{"id":18987,"date":"2019-10-14T10:25:55","date_gmt":"2019-10-14T10:25:55","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=18987"},"modified":"2019-10-14T10:25:55","modified_gmt":"2019-10-14T10:25:55","slug":"proyek-jalan-desa-rasau-jaya-sungai-keli-sintang-terbengkalai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/proyek-jalan-desa-rasau-jaya-sungai-keli-sintang-terbengkalai\/","title":{"rendered":"Proyek  Jalan Desa Rasau Jaya-Sungai Keli Sintang Terbengkalai"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_18988\" aria-describedby=\"caption-attachment-18988\" style=\"width: 394px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Foto-JalanSei-KeliStg.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-18988\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Foto-JalanSei-KeliStg-227x300.jpg\" alt=\"\" width=\"394\" height=\"521\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-18988\" class=\"wp-caption-text\">Kondisi terakhir pembangunan ruas jalan Rasau Jaya-Sungai Keli Sintang masih berjalan separoh padahal harusnya kontraktor harus menyelesaikan akhir tahun 2019 ini, sehingga warga menganggap proyeknya terbengkalai. (Foto:Darwat Karimin)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SINTANG (Berita Borneo)-Proyek Jalan Ketungau Hulu tepatnya di Ruas Jalan Rasau Jaya \u2013 Sungai Keli Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat yang menelan Dana bersumber dari APBN sebesar kurang lebih Rp.48 milyar.<\/p>\n<p>Sedangkan Pihak Pelaksana PT.Multi Sindo Internasional berdasarkan kontrak kerja bernomor : HK-02.03\/BM\/PJMW\/11\/PKK 2-3 KB\/RJK-10 dengan waktu pelaksana\u00a0 139 hari kalender.<\/p>\n<p>Namun sangat disayangkan sampai saat ini, menurut warga setempat pekerjaan\u00a0 pembangunan jalan tersebut \u00a0jalan ditempat, begitu pula pekerjaannya tidak maksimal yang dilaksanakan oleh Pihak Pelaksana.<\/p>\n<p>\u201cPihak kontraktor pelaksana tidak maksimal dalam mengerjakan pembangunan Jalan Desa Rasau Jaya-Sei Keli, terhingga Terbengkalai,\u2019\u2019kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kepada Beritaborneo.com, Senin (14\/10).<\/p>\n<p>Menurut tokoh masyarakat setempat, mengatakan pekerjaan Jalan Rasau Jaya \u2013 Sei.Kelik mulai dikerjakan pada bulan Juli 2019 dan akan berakhir masa kontraknya pada Desember 2019, namun pekerjaan tersebut sangat jauh dari harapan. Karena pekerjaan tersebut baru berjalan kurang lebih 50% dilaksanakan, bahkan pekerjaan yang dikerjakan tersebut terkesan dikerjakan asalan-asalan.<\/p>\n<p>\u201cSangat disayangkan, apabila Jalan tersebut tidak dilaksanakan secara maksimal oleh Pihak Pelaksana sesuai dengan kontrak yang ada. Karena warga di perbatasan sangat mengharapkan infrastruktur jalan tersebut cepat selesai, sehingga dapat memperlancar transportasi\u00a0 dan\u00a0 kami warga di desa tidak terisolasi.<\/p>\n<p>Selain itu dapat \u00a0membuka akses untuk dapat mendongkrak perekonomian warga masyarakat di desa. Sebab jalan tersebut merupakan akses untuk membuka daerah-daerah lain di di lingkungan desa).<\/p>\n<p>Apabila pembangunan Jalan di Desa Rasau Jaya- Sei.Keli terbengkalai, maka sangat dirugikan. \u201cSelain kami sebagai warga\u00a0 dirugikan, karena proyek jalan tersebut gagal,\u00a0 pemerintah\u00a0 juga dirugikan yang telah\u00a0 menggelontorkan dana puluhan milyar, dana yang signifikan,\u2019\u2019pungkasnya. (Rachmat Effendi\/Darwat Karimin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINTANG (Berita Borneo)-Proyek Jalan Ketungau Hulu tepatnya di Ruas Jalan Rasau Jaya \u2013 Sungai Keli Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat yang menelan Dana bersumber dari APBN sebesar kurang lebih Rp.48 milyar. Sedangkan Pihak Pelaksana PT.Multi Sindo Internasional berdasarkan kontrak kerja bernomor : HK-02.03\/BM\/PJMW\/11\/PKK 2-3 KB\/RJK-10 dengan waktu pelaksana\u00a0 139 hari kalender. Namun sangat disayangkan sampai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18988,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,40],"tags":[570,6101,388,6102,6103],"class_list":["post-18987","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sintang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-proyek-jalan","tag-rasau-jaya","tag-sintang","tag-sungai-keli","tag-terbengkalai"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18987"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18987\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}