{"id":190122,"date":"2026-06-10T15:28:50","date_gmt":"2026-06-10T07:28:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=190122"},"modified":"2026-06-11T01:32:34","modified_gmt":"2026-06-10T17:32:34","slug":"indonesia-ajak-asia-pasifik-siapkan-pekerja-hadapi-era-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/indonesia-ajak-asia-pasifik-siapkan-pekerja-hadapi-era-ai\/","title":{"rendered":"Indonesia Ajak Asia Pasifik Siapkan Pekerja Hadapi Era AI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Indonesia mendorong kerja sama ASPAG untuk memperkuat pelatihan vokasi, pemagangan, dan keterampilan masa depan menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JENEWA<\/strong> &#8211; Indonesia mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan masa depan untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ajakan itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam Asia Pacific Group Ministerial Meeting pada rangkaian International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, sebagaimana dilansir Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (09\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIndonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar,\u201d kata Menaker Yassierli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menaker mengatakan, negara-negara Asia Pasifik menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks, mulai dari pengangguran, meningkatnya pekerjaan informal, risiko pergeseran pekerjaan akibat disrupsi teknologi dan AI, hingga kebutuhan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, kerja sama antarnegara diperlukan agar setiap negara dapat saling berbagi pengalaman, kebijakan, dan praktik baik dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menaker menegaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menempatkan pengembangan keterampilan sebagai prioritas untuk menjawab ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu langkah yang dijalankan adalah Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Program ini memberikan pengalaman kerja terstruktur selama enam bulan di industri dengan dukungan uang saku dari pemerintah setara upah minimum. Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 150.000 peserta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Pemerintah Indonesia menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300.000 peserta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menaker menyebut, kedua program tersebut dirancang inklusif dengan membuka akses setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam forum ASPAG, Indonesia juga membuka ruang kerja sama pada sejumlah bidang prioritas, meliputi pengembangan kurikulum pelatihan vokasi untuk keterampilan masa depan, pembentukan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, pengembangan komunitas di sektor pertanian, serta pembentukan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIndonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan untuk membangun kawasan yang lebih kuat dan tangguh bagi para pekerja,\u201d ujar Menaker.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kerja sama ASPAG, Indonesia ingin memastikan perubahan teknologi dan industri tidak membuat pekerja tertinggal, tetapi menjadi peluang untuk memperluas keterampilan, membuka akses kerja yang lebih adil, dan memperkuat pelindungan pekerja. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia mendorong kerja sama ASPAG untuk memperkuat pelatihan vokasi, pemagangan, dan keterampilan masa depan menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI. JENEWA &#8211; Indonesia mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan masa depan untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI). Ajakan itu disampaikan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":190130,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[9230,9670,34607,34608,34381,34368,19287,18300,15296,34609,19053,25706],"class_list":["post-190122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional","tag-ai","tag-artificial-intelligence","tag-aspag","tag-disrupsi-teknologi","tag-ilc-2026","tag-jenewa","tag-kementerian-ketenagakerjaan","tag-ketenagakerjaan","tag-menaker-yassierli","tag-pekerja-asia-pasifik","tag-pelatihan-vokasi","tag-pemagangan-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190122"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":190131,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190122\/revisions\/190131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}