{"id":187489,"date":"2026-05-26T18:07:48","date_gmt":"2026-05-26T10:07:48","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=187489"},"modified":"2026-05-26T18:08:18","modified_gmt":"2026-05-26T10:08:18","slug":"putin-sahkan-fta-eaeu-indonesia-ekspor-ri-berpeluang-naik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/putin-sahkan-fta-eaeu-indonesia-ekspor-ri-berpeluang-naik\/","title":{"rendered":"Putin Sahkan FTA EAEU-Indonesia, Ekspor RI Berpeluang Naik"},"content":{"rendered":"<div data-renderer=\"lm\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4334\" data-end=\"4500\"><em>Ratifikasi Rusia terhadap perjanjian perdagangan bebas EAEU-Indonesia membuka peluang peningkatan ekspor, investasi, dan pengurangan hambatan dagang antarkedua pihak.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MOSKOW <\/strong>&#8211; Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Republik Indonesia. Ratifikasi tersebut membuka jalan bagi implementasi kerja sama perdagangan bebas, terutama dalam pengaturan tarif, akses pasar, serta pengurangan hambatan dagang antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dokumen ratifikasi itu telah dipublikasikan melalui portal resmi informasi hukum Pemerintah Rusia. Dalam dokumen tersebut, Rusia meratifikasi \u201cPerjanjian tentang Perdagangan Bebas antara EAEU dan negara-negara anggotanya di satu sisi, dan Republik Indonesia di sisi lain\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan ratifikasi tersebut, perjanjian yang sebelumnya disepakati kini memperoleh kekuatan hukum penuh di Rusia. Kesepakatan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan teknis kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan negara anggota EAEU, yakni Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjanjian perdagangan bebas antara EAEU dan Indonesia ditandatangani pada 21 Desember 2025 di Saint Petersburg. Kesepakatan itu menjadi bagian dari upaya Rusia memperluas hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia, khususnya mitra utama di kawasan Asia Pasifik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Indonesia, kerja sama tersebut dinilai dapat membuka peluang ekspor ke pasar EAEU. Sejumlah produk berpotensi mendapatkan manfaat dari preferensi tarif dan pengurangan hambatan teknis, antara lain produk agrikultur, tekstil, makanan olahan, serta barang konsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maksim Oreskin sebelumnya menyatakan, perjanjian tersebut akan memberikan kondisi preferensial bagi pelaku usaha Rusia untuk memasuki pasar Indonesia. Ia menilai Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia merupakan pasar yang menarik bagi ekspansi perdagangan dan investasi jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, akses yang lebih luas ke Indonesia diharapkan dapat memperkuat kehadiran bisnis Rusia di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Oreskin juga mencatat, dalam lima tahun terakhir nilai perdagangan antara Rusia dan Indonesia meningkat sekitar 1,3 kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peningkatan nilai perdagangan itu menunjukkan adanya potensi besar bagi kedua negara untuk memperdalam hubungan ekonomi. Pemerintah Rusia berharap rezim perdagangan bebas dapat mempercepat arus barang dan jasa, terutama pada sektor energi, pupuk, produk industri, teknologi, dan peralatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Indonesia berpeluang menarik lebih banyak investasi dari perusahaan Rusia dan negara anggota EAEU. Investasi tersebut berpotensi masuk ke sektor infrastruktur, energi, dan industri pengolahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain perdagangan barang, Rusia dan Indonesia juga menunjukkan minat untuk memperluas kerja sama di sektor lain. Sebelumnya, perwakilan Rusia menyampaikan kesiapan Moskow bekerja sama dengan Jakarta di sektor keantariksaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ratifikasi ini mempertegas arah kebijakan Rusia dalam memperkuat poros ekonomi ke Timur di tengah dinamika geopolitik global. Bagi Indonesia, kesepakatan dengan EAEU dapat menjadi instrumen diversifikasi mitra dagang di luar kerja sama tradisional dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, dan negara-negara Asia Timur. Pemerintah kedua pihak kini perlu memastikan implementasi teknis perjanjian berjalan efektif agar manfaatnya dapat dirasakan dunia usaha dan masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ratifikasi Rusia terhadap perjanjian perdagangan bebas EAEU-Indonesia membuka peluang peningkatan ekspor, investasi, dan pengurangan hambatan dagang antarkedua pihak. MOSKOW &#8211; Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Republik Indonesia. Ratifikasi tersebut membuka jalan bagi implementasi kerja sama perdagangan bebas, terutama dalam pengaturan tarif, akses pasar, serta &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":187492,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[6781,29067,31157,7995,31160,16185,31159,31158,29598,29446,27872,31156,2682,20731,12532,31161,29597,9588],"class_list":["post-187489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-asean","tag-eaeu","tag-ekspor-indonesia","tag-indonesia","tag-investasi-rusia","tag-kerja-sama-ekonomi","tag-maksim-oreskin","tag-pasar-eaeu","tag-perdagangan-bebas","tag-perdagangan-bebas-eaeu","tag-perdagangan-indonesia-rusia","tag-perjanjian-dagang-bebas","tag-rusia","tag-rusia-indonesia","tag-saint-petersburg","tag-tarif-dagang","tag-uni-ekonomi-eurasia","tag-vladimir-putin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=187489"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":187550,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/187489\/revisions\/187550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/187492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=187489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=187489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=187489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}