{"id":190842,"date":"2026-06-15T20:06:39","date_gmt":"2026-06-15T12:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=190842"},"modified":"2026-06-16T02:08:09","modified_gmt":"2026-06-15T18:08:09","slug":"bukan-gas-alam-polisi-dalami-penyebab-teror-api-di-rumah-fia-sleman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bukan-gas-alam-polisi-dalami-penyebab-teror-api-di-rumah-fia-sleman\/","title":{"rendered":"Bukan Gas Alam, Polisi Dalami Penyebab Teror Api di Rumah Fia Sleman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hasil investigasi UGM dan UPN tidak menemukan kaitan antara kebakaran berulang di rumah Fia Sleman dengan gas alam atau kondisi geologi, sehingga penyebab api kini didalami kepolisian.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>YOGYAKARTA <\/b>&#8211; Hasil investigasi ilmiah Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) \u201cVeteran\u201d Yogyakarta menutup dugaan bahwa kebakaran berulang di rumah Mutfiana alias Fia, Seyegan, Kabupaten Sleman (Sleman), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dipicu fenomena alam atau gas dari bawah permukaan tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulan itu membuat penanganan kasus teror api misterius tersebut bergeser ke penyelidikan kepolisian. Aparat kini mendalami kemungkinan penyebab lain setelah tim peneliti tidak menemukan bukti kuat bahwa api muncul secara alami, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (15\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN \u201cVeteran\u201d Yogyakarta, Basuki Rahmat, mengatakan hasil pengamatan geologi lapangan dan kajian geofisika tidak menemukan hubungan antara kebakaran berulang di rumah Fia dan kondisi geologi sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengerucut menyimpulkan kami tidak menemukan hubungan antara rumah yang terbakar dengan gelembung gas yang kami temukan di Sungai Nepen,&#8221; kata Basuki selaku ketua tim peneliti dari UPN saat ditemui di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Senin (16\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Basuki, tim sempat menemukan singkapan batuan lempung gelap dan gelembung gas di sekitar Sungai Nepen yang berjarak sekitar 250 hingga 300 meter dari rumah Fia. Temuan itu awalnya menjadi petunjuk adanya potensi sumber gas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, hasil pengujian sederhana menunjukkan gas dari gelembung tersebut tidak memiliki sifat mudah terbakar. Tim kemudian melanjutkan kajian bawah permukaan menggunakan metode geolistrik dan geomagnet untuk memetakan kondisi geologi di sekitar permukiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil kajian menunjukkan adanya lapisan lempung, lanau, batu pasir berporositas, serta struktur patahan di bawah kawasan tersebut. Meski terdapat banyak rekahan pada lapisan batuan, tim FTME UPN tetap menyimpulkan tidak ada keterkaitan antara gelembung gas di Sungai Nepen dan kebakaran di rumah Fia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami resmi menutup (penelitian), tidak ada hubungan sekali lagi gas yang kami temukan di Sungai Nepen dengan rumah yang terbakar, kami tidak menemukan hubungan,&#8221; pungkas Basuki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM juga telah menutup penelitian setelah memastikan pemicu fenomena api di rumah Fia bukan gas hidrogen (H2) atau gas fosfin (PH3), seperti dugaan sementara sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koordinator PKPE Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menyatakan kesimpulan itu diperoleh setelah tim mengacu pada prinsip teori segitiga api. Tim juga menemukan medan elektromagnetik di lokasi berada pada level aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang berarti bukan pemantik nyala api; sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai); tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar,&#8221; kata Alva membacakan kesimpulan hasil penelitian PKPE di Fakultas Teknik UGM, Sleman, DIY, Sabtu (13\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alva menjelaskan tim menemukan data lanjutan bahwa api yang membakar material di rumah Fia kemungkinan berkaitan dengan keberadaan resin poly vinyl chloride (PVC). Resin tersebut ditemukan pada residu pembakaran melalui pengujian metode Fourier Transform Infrared (FTIR).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Resin poly vinyl chloride yang mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition). Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR,&#8221; jelas Alva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim UGM mengambil sampel residu kebakaran dari permukaan dinding keramik, kayu, dan tripleks di rumah Fia pada Jumat (12\/6). Hasil analisis FTIR menunjukkan kandungan PVC yang tidak umum ditemukan pada permukaan dinding keramik maupun kayu atau tripleks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Alva, ketika PVC terbakar, dapat muncul gas hidrogen klorida. Gas tersebut dapat terbaca sebagai gas hidrogen oleh detektor gas yang menggunakan sensor membran H2. Fenomena ini dikenal sebagai cross sensitivity.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temuan resin PVC juga mengindikasikan api di rumah Fia tidak muncul secara spontan. Residu tersebut umumnya ditemukan pada sisa pembakaran benda yang mengandung solvent, seperti lem atau cat. Zat pelarut itu tidak dapat menyala sendiri pada suhu kamar tanpa sumber api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan hasil penelitian juga menunjukkan kandungan gas metana (CH4), hidrogen (H2), fosfin (PH3), maupun gas rawa berada di bawah ambang batas yang dapat memicu api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Latar belakang dari kepolisian sendiri, karena belum menemukan penyebabnya itu apa. Karena tidak ada hubungannya dengan gas alam di sana, maka nanti ini tugasnya satreskrim dengan timnya yang akan mencari penyebab munculnya api,&#8221; kata Bambang di Pemkab Sleman, Senin (16\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman, Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan polisi mulai mengumpulkan fakta untuk mendalami ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan kepolisian belum terburu-buru menyimpulkan ada unsur pidana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ada beberapa bahan-bahan yang sudah dari ahli langsung dari rekan-rekan BPBD yang sudah kami dapatkan. Dan itu nanti apakah menjadi alat bukti atau tidak, apakah nantinya ini akan berkembang menjadi suatu penegakan hukum atau tidak, itu akan kami dalami lebih lanjut,&#8221; ucap Wiwit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan berakhirnya penelitian UGM dan UPN, penanganan teror api di rumah Fia kini memasuki tahap pendalaman oleh kepolisian. Hasil kajian ilmiah dari UGM, UPN, BPBD Sleman, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi dasar awal untuk mencari penyebab pasti munculnya api. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hasil investigasi UGM dan UPN tidak menemukan kaitan antara kebakaran berulang di rumah Fia Sleman dengan gas alam atau kondisi geologi, sehingga penyebab api kini didalami kepolisian. YOGYAKARTA &#8211; Hasil investigasi ilmiah Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) \u201cVeteran\u201d Yogyakarta menutup dugaan bahwa kebakaran berulang di rumah Mutfiana alias Fia, Seyegan, Kabupaten &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":190849,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35,9320],"tags":[35804,35805,35803,35807,35808,6877,35811,35802,18485,33961,35812,35801,35806,13320,33958,19358,35810,35799,35809,35800,3109,33959],"class_list":["post-190842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","category-yogyakarta","tag-alva-edy-tontowi","tag-bambang-kuntoro","tag-basuki-rahmat","tag-bpbd-sleman","tag-bpptkg","tag-brin","tag-ftir","tag-ftme-upn","tag-gas-alam","tag-geolistrik","tag-geomagnet","tag-kebakaran-berulang-sleman","tag-mateus-wiwit-kustiyadi","tag-penyelidikan-polisi","tag-pkpe-ugm","tag-polresta-sleman","tag-resin-pvc","tag-rumah-fia-sleman","tag-sungai-nepen","tag-teror-api-misterius","tag-ugm","tag-upn-veteran-yogyakarta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190842"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":190852,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190842\/revisions\/190852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}