{"id":189369,"date":"2026-06-06T23:51:43","date_gmt":"2026-06-06T15:51:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189369"},"modified":"2026-06-06T23:58:07","modified_gmt":"2026-06-06T15:58:07","slug":"tolak-penumpang-dilangsir-sopir-travel-kumai-sampit-dipukul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tolak-penumpang-dilangsir-sopir-travel-kumai-sampit-dipukul\/","title":{"rendered":"Tolak Penumpang Dilangsir, Sopir Travel Kumai-Sampit Dipukul"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang sopir travel jurusan Kumai-Sampit diduga dianiaya dua pria setelah menolak permintaan agar penumpangnya dilangsir di Pelabuhan Panglima Utar.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nKOTAWARINGIN BARAT<\/strong>\u00a0&#8211; Dugaan praktik calo penumpang di Pelabuhan Panglima Utar, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menjadi sorotan setelah seorang sopir travel jurusan Kumai-Sampit diduga dianiaya dua pria di kawasan pelabuhan, Jumat (05\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu diduga bermula saat korban hendak mengantar penumpang kapal menuju Sampit. Namun, korban disebut ditahan oleh seorang pria yang diduga calo penumpang dan diminta menyerahkan penumpang tersebut untuk dilangsir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sepupu korban, Roni, mengatakan korban menolak permintaan itu karena dinilai akan membebani penumpang dengan biaya tambahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sepupu saya dapat penumpang terus mau di langsir oleh mereka, tapi adik saya tidak mau karena bayar dua kali,&#8221; sebut Roni, sebagaimana diberitakan Radar Sampit, Jumat (05\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Roni, penolakan itu memicu kemarahan pria yang diduga calo tersebut. Tidak lama kemudian, korban diduga dipukul oleh dua orang pria di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Salah satu dari mereka memegang adik saya dan satu lagi melakukan pemukulan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat kejadian tersebut, korban mengalami benjol di bagian kepala dan luka lecet pada paha kanan akibat goresan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kejadian, korban mendatangi Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Kumai untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Namun, korban belum menjalani visum karena masih harus mengantar penumpang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Kumai menyebutkan, korban telah datang untuk melaporkan kasus tersebut. Pemeriksaan lanjutan masih menunggu kelengkapan laporan, termasuk hasil visum sebagai bukti pendukung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari informasi yang dihimpun di lokasi, salah satu pria berinisial H disebut merupakan residivis yang pernah tersandung sejumlah kasus, termasuk dugaan pemalsuan tiket dan penganiayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini diharapkan menjadi perhatian aparat terkait untuk menertibkan aktivitas percaloan di kawasan pelabuhan agar tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan penumpang maupun pelaku transportasi resmi. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang sopir travel jurusan Kumai-Sampit diduga dianiaya dua pria setelah menolak permintaan agar penumpangnya dilangsir di Pelabuhan Panglima Utar. KOTAWARINGIN BARAT\u00a0&#8211; Dugaan praktik calo penumpang di Pelabuhan Panglima Utar, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menjadi sorotan setelah seorang sopir travel jurusan Kumai-Sampit diduga dianiaya dua pria di kawasan pelabuhan, Jumat (05\/06\/2026). Peristiwa itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189373,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,9287],"tags":[33685,28596,33682,8710,6001,33684,33686,13673,15425,33683,1072,21554,25627,33687,15781],"class_list":["post-189369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-pangkalan-bun","tag-calo-penumpang","tag-h","tag-kecamatan-kumai","tag-kobar","tag-kotawaringin-barat","tag-kumai-sampit","tag-mapolsek-kumai","tag-pangkalan-bun","tag-pelabuhan-kumai","tag-pelabuhan-panglima-utar","tag-penganiayaan","tag-polsek-kumai","tag-radar-sampit","tag-roni","tag-sopir-travel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189374,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189369\/revisions\/189374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}