{"id":189800,"date":"2026-06-09T23:20:24","date_gmt":"2026-06-09T15:20:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189800"},"modified":"2026-06-09T23:20:57","modified_gmt":"2026-06-09T15:20:57","slug":"smotrich-jadi-sasaran-sanksi-baru-prancis-soal-palestina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/smotrich-jadi-sasaran-sanksi-baru-prancis-soal-palestina\/","title":{"rendered":"Smotrich Jadi Sasaran Sanksi Baru Prancis soal Palestina"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Prancis menjatuhkan larangan masuk terhadap Bezalel Smotrich karena dinilai mendorong aneksasi Tepi Barat dan penjajahan kembali Gaza.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nPARIS <\/strong>&#8211; Tekanan diplomatik terhadap pejabat sayap kanan Israel kembali menguat setelah Prancis melarang Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memasuki wilayahnya mulai Selasa (09\/06\/2026), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa (09\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Larangan itu diumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot sebagai respons atas sikap Smotrich yang dinilai aktif mendorong aneksasi Tepi Barat dan \u201cpenjajahan kembali\u201d Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Empat pemimpin organisasi pemukim, dan dua puluh satu pemukim yang melakukan kekerasan&#8221; juga dilarang memasuki wilayah Prancis, tulis Jean-Noel Barrot di X, dikutip dari AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Barrot juga mengutuk &#8220;tindakan (Israel) yang tidak dapat diterima oleh sebagian besar komunitas internasional yang berkomitmen teguh pada solusi dua negara&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Barrot, sanksi baru itu dijatuhkan terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas peningkatan pembangunan permukiman dan kekerasan di Tepi Barat. Kebijakan tersebut dilakukan Prancis bersama Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Norwegia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Smotrich yang berasal dari Partai Zionis Religius menjadi menteri Israel kedua yang dilarang masuk Prancis dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Prancis juga melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir memasuki wilayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Larangan terhadap Ben Gvir dijatuhkan setelah ia mengejek aktivis yang diikat dan ditangkap tentara Israel dalam armada bantuan menuju Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ben Gvir dan Smotrich dikenal sebagai dua pilar utama dalam koalisi sayap kanan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Prancis, Irlandia juga melarang kedua menteri tersebut dalam beberapa hari terakhir. Inggris lebih dulu menjatuhkan larangan serupa pada Juni tahun lalu, kemudian disusul sejumlah negara lain, termasuk Spanyol dan Slovenia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gelombang larangan itu menunjukkan meningkatnya tekanan internasional terhadap kebijakan Israel di wilayah Palestina, khususnya terkait perluasan permukiman, kekerasan di Tepi Barat, dan masa depan solusi dua negara. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prancis menjatuhkan larangan masuk terhadap Bezalel Smotrich karena dinilai mendorong aneksasi Tepi Barat dan penjajahan kembali Gaza. PARIS &#8211; Tekanan diplomatik terhadap pejabat sayap kanan Israel kembali menguat setelah Prancis melarang Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memasuki wilayahnya mulai Selasa (09\/06\/2026), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa (09\/06\/2026). Larangan itu diumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189815,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[16682,34267,2594,2496,20247,30579,7444,9711,34268,34269,11325],"class_list":["post-189800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional","tag-benjamin-netanyahu","tag-bezalel-smotrich","tag-gaza","tag-israel","tag-itamar-ben-gvir","tag-jean-noel-barrot","tag-palestina","tag-prancis","tag-sanksi-israel","tag-solusi-dua-negara","tag-tepi-barat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189800"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189817,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189800\/revisions\/189817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}