{"id":190206,"date":"2026-06-11T22:48:46","date_gmt":"2026-06-11T14:48:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=190206"},"modified":"2026-06-11T22:51:17","modified_gmt":"2026-06-11T14:51:17","slug":"pabrik-vape-narkoba-berkedok-labubu-dibongkar-di-medan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pabrik-vape-narkoba-berkedok-labubu-dibongkar-di-medan\/","title":{"rendered":"Pabrik Vape Narkoba Berkedok Labubu Dibongkar di Medan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polrestabes Medan membongkar industri rumahan vape liquid narkotika berkedok kemasan Labubu yang diduga beroperasi dari kos mewah dan menggunakan transaksi kripto.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SUMATERA UTARA<\/strong> &#8211; Modus peredaran narkotika melalui vape liquid berkedok kemasan bergambar Labubu terbongkar setelah Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan menggerebek sebuah industri rumahan di rumah kos mewah di Jalan Flores, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus tersebut menyeret warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial TM dan kekasihnya, warga Indonesia berinisial MWQ. Keduanya ditangkap pada Senin, 17 Mei 2026. Polisi juga masih memburu satu orang lainnya berinisial R yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polrestabes Medan Rafli Yusuf Nugraha mengatakan MWQ berperan mengolah bahan baku, sedangkan pemasaran dikendalikan TM dan R, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (11\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi si MWQ ini tugasnya memasak, mengolah bahan. Dia menaruh vape tadi di resepsionis di kosan. Dan untuk pemasaran tetap dikendalikan tadi oleh TM dan R yang sedang kita kejar,&#8221; kata Rafli saat rilis kasus narkoba di Polrestabes Medan, Kamis (11\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Rafli, TM dan MWQ berkenalan melalui aplikasi kencan pada 2025. Dari perkenalan itu, MWQ disebut mulai mengenal vape mengandung narkotika sebelum keduanya diduga mengembangkan produksi dan peredaran di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Awalnya kekasihnya diberikan vape narkoba untuk coba-coba. Pada saat itu mungkin vape belum ada undang-undang yang mengatur langsung. Nah di 2025 si TM tadi sudah membawa barang haram itu akhirnya mulai addict, mulai ketergantungan dan berpikirlah mereka untuk mengedarkannya di Indonesia,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi menyebut bahan baku vape liquid narkotika didatangkan dari luar negeri melalui jasa ekspedisi internasional. Bahan tersebut kemudian diolah di lokasi kos sebelum dikemas dan diedarkan di wilayah Medan dan sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mereka menggunakan ekspedisi yang cukup terkenal ataupun internasional. Inilah bahan-bahan yang warna hijau, oren, bahan-bahan mentah ataupun siap olah. Setelah produknya jadi lalu diedarkan di Medan,&#8221; ucapnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemilihan rumah kos mewah sebagai tempat produksi diduga bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut memiliki sistem keamanan berlapis, mulai dari face recognition, fingerprint, hingga password. Kondisi itu diduga dimanfaatkan para pelaku untuk menyulitkan pelacakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk menembus kos tersebut ada tiga akses mulai face recognition dan saat masuk di kos itu, semua jaringan down. Saat menuju kamar menggunakan fingerprint, minimal banget password, ya. Selain sinyal enggak ada dan di kosan mewah itu yang notabene 1 bulan biaya kosnya saja mencapai Rp5 sampai Rp7 juta,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam penggerebekan, polisi menemukan berbagai bahan baku, alat produksi, kemasan bermerek Labubu, serta barang bukti lain yang diduga digunakan untuk menunjang produksi vape liquid narkotika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam penggerebekan, petugas menemukan berbagai bahan baku, alat produksi, kemasan bermerek Labubu, serta sejumlah barang bukti lain yang digunakan untuk menunjang aktivitas produksi,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rafli mengatakan penggunaan kemasan bergambar Labubu diduga menjadi bagian dari strategi pemasaran para pelaku. Namun, motif pasti penggunaan nama dan desain tersebut masih terus didalami penyidik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain alat produksi, polisi turut menyita bahan baku yang disimpan di dalam brankas dan koper. TM disebut ditangkap di salah satu hotel di Medan saat diduga hendak memasok kembali bahan baku untuk produksi berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam menjalankan bisnis ilegal tersebut, para tersangka diduga menggunakan transaksi digital berbasis cryptocurrency, termasuk Bitcoin, untuk menyamarkan aliran dana dan menghindari pelacakan aparat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mereka menggunakan transaksi kripto atau Bitcoin untuk mengelabui petugas. Namun kami tetap dapat mengungkap jaringan ini,&#8221; kata Rafli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keuntungan jaringan tersebut sejak 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Polisi masih memburu R dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam produksi maupun distribusi vape liquid narkotika itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mereka tidak menggunakan transfer dan segala macam, mereka sudah bertransaksi menggunakan kripto ataupun Bitcoin untuk mengelabui petugas. Mereka boleh mencari celah tapi kami pastikan kami akan tutup ruang mereka. Keuntungan kita pastikan dari 2025 estimasi sampai Rp10 miliar,&#8221; tutupnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polrestabes Medan membongkar industri rumahan vape liquid narkotika berkedok kemasan Labubu yang diduga beroperasi dari kos mewah dan menggunakan transaksi kripto. SUMATERA UTARA &#8211; Modus peredaran narkotika melalui vape liquid berkedok kemasan bergambar Labubu terbongkar setelah Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan menggerebek sebuah industri rumahan di rumah kos mewah di Jalan Flores, Kecamatan Medan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":190213,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35,7761],"tags":[10510,34715,10509,34710,7845,34713,1129,34716,34717,15330,34714,34712,34709,33772,34711],"class_list":["post-190206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","category-sumatera-utara","tag-bitcoin","tag-kos-mewah","tag-kripto","tag-labubu","tag-medan","tag-mwq","tag-narkotika","tag-pabrik-rumahan-vape","tag-peredaran-narkoba-medan","tag-polrestabes-medan","tag-rafli-yusuf-nugraha","tag-tm","tag-vape-liquid","tag-vape-narkoba","tag-wna-singapura"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190206"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190206\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":190217,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190206\/revisions\/190217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}