{"id":189253,"date":"2026-06-05T22:48:24","date_gmt":"2026-06-05T14:48:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189253"},"modified":"2026-06-06T01:50:01","modified_gmt":"2026-06-05T17:50:01","slug":"ruang-hijau-ikn-diperluas-1-153-pohon-ditanam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ruang-hijau-ikn-diperluas-1-153-pohon-ditanam\/","title":{"rendered":"Ruang Hijau IKN Diperluas, 1.153 Pohon Ditanam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Otorita IKN bersama sejumlah mitra menanam 1.153 pohon di KIPP sebagai bagian dari budaya menanam dan aksi iklim berkelanjutan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUSANTARA<\/strong> &#8211; Budaya menanam mulai dibangun sebagai bagian dari gaya hidup baru di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu terlihat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Embung H, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (05\/06\/2026), dengan penanaman 1.153 pohon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut digelar Otorita IKN bersama Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Artha Graha, Bank Indonesia (BI), Electronic City, Nusantara Park, serta insan Otorita IKN, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Jumat (05\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pohon yang ditanam terdiri atas berbagai jenis, mulai dari balangeran, meranti, kapur, kapuk, ketapang laut, trembesi, tanaman buah, hingga kemiri. Penanaman itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan memperluas ruang hijau di IKN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengangkat tema \u201cAksi Iklim\u201d. Tema tersebut menjadi ajakan untuk merespons dampak perubahan iklim, seperti kekeringan, kebakaran hutan, gelombang panas, dan terganggunya keseimbangan ekosistem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di IKN, aksi iklim diwujudkan melalui kegiatan menanam yang dilakukan secara berkala. Kegiatan itu tidak hanya melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja, tetapi juga masyarakat, komunitas, perusahaan, serta mitra pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, menanam pohon telah menjadi kebiasaan yang terus dijaga di Nusantara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni lifestyle kami. Setiap dua minggu sekali kami menanam. Saat ini sudah lebih dari 16 hektare area yang kami tanami sejak tahun 2024. Kita teruskan budaya kita untuk menanam ini,\u201d ujar Basuki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Basuki, kebiasaan menanam menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik. Lebih dari itu, pembangunan kota juga diarahkan untuk menghadirkan ruang hidup yang selaras dengan alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol partisipasi bersama dalam membangun kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, IKN berupaya menjadikan aksi iklim sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otorita IKN bersama sejumlah mitra menanam 1.153 pohon di KIPP sebagai bagian dari budaya menanam dan aksi iklim berkelanjutan. NUSANTARA &#8211; Budaya menanam mulai dibangun sebagai bagian dari gaya hidup baru di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu terlihat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Embung H, Kawasan Inti &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189285,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,9430],"tags":[33605,29966,10874,12404,33607,33530,7307,165,15554,16214,6487,8083,33606,33604],"class_list":["post-189253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-nusantara","tag-1-153-pohon","tag-aksi-iklim","tag-bank-indonesia","tag-basuki-hadimuljono","tag-budaya-menanam","tag-hari-lingkungan-hidup-sedunia-2026","tag-ibu-kota-nusantara","tag-ikn","tag-kipp-ikn","tag-nusantara-park","tag-otorita-ikn","tag-penanaman-pohon","tag-perbanas","tag-rth-embung-h"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189253"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189296,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189253\/revisions\/189296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}