{"id":189683,"date":"2026-06-08T23:07:16","date_gmt":"2026-06-08T15:07:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189683"},"modified":"2026-06-08T23:10:46","modified_gmt":"2026-06-08T15:10:46","slug":"festival-lou-bentian-jadi-etalase-budaya-dan-ekonomi-masyarakat-kubar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/festival-lou-bentian-jadi-etalase-budaya-dan-ekonomi-masyarakat-kubar\/","title":{"rendered":"Festival Lou Bentian Jadi Etalase Budaya dan Ekonomi Masyarakat Kubar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Festival Lou Bentian 2026 ditutup dengan harapan menjadi pusat pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat Bentian Besar.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI BARAT &#8211;<\/strong> Festival Lou Bentian 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kecamatan Bentian Besar. Festival yang digelar untuk pertama kalinya itu resmi ditutup pada Senin (08\/06\/2026) di Lou Bentian dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penutupan festival dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kubar Kamius Junaidi, yang mewakili Pemkab Kubar. Turut hadir Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kubar, Ketua Presidium Dewan Adat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bentian Besar, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, yakni PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Teguh Sinar Abadi (TIS), dan PT Bharinto Ekatama (BEK).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum penutupan, masyarakat disuguhi parade budaya yang melibatkan kampung-kampung, sekolah, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kecamatan Bentian Besar. Berbagai kesenian tradisional, kreativitas masyarakat, dan simbol-simbol budaya lokal ditampilkan sebagai wujud komitmen menjaga warisan leluhur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Festival Lou Bentian berawal dari gagasan PT Indo Tambangraya Megah (ITM), perusahaan induk PT TCM, PT TIS, dan PT BEK. Awalnya, perusahaan berencana mendokumentasikan adat dan budaya masyarakat Bentian Besar dalam sebuah buku. Namun gagasan tersebut berkembang menjadi festival budaya yang mampu menghadirkan ruang ekspresi sekaligus pelestarian budaya secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui festival ini, masyarakat menampilkan beragam kekayaan budaya lokal, mulai dari tarian tradisional, seni vokal, kerajinan tangan, hingga olahraga tradisional yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bentian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menjadi panggung budaya, festival juga memberikan peluang bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mempromosikan produk mereka. Kehadiran sektor ekonomi kreatif dinilai mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata budaya di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sambutannya, Kamius Junaidi menilai Festival Lou Bentian memiliki peran strategis dalam mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan budaya, adat, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cFestival ini merupakan pertanda penting dalam membangun dan mengembangkan Lou Bentian sebagai pusat aktivitas budaya, adat istiadat, pariwisata, serta ekonomi masyarakat. Diharapkan ke depan Lou Bentian dapat menjadi wadah bagi berbagai aktivitas kebudayaan dan adat istiadat, sekaligus menampilkan keindahan alam serta berbagai potensi unggulan yang dimiliki sehingga budaya Bentian semakin dikenal luas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamius berharap festival serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar identitas budaya masyarakat Bentian tetap terjaga sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan cendera mata kepada para pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Lou Bentian 2026. Acara kemudian ditutup dengan hiburan rakyat yang disambut antusias masyarakat, sebagaimana diwartakan Kominfo Kubar, Senin (08\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Festival Lou Bentian 2026 menjadi langkah awal memperkenalkan budaya Bentian kepada khalayak yang lebih luas sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Festival Lou Bentian 2026 ditutup dengan harapan menjadi pusat pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat Bentian Besar. KUTAI BARAT &#8211; Festival Lou Bentian 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kecamatan Bentian Besar. Festival yang digelar untuk pertama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189687,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,483],"tags":[34112,32857,34111,34114,34121,32855,19918,26421,1838,1806,32856,34122,34110,1882,1883,24054,34119,32864,34115,34116,34117,34118,32863,34113,34120],"class_list":["post-189683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat","tag-adat-bentian","tag-bentian-besar","tag-budaya-bentian","tag-ekonomi-kreatif-kubar","tag-festival-budaya-kaltim","tag-festival-lou-bentian-2026","tag-kamius-junaidi","tag-kominfo-kubar","tag-kubar","tag-kutai-barat","tag-lou-bentian","tag-masyarakat-adat-bentian","tag-pariwisata-kubar","tag-pelestarian-budaya","tag-pemkab-kubar","tag-pj-sekda-kubar","tag-pt-bek","tag-pt-bharinto-ekatama","tag-pt-itm","tag-pt-tcm","tag-pt-teguh-sinar-abadi","tag-pt-tis","tag-pt-trubaindo-coal-mining","tag-ukm-bentian","tag-wisata-budaya-kalimantan-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189683"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189692,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189683\/revisions\/189692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}