{"id":188666,"date":"2026-06-02T14:08:24","date_gmt":"2026-06-02T06:08:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=188666"},"modified":"2026-06-03T03:09:28","modified_gmt":"2026-06-02T19:09:28","slug":"bunda-paud-bontang-dikukuhkan-target-stunting-turun-di-bawah-10-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bunda-paud-bontang-dikukuhkan-target-stunting-turun-di-bawah-10-persen\/","title":{"rendered":"Bunda PAUD Bontang Dikukuhkan, Target Stunting Turun di Bawah 10 Persen"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Bontang mengukuhkan Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat layanan pendidikan, karakter, kesehatan, dan gizi anak usia dini.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai penggerak layanan pendidikan, kesehatan, gizi, serta pelindungan anak usia dini dari tantangan era digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan peran tersebut ditandai dengan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Bontang Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, sebagaimana diberitakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Sekretariat Daerah, Selasa, (02\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Bontang sekaligus Bunda PAUD Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memimpin langsung prosesi pengukuhan tersebut. Ia menegaskan, Bunda PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan anak usia dini memperoleh akses pendidikan yang layak, layanan kesehatan, keamanan, serta pemenuhan gizi yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Ada tanggung jawab moral yang besar untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini berjalan dengan baik karena PAUD merupakan fondasi awal pembentukan karakter, kreativitas, kemandirian, dan kecerdasan anak,\u201d ujar Neni memberikan arahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Neni, PAUD tidak hanya berperan dalam pengenalan pendidikan dasar bagi anak, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membangun karakter sejak dini. Ia menyebut keluarga sebagai madrasah pertama, sedangkan lembaga PAUD menjadi madrasah kedua dalam proses pembentukan karakter generasi bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Bontang juga menempatkan Bunda PAUD sebagai bagian dari upaya memperluas pemerataan layanan pendidikan, termasuk bagi anak-anak yang berada di wilayah perbatasan. Pemerataan tersebut dinilai penting agar seluruh anak usia dini mendapatkan kesempatan tumbuh dan belajar secara setara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pendidikan, tantangan era digital turut menjadi perhatian. Pemerintah menilai anak usia dini perlu mendapatkan pelindungan melalui penguatan pendidikan agama, moral, dan spiritual agar tidak mudah terpapar konten negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam agenda tersebut, para Bunda PAUD juga mengucapkan ikrar untuk memajukan layanan PAUD bermutu dan menjadikan Indonesia sebagai rumah yang aman bagi anak usia dini. Ikrar itu sejalan dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Neni menambahkan, peran Bunda PAUD juga harus terhubung dengan agenda kesehatan publik, terutama dalam upaya menekan angka tengkes atau stunting. Karena itu, Bunda PAUD diminta bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta pemangku kepentingan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPeran Bunda PAUD tidak hanya pada aspek pendidikan, tetapi juga harus mampu berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kita berharap angka stunting di Kota Bontang terus menurun hingga di bawah 10 persen,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prosesi pengukuhan diisi dengan penyematan selempang, pin, dan penandatanganan berita acara. Kegiatan tersebut disaksikan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, serta Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dukungan lintas sektor turut terlihat dari kehadiran Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bontang, Siti Slamet Mulyati, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta TP PKK Kota Bontang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah organisasi pendidikan juga hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA), dan Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kota Bontang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pengukuhan tersebut, Pemkot Bontang berharap layanan PAUD semakin merata, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan anak usia dini, baik dari sisi pendidikan, karakter, kesehatan, maupun pemenuhan gizi. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Bontang mengukuhkan Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat layanan pendidikan, karakter, kesehatan, dan gizi anak usia dini. BONTANG &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai penggerak layanan pendidikan, kesehatan, gizi, serta pelindungan anak usia dini dari tantangan era digital. Penguatan peran &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":188676,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[32871,32866,32870,32872,17410,32873,32867,7071,20466,26705,26701,32868,32869],"class_list":["post-188666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-abdu-safa-muha","tag-bunda-paud-bontang","tag-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-bontang","tag-generasi-emas-indonesia","tag-neni-moerniaeni","tag-paud-bermutu","tag-paud-bontang","tag-pemkot-bontang","tag-pendidikan-anak-usia-dini","tag-ppid-setda-bontang","tag-stunting-bontang","tag-tengkes","tag-tp-pkk-bontang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188666"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":188684,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188666\/revisions\/188684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/188676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}