{"id":187450,"date":"2026-05-26T15:25:18","date_gmt":"2026-05-26T07:25:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=187450"},"modified":"2026-05-26T15:25:18","modified_gmt":"2026-05-26T07:25:18","slug":"konflik-memanas-rusia-ancam-targetkan-pusat-keputusan-ukraina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/konflik-memanas-rusia-ancam-targetkan-pusat-keputusan-ukraina\/","title":{"rendered":"Konflik Memanas, Rusia Ancam Targetkan Pusat Keputusan Ukraina"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2818\" data-end=\"2973\"><em>Rusia memperingatkan warga asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv setelah menyatakan akan meningkatkan serangan ke pusat pengambilan keputusan Ukraina.<\/em><\/p>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"292\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"11\">JAKARTA<\/strong> &#8211; Peringatan Rusia kepada warga negara asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv menandai meningkatnya eskalasi konflik di Ukraina setelah Moskow menyatakan akan memperluas serangan ke ibu kota negara tersebut, termasuk menargetkan pusat pengambilan keputusan pemerintah Ukraina.<\/p>\n<p data-start=\"294\" data-end=\"614\">Pemerintah Rusia menyampaikan rencana peningkatan operasi militer itu setelah gelombang serangan drone dan rudal menghantam sejumlah wilayah Ukraina sepanjang akhir pekan lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang, melukai puluhan lainnya, serta menyebabkan kerusakan di berbagai titik di Kyiv.<\/p>\n<p data-start=\"616\" data-end=\"895\">Dalam operasi tersebut, Rusia disebut menggunakan rudal hipersonik <em data-start=\"683\" data-end=\"693\">Oreshnik<\/em> yang menurut Moskow mampu melaju hingga 10 kali kecepatan suara dan dapat membawa hulu ledak nuklir. Penggunaan senjata strategis itu memperlihatkan meningkatnya intensitas konflik antara kedua negara.<\/p>\n<p data-start=\"897\" data-end=\"1232\">Peringatan kepada warga asing dan diplomat untuk segera meninggalkan Kyiv dinilai sebagai sinyal bahwa Rusia memperkirakan serangan lanjutan akan berlangsung lebih besar dan berisiko tinggi terhadap keselamatan sipil. Situasi tersebut memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi memburuknya kondisi keamanan di ibu kota Ukraina.<\/p>\n<p data-start=\"1234\" data-end=\"1561\">Pernyataan Rusia mengenai rencana serangan lanjutan itu juga mempertegas ketegangan geopolitik yang terus meningkat sejak konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejumlah negara Barat sebelumnya telah meningkatkan perhatian terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"1563\" data-end=\"1797\">\u201cRusia telah meluncurkan puluhan drone dan rudal ke Ukraina selama akhir pekan lalu, menewaskan empat orang, melukai puluhan lainnya, dan menyebabkan kerusakan di seluruh Kyiv,\u201d sebagaimana dilansir Sumber Berita, Selasa (26\/05\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"1799\" data-end=\"2064\">Dengan ancaman serangan baru yang semakin terbuka disampaikan Rusia, kondisi keamanan di Kyiv diperkirakan akan terus memburuk dan berpotensi memicu gelombang evakuasi warga asing serta peningkatan tekanan diplomatik internasional terhadap konflik Rusia-Ukraina. []\n<p data-start=\"2066\" data-end=\"2092\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rusia memperingatkan warga asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv setelah menyatakan akan meningkatkan serangan ke pusat pengambilan keputusan Ukraina. JAKARTA &#8211; Peringatan Rusia kepada warga negara asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv menandai meningkatnya eskalasi konflik di Ukraina setelah Moskow menyatakan akan memperluas serangan ke ibu kota negara tersebut, termasuk menargetkan pusat pengambilan keputusan pemerintah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":187451,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[30966,30970,16869,30967,30968,30964,30962,30969,30963,30965],"class_list":["post-187450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-diplomasi-internasional-ukraina","tag-keamanan-kyiv","tag-konflik-rusia-ukraina","tag-moskow-kyiv","tag-perang-ukraina-terbaru","tag-rudal-hipersonik-oreshnik","tag-rusia-ukraina-2026","tag-serangan-drone-rusia","tag-serangan-kyiv-terbaru","tag-warga-asing-kyiv"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187452,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187450\/revisions\/187452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}