{"id":188969,"date":"2026-06-04T18:24:35","date_gmt":"2026-06-04T10:24:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=188969"},"modified":"2026-06-04T18:29:09","modified_gmt":"2026-06-04T10:29:09","slug":"korea-utara-pamer-pabrik-uranium-ketegangan-kawasan-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/korea-utara-pamer-pabrik-uranium-ketegangan-kawasan-meningkat\/","title":{"rendered":"Korea Utara Pamer Pabrik Uranium, Ketegangan Kawasan Meningkat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Korea Utara mengungkap fasilitas baru produksi uranium di tengah ambisi Kim Jong Un memperkuat daya tempur nuklir negaranya.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nPYONGYANG<\/strong> &#8211; Ambisi nuklir Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau fasilitas baru produksi uranium yang disebut dapat digunakan sebagai bahan pembuatan senjata nuklir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam laporan media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), fasilitas itu disebut menggunakan \u201cteknologi yang lebih canggih\u201d. Namun, KCNA tidak merinci lokasi fasilitas maupun sejak kapan tempat tersebut beroperasi, sebagaimana diwartakan Kompas, Kamis, (04\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kim menyatakan kebutuhan memperkuat persenjataan nuklir negaranya semakin mendesak di tengah konfrontasi dengan \u201cmusuh yang paling ganas.\u201d Ia juga menyebut kapasitas produksi uranium untuk bahan senjata nuklir meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah bertemu sejumlah pejabat tinggi di fasilitas tersebut, Kim mengatakan telah \u201cmenegaskan urutan prioritas terkait pelaksanaan rencana ambisius jangka panjang yang dirancang untuk memperkuat kekuatan nuklir negara secara besar-besaran,\u201d menurut KCNA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Foto-foto yang dirilis KCNA diduga memperlihatkan ruang sentrifus. Ruangan itu mengindikasikan fasilitas tersebut kemungkinan digunakan untuk memperkaya uranium hingga tingkat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan senjata nuklir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah terbaru Pyongyang dinilai sejalan dengan strategi Kim untuk memperbesar kekuatan nuklir dalam menghadapi Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Korea Utara selama ini memandang senjata nuklir sebagai alat penangkal utama terhadap tekanan kedua negara tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korea Utara juga telah lama dikenai sanksi internasional akibat pengembangan senjata nuklir dan teknologi rudal balistik. Namun, Pyongyang berulang kali mengabaikan pembatasan itu dan tetap melanjutkan program nuklirnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada September 2024, Korea Utara untuk pertama kalinya mengungkap fasilitas pengayaan uranium rahasia. Saat itu, Kim juga menyerukan perluasan daya tempur nuklir negaranya secara besar-besaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi pada April lalu menyebut lembaganya telah mengonfirmasi adanya \u201cpeningkatan aktivitas yang cepat\u201d di sejumlah fasilitas nuklir Korea Utara. Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa program nuklir Pyongyang akan terus berkembang dan meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korea Utara mengungkap fasilitas baru produksi uranium di tengah ambisi Kim Jong Un memperkuat daya tempur nuklir negaranya. PYONGYANG &#8211; Ambisi nuklir Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau fasilitas baru produksi uranium yang disebut dapat digunakan sebagai bahan pembuatan senjata nuklir. Dalam laporan media pemerintah Korea Utara, Korean &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":188974,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2254],"tags":[9642,33256,21043,16274,8826,8570,8509,33257,11861,21714],"class_list":["post-188969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-fasilitas-uranium","tag-iaea","tag-kcna","tag-kim-jong-un","tag-korea-selatan","tag-korea-utara","tag-program-nuklir-korea-utara","tag-pyongyang","tag-senjata-nuklir"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188969"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":188975,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188969\/revisions\/188975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/188974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}