepala serius akibat dipukul menggunakan palu.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SINGKAWANG<\/strong> &#8211; Pemulihan Wesley, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Singkawang, masih membutuhkan waktu panjang setelah menjadi korban penganiayaan sesama remaja yang menyebabkan cedera serius di bagian kepala dan gangguan saraf pada salah satu kakinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban berusia 12 tahun itu telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Sabtu lalu. Namun, kondisi kakinya belum dapat digerakkan akibat dampak hantaman keras di kepala, sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Senin, (25\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah korban, Andi, mengatakan kondisi kesehatan anaknya mulai membaik. Meski demikian, Wesley masih kesulitan berdiri dan membutuhkan bantuan keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kondisi Wesley sehat, kakinya masih belum bisa digerakan,&#8221; katanya saat dihubungi pada Senin, 25 Mei 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Andi menuturkan, gangguan pada kaki Wesley belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Keluarga juga belum dapat memastikan kapan korban kembali bersekolah karena kondisinya masih perlu dipantau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Belum bisa digerakan dan masih butuh bantu untuk berdiri,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masih belum tau dan belum bisa dipastikan Wesley bisa masuk sekolah. Mau lihat dulu kondisi anakku,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa penganiayaan itu bermula dari perselisihan kecil saat korban dan pelaku bermain gim bersama beberapa waktu lalu. Ibu korban, Chinusha, menyebut pelaku diduga emosi karena merasa kalah dalam permainan setelah tersentuh oleh korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSejak itu pelaku beberapa kali mengajak anak saya berkelahi,\u201d ujar Chinusha saat ditemui Jumat, 22 Mei 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Wesley disebut tidak pernah menanggapi ajakan tersebut karena menganggap pelaku sebagai temannya. Perselisihan itu sempat mereda, tetapi kembali memanas beberapa bulan kemudian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penganiayaan terjadi pada Jumat pekan lalu saat Wesley bermain di rumah temannya di kawasan Jalan K.S. Tubun, Singkawang. Saat itu, pelaku diduga datang dan langsung memukul kepala korban menggunakan palu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAnak saya langsung kejang-kejang setelah dipukul,\u201d kata Chinusha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga dan teman-teman korban kemudian memberi tahu keluarga. Wesley lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemeriksaan dokter, korban mengalami pecah tengkorak kepala dan gangguan saraf yang berdampak pada salah satu kakinya hingga sulit digerakkan. Wesley kini masih membutuhkan perawatan lanjutan dan terapi pemulihan. Keluarga juga menyebut korban kemungkinan masih harus menjalani operasi pemasangan tempurung kepala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami hanya berharap dia bisa pulih seperti semula,\u201d ungkap sang ibu dengan mata berkaca-kaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Chinusha mengaku sedih melihat kondisi putranya yang dikenal pendiam dan tidak pernah mencari masalah. Akibat kejadian tersebut, Wesley untuk sementara harus menghentikan aktivitas sekolah karena belum memungkinkan mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga korban berharap ada tanggung jawab dari pihak pelaku terhadap biaya pengobatan yang masih panjang. Meski demikian, keluarga menegaskan tidak menyimpan dendam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami tidak dendam. Kami hanya ingin ada tanggung jawab dan anak kami bisa sembuh kembali,\u201d tutup Chinusha. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wesley, siswa SMP di Singkawang, masih belum dapat menggerakkan salah satu kakinya setelah mengalami cedera kepala serius akibat dipukul menggunakan palu. SINGKAWANG &#8211; Pemulihan Wesley, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Singkawang, masih membutuhkan waktu panjang setelah menjadi korban penganiayaan sesama remaja yang menyebabkan cedera serius di bagian kepala dan gangguan saraf pada salah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":187404,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,39],"tags":[8446,30896,30899,30898,30900,11718,30895,30894,3385,30897,26879,30893],"class_list":["post-187388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-singkawang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-andi","tag-cedera-saraf","tag-chinusha","tag-jalan-k-s-tubun","tag-kasus-penganiayaan-anak","tag-kekerasan-anak","tag-korban-pemukulan-palu","tag-penganiayaan-remaja-singkawang","tag-singkawang","tag-siswa-smp-singkawang","tag-tribunpontianak","tag-wesley-singkawang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187388"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187408,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187388\/revisions\/187408"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}