{"id":188824,"date":"2026-06-03T15:37:08","date_gmt":"2026-06-03T07:37:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=188824"},"modified":"2026-06-03T15:52:14","modified_gmt":"2026-06-03T07:52:14","slug":"cegah-tengkes-pemkot-bontang-perkuat-komunikasi-71-tenaga-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cegah-tengkes-pemkot-bontang-perkuat-komunikasi-71-tenaga-kesehatan\/","title":{"rendered":"Cegah Tengkes, Pemkot Bontang Perkuat Komunikasi 71 Tenaga Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebanyak 71 tenaga kesehatan mengikuti orientasi KAP untuk memperkuat edukasi pencegahan tengkes, PHBS, dan sanitasi kepada masyarakat Bontang.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat kemampuan komunikasi 71 tenaga kesehatan agar edukasi pencegahan tengkes atau stunting lebih mudah dipahami masyarakat. Penguatan itu dilakukan melalui Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antarpribadi (KAP) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang di Hotel Equator Bontang, mulai Rabu (03\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan edukasi kesehatan di lapangan, terutama dalam mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, perbaikan sanitasi, serta penguatan peran keluarga dalam mencegah tengkes sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menjelaskan, orientasi KAP menjadi bagian dari upaya membekali tenaga kesehatan dengan keterampilan komunikasi yang santun, empatik, dan efektif saat berinteraksi langsung dengan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini juga disebut sebagai implementasi Pilar Kedua Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, sebagaimana diberitakan Ppid Setda, Rabu (03\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memperkuat materi, Dinkes Bontang menghadirkan narasumber dari Forum KAP Jakarta dan Dinkes Kabupaten Kulon Progo. Peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga diarahkan melakukan praktik lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Praktik tersebut dilakukan dengan menyapa warga di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), kelas ibu hamil, Bina Keluarga Balita (BKB), serta institusi sekolah. Melalui kegiatan itu, tenaga kesehatan dilatih menyampaikan pesan kesehatan secara persuasif dan mudah dipahami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Materi edukasi yang disampaikan mencakup penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), perbaikan sanitasi lingkungan, serta pentingnya keterlibatan keluarga dalam mencegah risiko tengkes pada anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa orientasi KAP harus memberikan hasil nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas aparatur kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelatihan ini harus menghasilkan dampak nyata sehingga target penurunan stunting di Kota Bontang dapat tercapai,\u201d ujar Neni memberikan pesan keteladanan bagi pelayan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Neni mengatakan, komunikasi efektif menjadi kunci utama dalam mengubah perilaku masyarakat. Karena itu, tenaga kesehatan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang edukatif di tengah warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat merupakan investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Bontang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komitmen lintas perangkat daerah dalam kegiatan ini terlihat dari kehadiran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), jajaran Dinkes, serta pimpinan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Bontang. Penguatan kapasitas komunikasi ini diharapkan dapat mempercepat perubahan perilaku masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target penurunan tengkes di Bontang. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 71 tenaga kesehatan mengikuti orientasi KAP untuk memperkuat edukasi pencegahan tengkes, PHBS, dan sanitasi kepada masyarakat Bontang. BONTANG &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat kemampuan komunikasi 71 tenaga kesehatan agar edukasi pencegahan tengkes atau stunting lebih mudah dipahami masyarakat. Penguatan itu dilakukan melalui Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antarpribadi (KAP) yang digelar Dinas Kesehatan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":188831,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[33103,33102,33104,16406,28891,33100,17410,33099,7071,33105,10322,28894,26842,6493,33101,33097,33098],"class_list":["post-188824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-bapperida-bontang","tag-bkb","tag-blud-puskesmas","tag-dinkes-bontang","tag-dp3akb-bontang","tag-komunikasi-antarpribadi","tag-neni-moerniaeni","tag-orientasi-kap","tag-pemkot-bontang","tag-perpres-nomor-72-tahun-2021","tag-phbs","tag-posyandu-bontang","tag-sanitasi-lingkungan","tag-stunting","tag-tenaga-kesehatan-bontang","tag-tengkes-bontang","tag-toetoek-pribadi-ekowati"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188824"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":188843,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188824\/revisions\/188843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/188831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}