{"id":189385,"date":"2026-06-06T19:05:19","date_gmt":"2026-06-06T11:05:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189385"},"modified":"2026-06-07T00:08:56","modified_gmt":"2026-06-06T16:08:56","slug":"ac-rumah-warga-berau-jadi-sarang-enam-ular-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ac-rumah-warga-berau-jadi-sarang-enam-ular-hijau\/","title":{"rendered":"AC Rumah Warga Berau Jadi Sarang Enam Ular Hijau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Petugas Damkar Berau mengevakuasi enam ular hijau dari dalam AC rumah warga dan mengimbau masyarakat tidak menangani ular tanpa bantuan petugas.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU<\/strong> &#8211; Warga diminta tidak menangani sendiri ular yang masuk ke rumah setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mengevakuasi enam ekor ular hijau dari dalam pendingin udara (air conditioner\/AC) di rumah warga Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu terjadi di rumah Laely pada Selasa (02\/06\/2026) sekitar pukul 22.22 Wita. Awalnya, pemilik rumah hanya melaporkan keberadaan satu ekor ular hijau yang bersembunyi di dalam AC.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menerima laporan, petugas Pos Damkar Labanan mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan. Saat bodi AC dibuka, petugas justru menemukan beberapa ular hijau lain berada di celah sempit bagian belakang mesin AC.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Pos Damkar Labanan Dwi Susilo mengatakan, jumlah ular yang ditemukan lebih banyak dari laporan awal warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat dilakukan pengecekan di sekitar AC, ternyata ditemukan enam ekor ular hijau dan semuanya berhasil dievakuasi dengan aman,&#8221; ujarnya, sebagaimana diwartakan Tribunkaltim, Jumat (05\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena ular berada di bagian sempit dan lembap di sekitar mesin AC. Petugas menggunakan alat khusus untuk menarik ular satu per satu agar tidak membahayakan penghuni rumah maupun petugas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dwi menjelaskan, ular yang dievakuasi merupakan jenis ular hijau daun yang memiliki bisa rendah. Namun, ia menegaskan warga tetap perlu waspada karena tidak semua ular hijau aman. &#8220;Tetapi tetap harus berhati-hati, karena ada juga jenis ular hijau yang berbahaya, terutama yang memiliki ekor berwarna merah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengimbau masyarakat segera menghubungi petugas apabila menemukan ular di lingkungan rumah. Warga tidak disarankan mencoba menangkap atau mengusir ular sendiri karena berisiko salah mengenali jenis ular dan terkena gigitan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau menemukan ular, lebih baik hubungi petugas. Jangan sampai niat mengusir malah berakhir masuk rumah sakit,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu menjadi pengingat bagi warga agar rutin memeriksa area rumah yang lembap, tertutup, atau jarang dibersihkan, termasuk bagian AC, plafon, gudang, dan saluran air, karena lokasi tersebut dapat menjadi tempat persembunyian hewan liar. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas Damkar Berau mengevakuasi enam ular hijau dari dalam AC rumah warga dan mengimbau masyarakat tidak menangani ular tanpa bantuan petugas. BERAU &#8211; Warga diminta tidak menangani sendiri ular yang masuk ke rumah setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mengevakuasi enam ekor ular hijau dari dalam pendingin udara (air conditioner\/AC) di rumah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189390,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[82,19654,21480,16971,20374,33705,9680,17415,33707,33706],"class_list":["post-189385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-berau","tag-damkar-berau","tag-disdamkarmat-berau","tag-evakuasi-ular","tag-keselamatan-warga","tag-labanan-makmur","tag-tanjung-redeb","tag-teluk-bayur","tag-ular-di-ac","tag-ular-hijau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189385"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189396,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189385\/revisions\/189396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}