{"id":190298,"date":"2026-06-12T13:52:55","date_gmt":"2026-06-12T05:52:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=190298"},"modified":"2026-06-13T00:43:14","modified_gmt":"2026-06-12T16:43:14","slug":"pokemon-go-dituding-simpan-risiko-besar-bagi-privasi-pengguna-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pokemon-go-dituding-simpan-risiko-besar-bagi-privasi-pengguna-dunia\/","title":{"rendered":"Pokemon Go Dituding Simpan Risiko Besar bagi Privasi Pengguna Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Eks informan Google, Zach Vorhies, menuding data visual dan lokasi pengguna Pokemon Go dapat dimanfaatkan untuk melengkapi pemetaan medan militer Amerika Serikat.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>WASHINGTON<\/strong> &#8211; Isu privasi jutaan pengguna Pokemon Go menjadi sorotan setelah informan Google, Zach Vorhies, menuding rekaman permukaan tanah yang dikumpulkan dari gim berbasis lokasi itu berpotensi dimanfaatkan militer Amerika Serikat (AS) untuk melengkapi pemetaan medan di luar citra satelit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klaim tersebut disampaikan Vorhies kepada RT, sebagaimana diwartakan Sindonews, Jumat (12\/06\/2026). Ia menyebut data dari kamera telepon pintar dan Global Positioning System (GPS) para pemain dapat memberikan informasi lapangan yang tidak selalu terlihat dalam pemetaan satelit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pokemon Go dirilis pada 2016 oleh Niantic, perusahaan berbasis di San Francisco. Gim tersebut menjadi salah satu produk populer berbasis realitas tertambah (augmented reality) karena memadukan kamera ponsel, GPS, dan lokasi dunia nyata untuk menampilkan makhluk digital di layar pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya rasa tidak ada seorang pun yang memainkan Pokemon Go yang membayangkan data mereka akan digunakan untuk membunuh orang. Tetapi itulah yang digunakan saat ini,\u201d ujar Vorhies kepada RT pada hari Kamis, dengan alasan data pengguna dieksploitasi \u201cuntuk memainkan permainan yang lebih mematikan, yaitu peperangan.\u201d`<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Vorhies, teknologi yang digunakan dalam gim tersebut memiliki akar dari Keyhole, perusahaan rintisan yang kemudian diakuisisi Google. Ia menilai data visual permukaan tanah yang dikumpulkan dari banyak pengguna dapat membantu penyusunan gambaran medan yang lebih rinci.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAda banyak laporan bahwa banyak pemain Pokemon Go mengintai di sekitar pangkalan militer asing, karena ada semacam makhluk yang sangat berharga yang harus mereka abadikan gambarnya,\u201d ungkap Vorhies.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Vorhies menduga Google kemungkinan membagikan data tersebut kepada militer AS untuk membangun \u201cinformasi tingkat lapangan\u201d yang melengkapi citra satelit. Menurut dia, gambar dua dimensi dari permukaan tanah dapat membantu merekonstruksi medan tiga dimensi dan menampilkan detail yang tidak terlihat dari luar angkasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyinggung perusahaan kecerdasan buatan (AI) besar di AS, termasuk OpenAI, yang menurutnya menyingkirkan mekanisme transparansi internal demi membantu apa yang disebutnya sebagai \u201cnegara bayangan\u201d AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan AI terkemuka AS disebut telah menandatangani kesepakatan dengan Departemen Perang AS, kata Pentagon bulan lalu. \u201cMereka melawan Rusia di front timur. Mereka melawan Iran di front selatan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMereka tidak ingin terhambat oleh birokrasi yang menghalangi mereka untuk mendapatkan keuntungan militer maksimal,\u201d lanjut Vorhies.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tudingan tersebut memperkuat perdebatan mengenai batas pemanfaatan data pengguna pada aplikasi hiburan berbasis lokasi, terutama ketika data visual dan geografis berpotensi digunakan untuk kepentingan keamanan, pertahanan, atau operasi militer. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eks informan Google, Zach Vorhies, menuding data visual dan lokasi pengguna Pokemon Go dapat dimanfaatkan untuk melengkapi pemetaan medan militer Amerika Serikat. WASHINGTON &#8211; Isu privasi jutaan pengguna Pokemon Go menjadi sorotan setelah informan Google, Zach Vorhies, menuding rekaman permukaan tanah yang dikumpulkan dari gim berbasis lokasi itu berpotensi dimanfaatkan militer Amerika Serikat (AS) untuk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":190340,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2254],"tags":[9230,9642,4250,34951,34949,2882,34952,13727,23814,17790,34945,34947,34950,15321,34953,34944,34948,5482,23147,34946],"class_list":["post-190298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-berita-internasional","tag-ai","tag-amerika-serikat","tag-as","tag-augmented-reality","tag-data-lokasi","tag-google","tag-gps","tag-keamanan-digital","tag-kecerdasan-buatan","tag-militer-as","tag-niantic","tag-openai","tag-pemetaan-satelit","tag-pentagon","tag-perang-data","tag-pokemon-go","tag-privasi-data","tag-rt","tag-sindonews","tag-zach-vorhies"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190298"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":190351,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190298\/revisions\/190351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}