{"id":189540,"date":"2026-06-07T22:00:08","date_gmt":"2026-06-07T14:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189540"},"modified":"2026-06-08T00:02:36","modified_gmt":"2026-06-07T16:02:36","slug":"lubang-tambang-kaltim-kembali-telan-korban-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lubang-tambang-kaltim-kembali-telan-korban-jiwa\/","title":{"rendered":"Lubang Tambang Kaltim Kembali Telan Korban Jiwa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Muhammad Ali Wardana menjadi korban ke-53 lubang tambang di Kaltim setelah ditemukan meninggal di danau alam kawasan konsesi PT ECI di Palaran.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Persoalan keselamatan kawasan tambang di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, kembali menjadi sorotan setelah Muhammad Ali Wardana, warga Bantuas, ditemukan meninggal dunia di danau alam kawasan Gelinggang RT 06, Handil Bakti, Sabtu (06\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban berusia 29 tahun itu ditemukan tak bernyawa setelah sebelumnya masuk ke kawasan konsesi tambang PT Energi Cahaya Industritama (ECI) bersama ayahnya sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Mereka diketahui masuk melalui akses Jalan Pit Karyawan di area konsesi tambang tersebut, sebagaimana diberitakan Eksposkaltim, Sabtu, (06\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Palaran Iswanto mengatakan, korban dan ayahnya datang ke lokasi dengan membawa peralatan memancing serta senapan angin. Setibanya di lokasi, ayah korban memancing, sedangkan korban pergi berburu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekitar 15 menit kemudian ayah korban tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong. Saat berlari menuju sumber suara korban sudah tidak terlihat lagi,&#8221; ujar Kompol Iswanto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah korban sempat melakukan pencarian secara mandiri sekitar 30 menit. Namun, karena tidak menemukan korban, ia kemudian meminta bantuan kepada pekerja tambang yang berada sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pencarian akhirnya menemukan titik terang sekitar pukul 14.10 Wita setelah warga yang ikut membantu melihat helaian rambut mengapung di permukaan air. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Palaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNamun dokter jaga menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia,\u201d ungkap Kompol Iswanto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan. Polisi menyatakan penyebab kematian korban murni akibat tenggelam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga disebut menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menambah panjang daftar korban meninggal di lubang tambang Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Muhammad Ali Wardana menjadi korban ke-53 yang meninggal di lubang tambang Kaltim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jatam Kaltim juga mencatat korban merupakan orang keempat yang meninggal di area tambang milik PT ECI. Sebelumnya, Nadia Zaskia Putri meninggal pada 2014, disusul Dias Mahendra dan Edi Kurniawan pada 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jatam Kaltim menilai peristiwa tersebut kembali menunjukkan persoalan keselamatan dan pengelolaan lubang tambang yang belum tuntas. Organisasi itu mendesak adanya investigasi menyeluruh, audit terhadap lubang tambang PT ECI, serta penegakan hukum apabila ditemukan unsur kelalaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga berita ini disusun, PT ECI belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius terhadap pengamanan kawasan tambang agar kejadian serupa tidak kembali merenggut korban jiwa. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muhammad Ali Wardana menjadi korban ke-53 lubang tambang di Kaltim setelah ditemukan meninggal di danau alam kawasan konsesi PT ECI di Palaran. SAMARINDA &#8211; Persoalan keselamatan kawasan tambang di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, kembali menjadi sorotan setelah Muhammad Ali Wardana, warga Bantuas, ditemukan meninggal dunia di danau alam kawasan Gelinggang RT 06, Handil Bakti, Sabtu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189547,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[33928,33927,19711,33929,1182,1656,19708,33921,33920,33924,19979,33922,33923,609,33926,33925],"class_list":["post-189540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-bantuas","tag-gelinggang","tag-handil-bakti","tag-iswanto","tag-jatam-kaltim","tag-kaltim","tag-kapolsek-palaran","tag-korban-lubang-tambang","tag-lubang-tambang","tag-muhammad-ali-wardana","tag-palaran","tag-pt-eci","tag-pt-energi-cahaya-industritama","tag-samarinda","tag-tambang-palaran","tag-tambang-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189540"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189554,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189540\/revisions\/189554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}