{"id":189631,"date":"2026-06-08T20:09:56","date_gmt":"2026-06-08T12:09:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189631"},"modified":"2026-06-08T20:13:23","modified_gmt":"2026-06-08T12:13:23","slug":"jembatan-rusak-lama-di-serawai-akhirnya-ambruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jembatan-rusak-lama-di-serawai-akhirnya-ambruk\/","title":{"rendered":"Jembatan Rusak Lama di Serawai Akhirnya Ambruk"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Jembatan Sungai Pembunuh 4 di Serawai ambruk saat dilintasi truk bermuatan, membuat akses warga terganggu dan memicu desakan penanganan cepat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SINTANG<\/strong> &#8211; Ambruknya Jembatan Sungai Pembunuh 4 di pusat Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang (Sintang), Minggu (07\/06\/2026) pagi, memicu desakan warga agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang segera mempercepat penanganan. Peristiwa itu menyebabkan satu truk bermuatan terperosok ke parit dan akses transportasi masyarakat terganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jembatan kayu tersebut mengalami kerusakan parah setelah sejumlah papan dan balok penyangga patah. Truk yang melintas saat kejadian ikut terbalik ke bagian bawah jembatan yang ambruk, sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Minggu, (07\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga Serawai, Hermanus Hengki, mengatakan masyarakat membutuhkan jembatan yang aman karena jalur tersebut menjadi akses penting untuk aktivitas harian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTruk masuk ke parit. Masyarakat perlu jembatan yang layak dan aman. Harapan kami pemerintah daerah segera memperbaikinya supaya akses kembali lancar,\u201d kata Hermanus Hengki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu langsung menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat berkumpul di lokasi untuk melihat kondisi jembatan sekaligus membantu proses evakuasi kendaraan yang terjebak di reruntuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Serawai-Ambalau Honoratus Guntur mengatakan Jembatan Sungai Pembunuh 4 sudah lama mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut, perbaikan jembatan tersebut sebelumnya telah diusulkan melalui dana pokok pikiran (pokir). Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sintang telah melakukan survei lapangan sebagai tindak lanjut usulan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk rehabilitasi belum diterbitkan hingga jembatan tersebut akhirnya ambruk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJembatan itu sudah disurvei oleh Dinas PU. Rencananya memang akan direhab menggunakan pokir, tetapi RAB-nya belum keluar. Sekarang kondisinya sudah ambruk, sehingga tentu penanganannya harus dihitung kembali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Guntur, kondisi jembatan yang sudah ambruk kemungkinan membuat kebutuhan anggaran berubah dari rehabilitasi menjadi pembangunan atau perbaikan dengan skala lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami meminta dinas terkait memberikan perhatian khusus agar penanganannya bisa segera dilakukan. Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat Serawai,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerusakan infrastruktur jembatan di Sintang sebelumnya juga menjadi perhatian. Sepanjang Mei 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 13 jembatan gantung putus akibat banjir luapan sungai di Sintang. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang sempat melaporkan 11 jembatan rusak hingga putus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan ambruknya Jembatan Sungai Pembunuh 4, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah darurat agar mobilitas warga Serawai kembali normal dan risiko kecelakaan serupa tidak terulang. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jembatan Sungai Pembunuh 4 di Serawai ambruk saat dilintasi truk bermuatan, membuat akses warga terganggu dan memicu desakan penanganan cepat. SINTANG &#8211; Ambruknya Jembatan Sungai Pembunuh 4 di pusat Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang (Sintang), Minggu (07\/06\/2026) pagi, memicu desakan warga agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang segera mempercepat penanganan. Peristiwa itu menyebabkan satu truk bermuatan terperosok &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189638,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,40],"tags":[34066,34068,34067,2941,34064,34063,12555,34065,388,34069],"class_list":["post-189631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sintang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-dprd-sintang","tag-hermanus-hengki","tag-honoratus-guntur","tag-jembatan-rusak","tag-jembatan-serawai-ambruk","tag-jembatan-sungai-pembunuh-4","tag-pemkab-sintang","tag-serawai","tag-sintang","tag-truk-terperosok"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189631"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189631\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189639,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189631\/revisions\/189639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}