{"id":190959,"date":"2026-06-16T20:07:52","date_gmt":"2026-06-16T12:07:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=190959"},"modified":"2026-06-17T02:12:42","modified_gmt":"2026-06-16T18:12:42","slug":"kotim-siaga-karhutla-kebakaran-lahan-terdeteksi-di-lingkar-kota-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kotim-siaga-karhutla-kebakaran-lahan-terdeteksi-di-lingkar-kota-utara\/","title":{"rendered":"Kotim Siaga Karhutla, Kebakaran Lahan Terdeteksi di Lingkar Kota Utara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kebakaran lahan di Lingkar Kota Utara menjadi peringatan dini bagi Pemkab Kotim untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan selama musim kemarau.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> &#8211; Kebakaran lahan di kawasan Lingkar Kota Utara menjadi sinyal awal meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat memasuki musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim meningkatkan kewaspadaan setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim menerima laporan kebakaran lahan dan langsung melakukan penanganan di lokasi, sebagaimana diberitakan Klik, Senin, (15\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Akhmad Taufiq, mengatakan kebakaran lahan mulai terdeteksi di wilayah perkotaan. Kondisi itu menjadi perhatian karena curah hujan dalam beberapa pekan terakhir mulai berkurang dan sejumlah kawasan mulai mengering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTadi di Lingkar Kota Utara sudah ada kebakaran lahan,\u201d ungkap Taufiq, Senin (15\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Langkah cepat itu dilakukan agar kobaran tidak meluas ke area sekitar dan menimbulkan dampak lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski api telah ditangani, luas lahan yang terdampak dan penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Petugas terkait masih melakukan pendataan, pemantauan, dan penelusuran di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Munculnya kebakaran lahan pada awal musim kemarau menjadi perhatian serius karena Kotim termasuk wilayah yang setiap tahun menghadapi ancaman karhutla. Kondisi lahan kering, aktivitas masyarakat, serta potensi pembukaan lahan dengan cara membakar dapat memperbesar risiko kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga bencana karhutla dan kekeringan. Sejumlah unsur, mulai dari Disdamkarmat Kotim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), hingga relawan, disiagakan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran selama musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Taufiq mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta warga menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, terutama di kawasan lahan kering dan semak yang mudah terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api agar bisa ditangani lebih cepat,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesiapsiagaan seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla di Kotim. Selain berdampak terhadap lingkungan, kebakaran lahan juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, dan keselamatan permukiman apabila tidak dicegah sejak dini. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran lahan di Lingkar Kota Utara menjadi peringatan dini bagi Pemkab Kotim untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan selama musim kemarau. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Kebakaran lahan di kawasan Lingkar Kota Utara menjadi sinyal awal meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat memasuki musim kemarau. Pemerintah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":190964,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[35989,15663,13085,15661,20126,1530,1405,8824,4158,35988,17121,4159,3904],"class_list":["post-190959","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-akhmad-taufiq","tag-bpbd-kotim","tag-disdamkarmat-kotim","tag-karhutla-kotim","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan","tag-kekeringan","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-lingkar-kota-utara","tag-musim-kemarau","tag-pemkab-kotim","tag-titik-api"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190959","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=190959"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190959\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":190970,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/190959\/revisions\/190970"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=190959"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=190959"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=190959"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}