{"id":189859,"date":"2026-06-09T15:26:36","date_gmt":"2026-06-09T07:26:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=189859"},"modified":"2026-06-10T00:30:20","modified_gmt":"2026-06-09T16:30:20","slug":"sabu-diduga-jadi-doping-pencuri-sawit-di-kotim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sabu-diduga-jadi-doping-pencuri-sawit-di-kotim\/","title":{"rendered":"Sabu Diduga Jadi Doping Pencuri Sawit di Kotim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Petani di Kotim resah karena dugaan peredaran sabu disebut berkaitan dengan aksi pencurian TBS kelapa sawit di kawasan Gapoktanhut Bagendang Raya.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> &#8211; Dugaan peredaran sabu di kawasan lahan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi ancaman ganda bagi petani karena disebut berkaitan dengan aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan berpotensi merusak generasi muda di sekitar kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dugaan itu mencuat setelah muncul informasi dari kalangan petani bahwa sabu diperjualbelikan di kawasan tersebut dengan harga relatif murah. Barang haram itu diduga digunakan sebagian pelaku pencurian sawit sebagai pemacu stamina saat beraksi di kebun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Kelompok Tani Buding Jaya Aturiayadi mengatakan, informasi penggunaan sabu oleh para pencuri sawit sudah kerap terdengar di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBenar, informasinya itu dijual kepada garong sawit untuk memanen buah pada malam hari ataupun siang. Hampir rata-rata memakai narkoba,\u201d kata Aturiayadi, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Selasa, (09\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Aturiayadi, kondisi tersebut membuat persoalan pencurian sawit semakin serius. Masalah yang semula berdampak pada kerugian ekonomi petani kini diduga berkaitan pula dengan peredaran narkoba di kawasan pedesaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi yang beredar di kalangan petani menyebutkan, sabu diduga dijual dalam paket murah mulai Rp50 ribu. Harga tersebut dikhawatirkan membuat narkoba semakin mudah diakses dan memperluas jumlah pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Gapoktanhut Bagendang Raya Dadang menyayangkan apabila lahan yang seharusnya digunakan untuk kegiatan produktif masyarakat justru diduga menjadi lokasi transaksi narkoba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sangat menyayangkan apabila benar ada praktik seperti itu di kawasan lahan kami. Tempat yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pertanian dan kesejahteraan masyarakat malah dikaitkan dengan peredaran narkoba,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dadang menilai dampak sosial dari dugaan peredaran narkoba itu perlu diwaspadai, terutama karena kawasan tersebut berada dekat dengan lingkungan generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang kami sesalkan, di sekitar kawasan ini banyak generasi muda. Jangan sampai mereka melihat hal seperti ini sebagai sesuatu yang biasa. Kalau narkoba semakin mudah didapat, maka yang terancam bukan hanya keamanan kebun, tetapi juga masa depan anak-anak muda di daerah ini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan penindakan apabila dugaan peredaran sabu di kawasan tersebut terbukti. Menurutnya, kawasan pertanian harus dijaga agar tidak menjadi ruang berkembangnya aktivitas kriminal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasyarakat ingin lahan ini bersih dari narkoba dan pencurian sawit. Jika memang ada praktik seperti itu, kami berharap segera ditindak sebelum semakin merusak lingkungan dan generasi muda,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petani di Kotim resah karena dugaan peredaran sabu disebut berkaitan dengan aksi pencurian TBS kelapa sawit di kawasan Gapoktanhut Bagendang Raya. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Dugaan peredaran sabu di kawasan lahan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi ancaman ganda bagi petani karena disebut berkaitan dengan aksi pencurian tandan buah segar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":189866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[34328,34326,34329,34327,34332,34330,4158,34331,16590,25893,8859,30035],"class_list":["post-189859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-aturiayadi","tag-bagendang-raya","tag-dadang","tag-gapoktanhut-bagendang-raya","tag-garong-sawit","tag-kelompok-tani-buding-jaya","tag-kotim","tag-narkoba-di-kebun-sawit","tag-pencurian-sawit","tag-sabu-kotim","tag-sampit","tag-tbs-sawit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189859"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189872,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189859\/revisions\/189872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}