{"id":189439,"date":"2026-06-06T13:54:36","date_gmt":"2026-06-06T05:54:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189439"},"modified":"2026-06-07T00:57:43","modified_gmt":"2026-06-06T16:57:43","slug":"drama-evakuasi-pendaki-ilegal-semeru-berakhir-setelah-4-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/drama-evakuasi-pendaki-ilegal-semeru-berakhir-setelah-4-hari\/","title":{"rendered":"Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Semeru Berakhir Setelah 4 Hari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gunung Semeru, pendaki ilegal Semeru, Cakra, SAR Surabaya, Nanang Sigit, jalur ilegal Candi Jawar Purbakala, jurang 375 meter, evakuasi pendaki, slope rescue, Dinkes Kabupaten Malang, aktivitas vulkanik Semeru, operasi SAR.<\/em><br \/>\n<b><br \/>\nJAWA TIMUR <\/b>&#8211; Operasi penyelamatan pendaki ilegal Gunung Semeru, Cakra, 18 tahun, menjadi peringatan keras tentang bahaya mendaki melalui jalur terlarang saat aktivitas vulkanik masih berisiko. Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue\/SAR) gabungan membutuhkan empat hari untuk mengevakuasi korban dari jurang sedalam 375 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cakra, pemuda asal Malang, Jawa Timur (Jatim), berhasil dievakuasi pada Jumat (05\/06\/2026) pukul 19.26 WIB setelah sebelumnya dilaporkan terjatuh ke jurang pada Senin (01\/06\/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan proses evakuasi berlangsung berat karena medan curam, minim titik pijakan aman, tertutup debu vulkanik, serta terganggu kabut tebal, sebagaimana diberitakan Cnnindonesia, Sabtu (06\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Informasi dari tim di lapangan menyebutkan kondisi permukaan tanah di beberapa lokasi tertutup debu vulkanik. Menjelang sore hari, tim SAR gabungan juga harus lebih berhati-hati karena kabut mulai menutup pandangan,&#8221; kata Nanang, Jumat (05\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden itu bermula saat korban nekat mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal Candi Jawar Purbakala pada Sabtu (30\/05\/2026), meski kawasan pendakian masih ditutup akibat aktivitas vulkanik. Sebelum kehilangan kontak, korban sempat mengirimkan titik koordinat terakhir dan meminta pertolongan kepada orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencapai lokasi korban, tim SAR gabungan harus berjalan kaki sekitar delapan jam. Saat ditemukan, korban mengalami cedera serius pada kaki kanan sehingga petugas harus memasang bidai untuk mengurangi pergerakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Supaya meminimalisir pergerakan dan agar tidak semakin bengkak, kaki survivor memang harus dibidai,&#8221; ujar Nanang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena posisi korban berada di jurang curam, proses evakuasi dilakukan menggunakan metode slope rescue, yakni teknik penyelamatan dengan tandu lipat yang ditarik menggunakan sistem tali. Penarikan korban dilakukan bertahap sejak Kamis (04\/06\/2026) siang dengan pengamanan ketat di sisi kanan dan kiri jalur evakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dari jurang, survivor dievakuasi dengan slope rescue menuju titik kumpul tim SAR gabungan yang ada di atas. Setelah itu, korban ditandu turun menuju posko,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beratnya medan membuat tim evakuasi beberapa kali harus berhenti untuk memulihkan tenaga. Pada Jumat pukul 14.30 WIB, tim SAR gabungan meminta waktu beristirahat. Posko kemudian memberangkatkan empat personel tambahan untuk membawa logistik sekaligus membantu evakuasi hingga ke posko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setibanya di posko, korban mendapatkan penanganan darurat dari paramedis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang sebelum diserahkan kepada keluarga. Operasi ini melibatkan sedikitnya 60 personel dari berbagai unsur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah seluruh personel dan peralatan dipastikan lengkap melalui evaluasi akhir atau debriefing, operasi SAR resmi ditutup. Nanang mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dan mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan pendakian melalui jalur ilegal, terutama ketika aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih fluktuatif dan dapat membahayakan keselamatan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Semeru, pendaki ilegal Semeru, Cakra, SAR Surabaya, Nanang Sigit, jalur ilegal Candi Jawar Purbakala, jurang 375 meter, evakuasi pendaki, slope rescue, Dinkes Kabupaten Malang, aktivitas vulkanik Semeru, operasi SAR. JAWA TIMUR &#8211; Operasi penyelamatan pendaki ilegal Gunung Semeru, Cakra, 18 tahun, menjadi peringatan keras tentang bahaya mendaki melalui jalur terlarang saat aktivitas vulkanik masih &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189445,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9290,35],"tags":[27332,33783,33790,33788,14719,33786,33787,33785,14243,33782,33784,33789],"class_list":["post-189439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-timur","category-berita-nasional","tag-aktivitas-vulkanik-semeru","tag-cakra","tag-dinkes-kabupaten-malang","tag-evakuasi-pendaki","tag-gunung-semeru","tag-jalur-ilegal-candi-jawar-purbakala","tag-jurang-375-meter","tag-nanang-sigit","tag-operasi-sar","tag-pendaki-ilegal-semeru","tag-sar-surabaya","tag-slope-rescue"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189439"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189446,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189439\/revisions\/189446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}