{"id":190915,"date":"2026-06-16T22:46:23","date_gmt":"2026-06-16T14:46:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=190915"},"modified":"2026-06-16T22:47:02","modified_gmt":"2026-06-16T14:47:02","slug":"pohon-di-smpn-8-pontianak-kini-bisa-dipindai-qr-code","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pohon-di-smpn-8-pontianak-kini-bisa-dipindai-qr-code\/","title":{"rendered":"Pohon di SMPN 8 Pontianak Kini Bisa Dipindai QR Code"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Program Digulis Ceria menjadikan pohon di SMPN 8 Pontianak sebagai media belajar digital melalui QR Code sekaligus mendorong gerakan sekolah hijau berkelanjutan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Pontianak menghadirkan pembelajaran lingkungan berbasis digital melalui Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif), Senin (15\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini menjadikan pohon dan tanaman di lingkungan sekolah bukan sekadar sarana penghijauan, tetapi juga media belajar interaktif. Setiap pohon yang ditanam akan dilengkapi kode respons cepat (Quick Response Code\/QR Code) agar siswa maupun pengunjung dapat mengetahui informasi tanaman, mulai dari nama, jenis, hingga asal daerahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peluncuran Digulis Ceria menjadi bagian dari upaya SMPN 8 Pontianak membangun sekolah hijau yang memadukan edukasi lingkungan, teknologi, dan pembentukan karakter siswa, sebagaimana dilansir Kominfo, Senin, (15\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengapresiasi langkah SMPN 8 Pontianak yang dinilai mampu menjadi contoh gerakan penghijauan sekolah melalui penanaman pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi leading sector untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Yamin, gerakan menciptakan lingkungan hijau perlu dimulai dari ruang terdekat masyarakat, termasuk sekolah dan rumah tangga. Ia menilai keterbatasan lahan di perkotaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan upaya penghijauan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKota Pontianak memang tidak luas, tetapi bukan berarti tidak bisa hijau. Banyak kota di dunia yang lahannya terbatas tetapi tetap mampu menghadirkan ruang hijau yang baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yamin juga mengapresiasi keterlibatan siswa dalam mengenal dan menanam berbagai jenis flora dari sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Maluku, hingga wilayah lainnya. Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak siap mendukung program penghijauan sekolah melalui perangkat daerah terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau untuk kepentingan penghijauan, pemerintah kota tentu siap membantu melalui dinas-dinas terkait,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala SMPN 8 Pontianak, Suparji, mengatakan Digulis Ceria dirancang sebagai program digitalisasi lingkungan hijau yang berfokus pada penataan kawasan sekolah, pembelajaran luar kelas, serta penguatan kesadaran siswa terhadap keberlanjutan lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProgram ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suparji menjelaskan, melalui program tersebut siswa diajak belajar langsung tentang penghijauan, penanaman pohon, serta pengembangan tanaman yang dapat mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi bukan hanya menanam, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran lingkungan,\u201d ungkap Suparji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui Digulis Ceria, SMPN 8 Pontianak berharap dapat menjadi model sekolah berkelanjutan yang mampu menghubungkan teknologi, kepedulian lingkungan, dan pendidikan karakter dalam satu gerakan bersama. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Digulis Ceria menjadikan pohon di SMPN 8 Pontianak sebagai media belajar digital melalui QR Code sekaligus mendorong gerakan sekolah hijau berkelanjutan. PONTIANAK &#8211; Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Pontianak menghadirkan pembelajaran lingkungan berbasis digital melalui Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif), &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":190925,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[35929,35932,35939,26480,35933,4400,27012,35935,35936,35930,35937,35931,35928,35934,35938],"class_list":["post-190915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-digulis-ceria","tag-dlh-pontianak","tag-kominfo-pontianak","tag-kota-pontianak","tag-muchammad-yamin","tag-pemkot-pontianak","tag-pendidikan-lingkungan","tag-penghijauan-sekolah","tag-pohon-endemik","tag-qr-code-pohon","tag-sekolah-berkelanjutan","tag-sekolah-hijau-digital","tag-smpn-8-pontianak","tag-suparji","tag-teknologi-pembelajaran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190915"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":190929,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190915\/revisions\/190929"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}