{"id":189354,"date":"2026-06-06T23:33:07","date_gmt":"2026-06-06T15:33:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189354"},"modified":"2026-06-06T23:36:17","modified_gmt":"2026-06-06T15:36:17","slug":"tanjakan-batu-bangkai-kembali-makan-korban-bus-wisata-gagal-menanjak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tanjakan-batu-bangkai-kembali-makan-korban-bus-wisata-gagal-menanjak\/","title":{"rendered":"Tanjakan Batu Bangkai Kembali Makan Korban, Bus Wisata Gagal Menanjak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Batu Bangkai memunculkan desakan penambahan rambu dan pembersihan badan jalan menuju kawasan wisata Loksado.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>HULU SUNGAI SELATAN <\/b>&#8211; Keselamatan jalur wisata menuju Loksado kembali menjadi sorotan setelah bus pariwisata Perusahaan Umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Perum DAMRI) bernomor polisi DA 7961 PL mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Batu Bangkai, Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (06\/06\/2026) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bus yang membawa rombongan wisatawan dari Banjarmasin menuju kawasan wisata Loksado itu dilaporkan gagal menanjak di ruas jalan yang disebut kerap menjadi titik kecelakaan, sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Sabtu (06\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa (Kades) Lumpangi Fadeli Rahman membenarkan kecelakaan tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Benar ada kecelakaan. Kejadiannya di tanjakan Batu Bangkai Desa Lumpangi. Bus Damri Pariwisata milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan gagal menanjak,&#8221; ujar Fadeli Rahman saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Fadeli, bus tersebut membawa 13 penumpang. Berdasarkan data sementara yang diterimanya, dua orang mengalami luka berat dan enam orang lainnya mengalami luka ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Loksado. Peristiwa itu juga telah ditangani Kepolisian Sektor (Polsek) Loksado.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadeli mengatakan, tanjakan Batu Bangkai memang dikenal rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan yang mengalami kendala saat melintasi jalur menanjak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Memang sering terjadi kecelakaan di situ,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap pemerintah dan pihak terkait memberi perhatian lebih terhadap kondisi jalan menuju kawasan wisata Loksado. Menurutnya, penambahan rambu lalu lintas dan pembersihan badan jalan perlu segera dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Harapan saya mohon diperbanyak rambu-rambu lalu lintas. Kemudian dilakukan pembersihan badan jalan, terutama arah menuju Loksado yang sekarang banyak rumput liar sehingga mempersempit jalan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadeli juga mengimbau wisatawan yang hendak menuju Loksado memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum berangkat, terutama saat melewati jalur menanjak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) HSS Tugiyana menyatakan seluruh korban selamat. Namun, ia menyebut dua orang mengalami luka ringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Para korban selamat dan dua orang mengalami luka ringan,&#8221; kata Tugiyana saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga Sabtu sore, kepolisian masih melakukan penanganan dan pendataan lebih lanjut terkait kecelakaan tunggal tersebut. Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius agar jalur wisata Loksado lebih aman bagi warga maupun wisatawan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Batu Bangkai memunculkan desakan penambahan rambu dan pembersihan badan jalan menuju kawasan wisata Loksado. HULU SUNGAI SELATAN &#8211; Keselamatan jalur wisata menuju Loksado kembali menjadi sorotan setelah bus pariwisata Perusahaan Umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Perum DAMRI) bernomor polisi DA 7961 PL mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Batu Bangkai, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189361,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3030,2276],"tags":[18780,33681,33676,33678,2940,6790,33677,33674,30589,13326,33675,33679,33680],"class_list":["post-189354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-hulu-sungai-selatan-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-bus-damri","tag-bus-wisata-kecelakaan","tag-desa-lumpangi","tag-fadeli-rahman","tag-hss","tag-kalsel","tag-kecamatan-loksado","tag-kecelakaan-loksado","tag-polres-hss","tag-polsek-loksado","tag-tanjakan-batu-bangkai","tag-tugiyana","tag-wisata-loksado"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189354"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189367,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189354\/revisions\/189367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}