{"id":189802,"date":"2026-06-09T23:12:58","date_gmt":"2026-06-09T15:12:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189802"},"modified":"2026-06-09T23:20:36","modified_gmt":"2026-06-09T15:20:36","slug":"dua-dekade-berlalu-lumpur-lapindo-kembali-ancam-porong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dua-dekade-berlalu-lumpur-lapindo-kembali-ancam-porong\/","title":{"rendered":"Dua Dekade Berlalu, Lumpur Lapindo Kembali Ancam Porong"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Permukaan air dan lumpur Lapindo naik melampaui bibir tanggul lama sehingga PPLS meninggikan tanggul darurat di titik 71.<\/em><br \/>\n<b><br \/>\nJAWA TIMUR <\/b>&#8211; Ancaman luapan lumpur Lapindo kembali membayangi warga di sekitar Porong dan Tanggulangin setelah permukaan air serta lumpur dilaporkan terus naik hingga melampaui bibir tanggul lama. Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) pun meninggikan tanggul darurat di titik 71 untuk mencegah material meluber ke permukiman, jalan, dan jalur vital transportasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peninggian tanggul tersebut dilakukan di kawasan perbatasan Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, dan Kelurahan Ketapang Keres, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo (Sidoarjo), Jawa Timur (Jatim), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa (09\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mantan warga Kelurahan Siring RT 4 RW 1, Kecamatan Porong, Misno, mengatakan aktivitas alat berat sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu. Tiga alat berat disiagakan di lokasi, sementara satu ekskavator bekerja mengeruk tanah untuk mempertebal dan meninggikan tanggul penahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah sejak hari Jumat kemarin alat berat bekerja melakukan peninggian tanggul. Sampai hari ini masih terus dikerjakan,&#8221; kata Misno kepada awak media, Selasa (09\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Misno, kenaikan permukaan lumpur dan air terjadi setelah pembuangan material ke luar area tanggul terhenti. Kondisi itu membuat material tertahan di kolam penampungan hingga melebihi kapasitas tanggul lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sejak tidak ada pembuangan ke Sungai Porong, permukaan air dan lumpur terus naik. Kalau dibiarkan tentu mengkhawatirkan,&#8221; kata Misno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Air dan lumpur terus bertambah. Sekarang permukaannya sudah lebih tinggi dari bibir tanggul lama, makanya tanggul ditinggikan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misno khawatir luapan lumpur tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga mengancam jalur transportasi utama di kawasan Porong. Lokasi tanggul yang berdekatan dengan rel kereta api dan Jalan Raya Porong dinilai membuat penanganan darurat harus dilakukan cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang dikhawatirkan kalau terus naik bisa mengancam rel kereta api dan Jalan Raya Porong,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga Desa Jatirejo RT 12 RW 1, Usmin, membenarkan peninggian tanggul dilakukan untuk menahan air dan lumpur agar tidak keluar dari area penampungan. Ia menyebut pekerjaan tersebut sudah berlangsung sekitar empat hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah sekitar empat hari ini dilakukan peninggian tanggul. Karena memang air dan lumpur terus bertambah, bahkan sudah melewati bibir tanggul yang lama. Kalau tidak segera ditinggikan kemungkinan air dan lumpur sudah meluber keluar,&#8221; kata Usmin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, pekerjaan darurat itu juga memunculkan kekhawatiran baru. Usmin menilai pengambilan material tanah yang terlalu dekat dengan tanggul lama berisiko melemahkan struktur tanggul dan memicu longsor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tanah untuk peninggian diambil sangat dekat dengan tanggul lama. Untuk mengantisipasi longsor dipasang penahan dari gedek dan tiang bambu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semburan lumpur Lapindo telah berlangsung sejak 29 Mei 2006. Bencana ekologi tersebut menenggelamkan ribuan rumah di 16 desa, membuat lebih dari 20 ribu kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal, serta meninggalkan dampak panjang berupa pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, kerugian ekonomi, dan trauma sosial bagi warga terdampak. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permukaan air dan lumpur Lapindo naik melampaui bibir tanggul lama sehingga PPLS meninggikan tanggul darurat di titik 71. JAWA TIMUR &#8211; Ancaman luapan lumpur Lapindo kembali membayangi warga di sekitar Porong dan Tanggulangin setelah permukaan air serta lumpur dilaporkan terus naik hingga melampaui bibir tanggul lama. Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) pun meninggikan tanggul darurat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189804,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9290,35],"tags":[34246,34245,34244,34239,34240,34242,2665,17861,34243,34241],"class_list":["post-189802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-timur","category-berita-nasional","tag-bencana-ekologi","tag-jalan-raya-porong","tag-luapan-lumpur","tag-lumpur-lapindo","tag-porong","tag-ppls","tag-rel-kereta-api","tag-sidoarjo","tag-tanggul-lapindo","tag-tanggulangin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189802"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189806,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189802\/revisions\/189806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}