{"id":188976,"date":"2026-06-04T18:40:36","date_gmt":"2026-06-04T10:40:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=188976"},"modified":"2026-06-04T18:41:10","modified_gmt":"2026-06-04T10:41:10","slug":"api-misterius-muncul-80-kali-ugm-telusuri-limbah-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/api-misterius-muncul-80-kali-ugm-telusuri-limbah-ayam\/","title":{"rendered":"Api Misterius Muncul 80 Kali, UGM Telusuri Limbah Ayam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim UGM menduga api berulang di rumah Mutfiana berkaitan dengan gas hidrogen dari fermentasi limbah organik pemotongan ayam.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>YOGYAKARTA<\/strong> &#8211; Tim pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) merekomendasikan pembukaan sirkulasi udara, pemasangan blower, serta pemindahan barang mudah terbakar dari rumah Mutfiana di Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), setelah kebakaran berulang di lokasi itu diduga berkaitan dengan kemunculan gas hidrogen dari limbah organik pemotongan ayam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinator Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, mengatakan kesimpulan sementara tim menunjukkan api yang muncul berasosiasi dengan temuan gas hidrogen (H2) di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Gas hidrogen diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam,&#8221; kata Alva, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (04\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga Mutfiana diketahui membuka usaha pemotongan ayam di rumah tersebut. Tim UGM juga menduga ada kemungkinan keterlibatan gas fosfin (PH3), senyawa yang lebih mudah terbakar pada suhu kamar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Alva, gas fosfin dapat terbentuk dari material kaya fosfat, seperti tulang dan bagian keras bulu ayam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Gas fosfin ini sayangnya tidak mudah terdeteksi dan akan habis terbakar jika bertemu oksigen. Sangat dimungkinkan gas fosfin tersebut yang memicu terbakarnya gas hidrogen yang keluar bersamaan.Hal ini masih perlu diselidiki secara lebih mendalam,&#8221; papar Alva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim UGM saat ini masih memeriksa kandidat sumber lain, termasuk limbah cair yang sedang dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan penyebab utama kemunculan api yang berulang di rumah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara menunggu hasil lanjutan, tim merekomendasikan agar sirkulasi udara di dalam rumah dibuka selebar-lebarnya. Pemilik rumah juga diminta memasang blower atau kipas angin untuk mencegah kemungkinan rembesan gas berkumpul dalam kadar yang dapat memantik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, barang-barang mudah terbakar diminta segera dikeluarkan dari dalam rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran susulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tim UGM akan membantu melakukan penjenuhan cairan basa (air kapur) pada tanah dan lantai rumah, untuk menekan kemungkinan adanya bakteri Clostridium yang berperan dalam menghasilkan gas hidrogen,&#8221; kata Alva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fenomena api berulang di rumah Mutfiana telah berlangsung hampir dua pekan. Api disebut muncul tiba-tiba dan membakar benda di dalam rumah lebih dari 80 kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dua hari terakhir, titik api bahkan meluas hingga bangunan rumah toko yang digunakan keluarga tersebut untuk mengungsi. Ruko itu berada di sebelah utara rumah Mutfiana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga Mutfiana telah memetakan sedikitnya lebih dari 65 titik api sejak kejadian pertama muncul. Investigasi lanjutan diharapkan dapat memastikan sumber gas dan langkah penanganan permanen agar kejadian serupa tidak kembali terulang. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim UGM menduga api berulang di rumah Mutfiana berkaitan dengan gas hidrogen dari fermentasi limbah organik pemotongan ayam. YOGYAKARTA &#8211; Tim pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) merekomendasikan pembukaan sirkulasi udara, pemasangan blower, serta pemindahan barang mudah terbakar dari rumah Mutfiana di Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), setelah kebakaran berulang di lokasi itu diduga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":188998,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35,9320],"tags":[33308,6686,33310,33309,33312,33311,33306,33307,1771,3109,33305],"class_list":["post-188976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","category-yogyakarta","tag-api-misterius","tag-diy","tag-gas-fosfin","tag-gas-hidrogen","tag-kebakaran-berulang","tag-limbah-pemotongan-ayam","tag-mutfiana","tag-seyegan","tag-sleman","tag-ugm","tag-universitas-gadjah-mada"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188976"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189002,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188976\/revisions\/189002"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/188998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}