{"id":19099,"date":"2019-11-05T01:22:19","date_gmt":"2019-11-05T01:22:19","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=19099"},"modified":"2019-11-05T01:22:19","modified_gmt":"2019-11-05T01:22:19","slug":"ketua-gnpk-kalbar-minta-kejati-kalbar-tidak-tebang-pilih-menangani-kasus-korupsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ketua-gnpk-kalbar-minta-kejati-kalbar-tidak-tebang-pilih-menangani-kasus-korupsi\/","title":{"rendered":"GNPK Kalbar Minta Kejati Kalbar Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus Korupsi"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_19100\" aria-describedby=\"caption-attachment-19100\" style=\"width: 553px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Foto-GNPK.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-19100\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Foto-GNPK-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"553\" height=\"415\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-19100\" class=\"wp-caption-text\">Ketua GNPK RI Kalbar, Ellysius Aidy (Tengah) dalam suatu kegiatan baru-baru ini,berjanji tetap kritis terhadap penyelesaian kasus korupsi di Kalbar.(Foto:Saidi Akbar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PONTIANAK (beritaborneo.com)-Terkait ditahannya mantan Bupati Kapuas Hulu periode 2005-2010, Abang Tambul Husin oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, Senin (4\/11) yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan Perumahan Dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu seluas 21 hektare, menimbulkan komentar dari pegiat anti korupsi di Kalbar.<\/p>\n<p>Tak tercuali komentar dari Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi\u00a0 Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Kalimantan Barat, melalui ketuanya Ellysius Aidy.\u201dSaya tidak terkejut ditahannya mantan Bupati Abang Tambul Husin, karena masih banyak lagi kasus lain yang lebih besar yang belum terselesaikan oleh Kejati Kalbar,\u2019\u2019tegas Ellysius Aidy, ditemui wartawan beritaborneo.com, Selasa (5\/11).<\/p>\n<p>Dirinya mencontohkan kasus PTPN XIII sampai sekarang meng hilang ditelan bumi.\u201dSaya berharap jangan tebang pilih dalam penegakan hukum \u00a0karena semua masyarakat baik pejabat atau kaum kecil semua dimata hukum harus sama diperlakukannya kalau melanggar hukum harus ditindak tegas,\u2019\u2019ujar Ellysius Aidy lagi.<\/p>\n<p>Ellysius Aidy, melalui lembaga yang dipimpinya masih menyimpan harapan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar perihal kasus-kasus \u00a0utamanya \u00a0kasus PTPN XIII segera dituntaskan. Bahkan sudah ada tersangka tapi belum dilakukan penahanan kepada oknum,<\/p>\n<p>Untuk itu diharapkan Kajati Kalbar menjelaskan duduk persoalan kasus PTPN XII ini, sehingga masyarakat tidak menduga-duga negatif tentang proses hukumnya.\u201dSemoga ini dapat didengar oleh Pihak Kejati Kalbar, dan kami dari GNPK RI Kalbar tetap kritis dengan kasus kasus yg masih menggantung, karena menjadi pertanyaan besar apabila dari pihak Kejati tak bisa menuntaskannya,\u2019\u2019pungkasnya. (Rachmat Effendi\/Saidi Akbar)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK (beritaborneo.com)-Terkait ditahannya mantan Bupati Kapuas Hulu periode 2005-2010, Abang Tambul Husin oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, Senin (4\/11) yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan Perumahan Dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu seluas 21 hektare, menimbulkan komentar dari pegiat anti korupsi di Kalbar. Tak tercuali komentar dari Dewan Pengurus &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19100,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[6144,6145,220],"class_list":["post-19099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-ellysius-aidy","tag-gnpk-ri","tag-korupsi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19099"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19099\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}