{"id":1887,"date":"2014-06-06T19:25:24","date_gmt":"2014-06-06T11:25:24","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=1887"},"modified":"2022-10-16T20:24:56","modified_gmt":"2022-10-16T12:24:56","slug":"bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/","title":{"rendered":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau <em>fogging<\/em> mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk <em>Aedes Aegypti <\/em>dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia.<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\">\nKepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut bisa ikut mati.<\/p>\n<p>\u201c<em>Fogging<\/em> ini berbahaya jika terlalu sering. Bisa menimbulkan kanker. Dua sopir yang biasa membawa alat <em>fogging<\/em> meninggal dunia diduga gara-gara itu (pengasapan),\u201d akunya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nPerempuan berkerudung ini menjelaskan, kedua sopir yang merupakan pegawai Diskes Balikpapan itu sudah mengabdi lama. Lebih dari lima tahun. Berkaca dari kasus itu, pihaknya berupaya petugas yang berjumlah 12 orang ini menggunakan pengamanan, seperti sarung tangan dan masker. Setelah bertugas, mereka diharuskan minum susu khusus, antikanker yang telah disiapkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nSelain membahayakan, kata dia, mulai mengurangi pengasapan ini karena biayanya cukup mahal. Sekali pengasapan di lahan seluas 5.000 meter persegi bisa menghabiskan dana sebesar Rp 1,5 juta.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\nSebagai penggantinya, yakni dengan menyebar bubuk abate. Meski demikian, biayanya juga selangit. Satu ton pengadaan bubuk abate bisa menghabiskan Rp 600 hingga 800 juta. \u201cSetiap tahun, kami memerlukan lima ton,\u201d tuturnya. [] RedFj\/KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1891,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[],"class_list":["post-1887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"main-administrator\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-06-06T11:25:24+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-16T12:24:56+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#blogposting\",\"name\":\"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo\",\"headline\":\"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":1891},\"datePublished\":\"2014-06-06T19:25:24+08:00\",\"dateModified\":\"2022-10-16T20:24:56+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Balikpapan, Kalimantan Timur\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Timur\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Timur\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/#listItem\",\"name\":\"Balikpapan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Balikpapan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#listItem\",\"name\":\"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Timur\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kota-balikpapan\\\/#listItem\",\"name\":\"Balikpapan\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/\",\"name\":\"main-administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"main-administrator\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/\",\"name\":\"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo\",\"description\":\"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/kaltim-administrator\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":1891,\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#mainImage\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2014-06-06T19:25:24+08:00\",\"dateModified\":\"2022-10-16T20:24:56+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo","description":"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#blogposting","name":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo","headline":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":1891},"datePublished":"2014-06-06T19:25:24+08:00","dateModified":"2022-10-16T20:24:56+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#webpage"},"articleSection":"Balikpapan, Kalimantan Timur"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","name":"Kalimantan Timur"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Timur","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/#listItem","name":"Balikpapan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/#listItem","position":3,"name":"Balikpapan","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#listItem","name":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","name":"Kalimantan Timur"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#listItem","position":4,"name":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/#listItem","name":"Balikpapan"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/","name":"main-administrator","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/37cd82c511f1c8bff288be47da4c6998dacb5112777142229b74cf30c6590581?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"main-administrator"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/","name":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo","description":"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/kaltim-administrator\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":1891,"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#mainImage"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/#mainImage"},"datePublished":"2014-06-06T19:25:24+08:00","dateModified":"2022-10-16T20:24:56+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo","og:description":"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2014-06-06T11:25:24+00:00","article:modified_time":"2022-10-16T12:24:56+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi - Berita Borneo","twitter:description":"Dianggap membahayakan, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengasapan atau fogging mulai dikurangi Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Pasalnya, memberantas nyamuk Aedes Aegypti dengan bahan kimia itu bisa menyebabkan kanker bagi manusia. Kepala Diskes Balikpapan Dyah Muryani, pengasapan juga membahayakan bagi binatang lainnya, seperti semut dan burung. Begitu juga dengan tumbuhan yang terkena bahan kimia tersebut","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"1887","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2023-06-28 21:21:06","updated":"2025-06-04 05:01:35","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/\" title=\"Kalimantan Timur\">Kalimantan Timur<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/\" title=\"Balikpapan\">Balikpapan<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tBisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Timur","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/"},{"label":"Balikpapan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kota-balikpapan\/"},{"label":"Bisa Picu Kanker, Fogging Dikurangi","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bisa-picu-kanker-fogging-dikurangi\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1887"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22875,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1887\/revisions\/22875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}