{"id":189594,"date":"2026-06-07T13:39:24","date_gmt":"2026-06-07T05:39:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189594"},"modified":"2026-06-08T17:43:17","modified_gmt":"2026-06-08T09:43:17","slug":"viral-rusa-makan-sampah-pemkot-solo-tata-taman-sriwedari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/viral-rusa-makan-sampah-pemkot-solo-tata-taman-sriwedari\/","title":{"rendered":"Viral Rusa Makan Sampah, Pemkot Solo Tata Taman Sriwedari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Solo menyiapkan penangkaran dan penataan kawasan Taman Sriwedari setelah rusa koleksi di area itu viral karena terlihat mencari makanan di tempat sampah.<\/em><br \/>\n<b><br \/>\nJAWA TENGAH <\/b>&#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan penataan kawasan Taman Sriwedari setelah sejumlah rusa koleksi di area tersebut viral di media sosial karena terlihat mencari makanan di tempat sampah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu mencuat setelah akun Threads @bobbypratm mengunggah foto dan cerita saat melihat rusa mengorek tempat sampah di kawasan Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Minggu (07\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tadi makan mie di miesaerah57, lokasinya ada di Sriwedari, Surakarta. Pas sudah selesai makan, agak kaget dan miris sih ada rusa yang mengorek-ngorek tempat sampah buat cara makan,&#8221; tulis akun bobbypratm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Si rusa ternyata makan sampah. Sebagai orang yang jarang ke Surakarta, jujur aku agak shock sih, apakah setidak terurus itu rusa di sana?&#8221; tanya bobbypratm dalam unggahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menindaklanjuti hal itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Astrid Widayani meninjau langsung Taman Sriwedari untuk memastikan kondisi rusa sekaligus mengevaluasi pengelolaan kawasan wisata tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Astrid juga menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur terkait guna merumuskan langkah penataan kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Banyak masukan dari masyarakat terkait kondisi yang ada saat ini, termasuk perlunya penataan yang lebih baik dan pengembangan penangkaran agar rusa tetap berada di area yang nyaman, aman, dan lingkungannya bersih. Ini menjadi perhatian kami bersama,&#8221; kata Astrid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, terdapat 31 ekor rusa di Taman Sriwedari. Pemkot Solo menilai keberadaan satwa tersebut membutuhkan perhatian rutin, termasuk dari sisi pakan, kesehatan, kebersihan lingkungan, dan pembatasan ruang gerak agar tidak mendekati tempat sampah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Disbudpar Kota Solo Maretha Dinar Cahyono mengatakan rusa di kawasan itu selama ini mendapat perawatan dari penjaga serta pemantauan kesehatan berkala oleh dokter hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami selalu menyiapkan dokter hewan untuk memantau kesehatan rusa secara berkala. Selain itu, kami juga melakukan pelaporan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam setiap tiga bulan sekali sebagai bagian dari pengelolaan penangkaran yang telah memperoleh izin sejak November 2025,&#8221; ujar Maretha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai tindak lanjut, Taman Sriwedari akan menyiapkan penangkaran rusa. Langkah itu diharapkan dapat memberi ruang hidup yang lebih tertata, aman, dan bersih, sekaligus tetap membuka ruang interaksi masyarakat dengan satwa sesuai ketentuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami tangkarkan dan memberikan ruang hidup lebih bebas bagi mereka, namun mobilitasnya tidak sampai ke mana-mana. Jadi ada satu ruang khusus dalam kawasan penangkaran di mana masyarakat masih bisa memberikan makan, tetapi di sisi lain hewan ini tidak bisa keluar dari wilayah penangkaran sehingga risiko seperti mendekati tempat sampah dapat diminimalkan,&#8221; lanjut Maretha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Solo berharap penataan tersebut tidak hanya memperbaiki pengelolaan satwa, tetapi juga meningkatkan kualitas Taman Sriwedari sebagai ruang publik dan destinasi wisata yang lebih tertib, bersih, serta ramah bagi pengunjung maupun satwa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Solo menyiapkan penangkaran dan penataan kawasan Taman Sriwedari setelah rusa koleksi di area itu viral karena terlihat mencari makanan di tempat sampah. JAWA TENGAH &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan penataan kawasan Taman Sriwedari setelah sejumlah rusa koleksi di area tersebut viral di media sosial karena terlihat mencari makanan di tempat sampah. Peristiwa itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9331,35],"tags":[34004,4976,34005,34007,34006,34002,34008,34001,34000,14209,34003,34009],"class_list":["post-189594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-tengah","category-berita-nasional","tag-astrid-widayani","tag-bksda","tag-disbudpar-kota-solo","tag-dlh-kota-solo","tag-maretha-dinar-cahyono","tag-pemkot-solo","tag-rusa-makan-sampah","tag-rusa-sriwedari","tag-taman-sriwedari","tag-viral-media-sosial","tag-wawali-solo","tag-wisata-solo"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189594"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189600,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189594\/revisions\/189600"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}