{"id":189416,"date":"2026-06-06T14:39:52","date_gmt":"2026-06-06T06:39:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189416"},"modified":"2026-06-07T00:44:33","modified_gmt":"2026-06-06T16:44:33","slug":"penikaman-maut-di-chitose-korban-dan-tersangka-sama-sama-wni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penikaman-maut-di-chitose-korban-dan-tersangka-sama-sama-wni\/","title":{"rendered":"Penikaman Maut di Chitose, Korban dan Tersangka Sama-sama WNI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kepolisian Hokkaido menangkap seorang pria WNI setelah perempuan Indonesia bernama Sri Rahayu tewas ditikam di jalanan Chitose, Jepang.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TOKYO<\/strong> &#8211; Kepolisian Hokkaido menyelidiki kasus tewasnya seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Sri Rahayu (21) setelah ditikam di jalanan Chitose, Hokkaido, Jepang, Kamis (04\/06\/2026) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang pria WNI bernama Mahmudi Agung Laksana Aji (27) telah ditangkap di lokasi kejadian karena diduga terlibat dalam penikaman mematikan tersebut. Kasus ini kini ditangani sebagai dugaan pembunuhan oleh kepolisian setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden itu bermula ketika layanan darurat Hokkaido menerima laporan dari seorang pejalan kaki tentang adanya seorang pria membawa pisau dapur di trotoar kawasan Chitose sekitar pukul 21.10 waktu setempat, sebagaimana diberitakan Detik, Sabtu (06\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat personel Kepolisian Chitose dan Kepolisian Hokkaido tiba di lokasi, mereka menemukan Sri Rahayu mengalami sejumlah luka tusuk di tubuhnya, termasuk pada bagian perut. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat, tetapi dinyatakan meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sri Rahayu diketahui tinggal di distrik Fuji 3-chome, Chitose. Sementara itu, tersangka disebut tinggal di Prefektur Chiba dan mengaku bekerja sebagai karyawan paruh waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepolisian Chitose menyebut tersangka mengakui perbuatannya kepada penyidik. &#8220;Saya telah menusuknya dengan niat membunuh.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan keterangan kepolisian, tersangka diduga menusuk korban beberapa kali menggunakan pisau di ruas jalan kawasan Shinano 1-chome, Chitose. Polisi juga menemukan dua pisau dapur di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain korban meninggal, seorang personel Kepolisian Chitose mengalami luka sayatan pada tangan dan kaki saat berupaya menangkap tersangka. Seorang pria lain yang disebut sebagai kenalan korban juga mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Luka yang dialami anggota kepolisian dan kenalan korban dilaporkan tidak mengancam nyawa. Namun, motif penikaman hingga kini belum diketahui secara jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyidik menduga tersangka dan korban saling mengenal. Kepolisian setempat masih mendalami hubungan keduanya, kronologi penikaman, serta kemungkinan dakwaan pembunuhan terhadap tersangka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan dua WNI di Jepang dan menunjukkan pentingnya perlindungan keselamatan warga negara di luar negeri, sekaligus penegakan hukum terhadap tindak kekerasan yang menghilangkan nyawa. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepolisian Hokkaido menangkap seorang pria WNI setelah perempuan Indonesia bernama Sri Rahayu tewas ditikam di jalanan Chitose, Jepang. TOKYO &#8211; Kepolisian Hokkaido menyelidiki kasus tewasnya seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Sri Rahayu (21) setelah ditikam di jalanan Chitose, Hokkaido, Jepang, Kamis (04\/06\/2026) malam. Seorang pria WNI bernama Mahmudi Agung Laksana Aji (27) telah ditangkap &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189421,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[33740,23377,33746,21698,33742,33741,33739,33744,33743,33748,33747,33738,33745,33737],"class_list":["post-189416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-chitose","tag-detik","tag-fuji-chitose","tag-hokkaido","tag-kepolisian-chitose","tag-kepolisian-hokkaido","tag-mahmudi-agung-laksana-aji","tag-pembunuhan-wni","tag-penikaman-di-jepang","tag-pisau-dapur","tag-shinano-chitose","tag-sri-rahayu","tag-warga-indonesia-di-jepang","tag-wni-tewas-di-jepang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189416"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189416\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189431,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189416\/revisions\/189431"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}