{"id":190607,"date":"2026-06-13T20:37:39","date_gmt":"2026-06-13T12:37:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=190607"},"modified":"2026-06-14T03:39:45","modified_gmt":"2026-06-13T19:39:45","slug":"aksi-iklim-di-pantai-tanah-merah-otorita-ikn-tanam-350-bibit-bakau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/aksi-iklim-di-pantai-tanah-merah-otorita-ikn-tanam-350-bibit-bakau\/","title":{"rendered":"Aksi Iklim di Pantai Tanah Merah, Otorita IKN Tanam 350 Bibit Bakau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Otorita IKN menggelar aksi bersih pantai, edukasi persampahan, dan penanaman bakau di Pantai Tanah Merah sebagai bagian dari gerakan perlindungan pesisir dan pengendalian perubahan iklim<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUSANTARA<\/strong> &#8211; Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong perlindungan kawasan pesisir melalui gerakan bersih pantai, penanaman bakau, dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Sabtu (13\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove tersebut digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dengan tema \u201cSaatnya Beraksi untuk Iklim\u201d. Kegiatan ini menempatkan Pantai Tanah Merah sebagai salah satu titik penting dalam penguatan ekosistem pesisir di kawasan IKN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri mengatakan, Pantai Tanah Merah berada dalam delineasi IKN dan memiliki fungsi penting bagi ekosistem pesisir. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan mitra lingkungan, sebagaimana dilansir Otorita IKN, Sabtu, (13\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan seperti ini bukan kegiatan seremonial, tetapi aksi nyata yang dilakukan Otorita IKN bersama para mitra dan pemangku kepentingan lainnya. Hari ini kita melakukan aksi bersih pantai dan menanam 350 bibit mangrove. Ini tentu tidak cukup dan tidak berhenti sampai di sini, karena upaya pemulihan ekosistem mangrove di IKN akan terus dilakukan,\u201d ujar Myrna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menanam bakau, peserta juga mengikuti edukasi persampahan, edukasi mangrove, aksi bersih pantai, pemilahan, dan penimbangan sampah. Dari kegiatan tersebut, terkumpul 202,7 kilogram sampah yang dipilah berdasarkan jenisnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perseroan Terbatas (PT) Pertamina Hulu Mahakam turut mendukung kegiatan tersebut melalui penyediaan bibit bakau. Kepala Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam PT Pertamina Hulu Mahakam Billy Sunyoto menyatakan perusahaan mendukung upaya Otorita IKN dalam menjaga lingkungan hidup di kawasan pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sebagai perusahaan yang beroperasi di area Otorita IKN berkomitmen untuk mendukung aktivitas Otorita IKN. Di acara ini, kami juga berkontribusi dengan memberikan 500 bibit pohon bakau jenis rhizophora mucronata atau bakau hitam,\u201d ujar Billy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Camat Samboja Damsik mengapresiasi pelaksanaan aksi tersebut. Menurutnya, kegiatan bersih pantai dan penanaman bakau menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan di Kecamatan Samboja, sekaligus melanjutkan kegiatan pemulihan lingkungan yang sebelumnya dilakukan di sejumlah titik, termasuk area bekas tambang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan ini sangat luar biasa, khususnya untuk Kecamatan Samboja terkait lingkungan. Hari ini aksi nyata itu bukan hanya seremoni, tetapi bukti kepedulian kita terhadap lingkungan di Kecamatan Samboja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Myrna menegaskan, menjaga kawasan pesisir tidak cukup hanya dengan menanam bakau. Upaya itu harus diikuti perubahan perilaku, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan pantai, hingga membiasakan pemilahan sampah di kawasan wisata dan lingkungan pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUpaya penyelamatan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim ini tidak bisa dilakukan sendiri, apalagi hanya oleh Otorita IKN. Ini harus dilakukan oleh semua pihak, menjadi gerakan bersama, dan lebih penting lagi menjadi gaya hidup,\u201d tutup Myrna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kegiatan tersebut, Otorita IKN berharap perlindungan pesisir Pantai Tanah Merah tidak berhenti pada aksi sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pengunjung pantai dalam menjaga lingkungan serta mengendalikan dampak perubahan iklim. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otorita IKN menggelar aksi bersih pantai, edukasi persampahan, dan penanaman bakau di Pantai Tanah Merah sebagai bagian dari gerakan perlindungan pesisir dan pengendalian perubahan iklim. NUSANTARA &#8211; Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong perlindungan kawasan pesisir melalui gerakan bersih pantai, penanaman bakau, dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":190638,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,9430],"tags":[29966,35426,35423,35424,35430,35221,7307,19270,35422,6487,20009,35427,35428,13434,35425,1724,35429,35421],"class_list":["post-190607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-nusantara","tag-aksi-iklim","tag-bersih-pantai","tag-billy-sunyoto","tag-damsik","tag-ekosistem-pesisir","tag-hari-lingkungan-hidup-2026","tag-ibu-kota-nusantara","tag-mangrove","tag-myrna-asnawati-safitri","tag-otorita-ikn","tag-pantai-tanah-merah","tag-penanaman-bakau","tag-perlindungan-pesisir","tag-perubahan-iklim","tag-pt-pertamina-hulu-mahakam","tag-samboja","tag-sampah-pantai","tag-tanjung-harapan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190607"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":190647,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190607\/revisions\/190647"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}