{"id":18830,"date":"2019-08-31T12:20:51","date_gmt":"2019-08-31T12:20:51","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=18830"},"modified":"2019-08-31T12:20:51","modified_gmt":"2019-08-31T12:20:51","slug":"dak-kabupaten-sambas-tak-tepat-sasaran-penegak-hukum-diminta-untuk-melakukan-penyelidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dak-kabupaten-sambas-tak-tepat-sasaran-penegak-hukum-diminta-untuk-melakukan-penyelidikan\/","title":{"rendered":"DAK Sambas Tak Tepat Sasaran, Penegak Hukum Harusnya Bertindak"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_18831\" aria-describedby=\"caption-attachment-18831\" style=\"width: 440px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Foto-Kantor-BupatiSamabas.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-18831\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Foto-Kantor-BupatiSamabas.jpg\" alt=\"\" width=\"440\" height=\"436\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-18831\" class=\"wp-caption-text\">Kantor Bupati Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, berdiri megah. (Foto:Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SAMBAS (Berita Borneo)-Pemerintah Kabupaten Sambas pada tahun 2017 mengajukan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Irigasi Sumber Dana APBNP kepada Menteri\u00a0 PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air dengan suratnya bernomor: 611\/061\/PU-PR\/2017 tanggal 22 Pebruari 2017, usulan tersebut ditandatangani \u00a0Wakil Bupati Sambas Hj.Hairiah,SH, MH, sebesar Rp.10.776.000.000,- (sepuluh milyar tujuh ratus tujuh puluh enam juta rupiah).<\/p>\n<p>Dari data yang dihimpun oleh wartawan Berita Borneo sasaran pengalokasian dana untuk Rehabilitasi Jaringan\u00a0 DIR se Kabupaten Sambas sebanyak 58 Lokasi (Desa) dengan jumlah dana yang dialokasikan\u00a0 bervariasi, \u00a0ada yang direalisasikan Rp.200 juta bahkan ada yang direalisasikan \u00a0Rp.137.500.000,- seperti di Kecamatan Galing Kabupaten Sambas \u00a0dengan nama Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan DIR Trigadu (saluran 5.500 M).<\/p>\n<p>Ketika hal ini dikonfirmasi kepada mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sambas, Ir.Ferry Madagaskar, Msi \u00a0yang sekarang menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas\u00a0 beberapa waktu lalu mengatakan \u00a0pengalokasian dana kegiatan\u00a0 yang dibuat pada 22 Februari 2017 tersebut mengalokasikan untuk 50 desa \u00a0rata-rata mendapatkan kuncuran dana Rp.200 juta, jadi jumlah dana yang dialokasikan kurang lebih Rp.10 milyar.<\/p>\n<p>Kemudian dalam interval \u00a0lima bulan dari surat yang pertama (22 Juli 2017) yang ditanda tangani Wakil Bupati Sambas (Hj.Hairiah,SH,MH) tersebut, \u00a0Bupati Sambas, H.Atbah Romin Suhaili, Lc melayangkan kembali dengan surat yang kedua kalinya tertanggal 14 Juli 2017 bernomor : 610\/163\/DPUPR-8\/2017, perihal Usulan Tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kedaulatan Pangan Subbidang Irigasi Sumber Dana APBN Tahun Anggaran 2017 di Kabupaten Sambas. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan R.I. bukan kepada\u00a0 Menteri PUPR R.I, Dalam usulan \u00a0Bantuan Tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Infrastruktur Irigasi Tahun 2017 di Kabupaten Sambas \u00a0tersebut diusulkan \u00a0sebesar Rp.15 milyar, sedangkan pengalokasi \u00a0kegiatannya juga \u00a0dibuat dan ditanda tangani \u00a0oleh mantan Kadis PUPR Kabupaten Sambas, Ir. Ferry Madagaskar, M.SI. \u00a0Dalam dua usulan \u00a0pengajuan usulan tambahan Dana (APBNP) Tahun 2017 \u00a0baik yang ditanda tangani oleh Wakil Bupati Sambas, Hj.Hairiah,SH,MH dan Bupati Sambas, H.Atbah Romin Suhaili,LC\u00a0 terdapat\u00a0 perbedaan atau selisihnya sebesar Rp. 4.224.000.000,- (empat milyar rupiah dua ratus dua puluh empat juta rupiah). Ini mengundang pertanyaan publik mana yang benar?<\/p>\n<p>Berdasarkan \u00a0Surat Edaran dari Kementrian Keuangan R.I.Dirjen Perimbangan Keuangan\u00a0 bernomor : SE-2\/PK\/2017\u00a0\u00a0 tanggal 13 April 2017 yang ditanda tangani Dirjen Perimbangan Keuangan,\u00a0 Boediarso Teguh Widodo huruf D Tentang Batas Waktu Penyampaian Usulan DAK, antara lain menyebutkan : \u00a0(1). \u00a0Usulan DAK Fisik disampaikan oleh Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat \u00a0melalui E-Planning paling lambat pada hari Senin tanggal 15 Mei 2017. (2).<\/p>\n<p>Dalam hal Pemerintah Daerah akan melakukann perbaikan atas usulan DAK Fisik yang telah disampaikan batas waktu penyampaian perbaikan paling lambat pada hari Rabo tanggal 31 Mei 2017, (3). \u00a0Apabila sampai dengan satu minggu sebelum batas waktu tersebut, Kepala Daerah belum menyampaikan Usulan DAK Kementrian\/Lembaga Tehnis terkait, dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk percepatan penyampaian Usulan DAK. (4). Apabila Kepala Daerah tidak menyampaikan usulan DAK Fisik sampai dengan batas waktu yang ditetapkan, maka dianggap tidak menyampaikan Usulan DAK Fisik.<\/p>\n<p>Kalau mengacu kepada Surat Edaran Menteri Keuangan R.I. Dirjen Perimbangan Keuangan tersebut \u00a0\u00a0tentang Pedoman Penyusunan Dan Penyampaian Usulan DAK Fisik oleh Pemerintah Daerah sebagai Dasar Pengalokasian Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2017 pada Huruf (D) , maka Usulan Tambahan Dana DAK Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Irigasi sumber Dana APBNP Tahun Anggaran 2017 di Kabupaten Sambas yang ditanda tangani Bupati Sambas, H.Atbah Romin Suhali, Lc dengan suratnya bernomor : 610\/163\/DPUPR-8\/2017 tanggal\u00a0 14 Juli 2017 yang ditujukan kepada\u00a0 Menteri Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, sudah lewat waktu pengusulannya dan sudh ditutup di Kementrian Keuangan pada tanggal 31 Mei 2017, Sementara \u00a0usulan Dana DAK APBNP Tahun anggaran 2017 baru dibuat oleh Bupati Sambas tanggal 15 Juli 2017, artinya usulan tersebut sudah terlambat. Dan diduga usulan tersebut masih bisa direalisasikan oleh Kementrian Keuangan R.I.<\/p>\n<p>Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sambas, Ir.Ferry Madagaskar,M.SI ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut beberapa waktu lalu oleh Media ini, dia\u00a0 membenarkan. \u00a0Ditambahkan \u00a0masalah surat tersebut ditanda tangani Bupati ataupun wakil Bupati Sambas tidak menjadi masalah, sama saja. Dan Diakuinya memang awalnya ada timbul masalah, \u201cSampai saya dipindahkah tugasnya oleh Bupati menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, katanya. Tapi sekarang sudah clear,\u2019\u2019ungkapnya. (Dar).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMBAS (Berita Borneo)-Pemerintah Kabupaten Sambas pada tahun 2017 mengajukan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kedaulatan Pangan Sub Bidang Irigasi Sumber Dana APBNP kepada Menteri\u00a0 PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air dengan suratnya bernomor: 611\/061\/PU-PR\/2017 tanggal 22 Pebruari 2017, usulan tersebut ditandatangani \u00a0Wakil Bupati Sambas Hj.Hairiah,SH, MH, sebesar Rp.10.776.000.000,- (sepuluh milyar tujuh ratus tujuh puluh &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18831,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,2274],"tags":[3011,6044,2632,6045],"class_list":["post-18830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sambas-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-dak","tag-hk-hairiyah","tag-sambas","tag-tak-tetap-sasarn"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18830"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18830\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}