{"id":191082,"date":"2026-06-17T17:39:39","date_gmt":"2026-06-17T09:39:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191082"},"modified":"2026-06-17T17:48:19","modified_gmt":"2026-06-17T09:48:19","slug":"korek-api-diduga-jadi-pemicu-kebakaran-rumah-warga-di-sanggau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/korek-api-diduga-jadi-pemicu-kebakaran-rumah-warga-di-sanggau\/","title":{"rendered":"Korek Api Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Rumah Warga di Sanggau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kebakaran rumah semi permanen di Sanggau diduga dipicu anak-anak yang bermain korek api di kamar depan, sehingga polisi mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU <\/strong>&#8211; Dugaan kelalaian anak-anak saat bermain korek api menjadi perhatian setelah satu unit rumah semi permanen milik Rifa&#8217;i (65) di Jalan Perintis Rukun Tetangga (RT) 029 Rukun Warga (RW) 009 Gang Bhakti, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), terbakar pada Selasa (16\/06\/2026) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.15 Waktu Indonesia Barat (WIB) itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, sebagian bangunan rumah mengalami kerusakan akibat terbakar, sementara nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait, sebagaimana dilansir Humas Polres Sanggau, Selasa, (16\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran pertama kali diketahui Trian Ramandha, anak pemilik rumah, saat sedang membersihkan halaman. Ia mendengar teriakan Nisa dan Kemal, cucu pemilik rumah, yang memberi tahu adanya api di kamar depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat masuk ke dalam rumah, Trian melihat api sudah membesar dan membakar bagian interior kamar. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya sembari menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Yayasan Bhakti Sentosa, personel Kepolisian Resor (Polres) Sanggau, serta Kepolisian Sektor (Polsek) Kapuas bergerak ke lokasi kejadian. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.20 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, sumber api diduga berasal dari aktivitas dua anak yang bermain korek api di kamar depan rumah. Percikan api diduga mengenai sprei tempat tidur, lalu merambat ke gorden dan benda lain yang mudah terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Sanggau, Thomson M. Pakpahan, mengatakan kepolisian telah melakukan penanganan dan mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi, dugaan sementara api berasal dari permainan korek api di dalam kamar yang kemudian menyambar sprei dan gorden hingga menyebabkan kebakaran. Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama terkait penggunaan benda yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti korek api maupun sumber api lainnya,\u201d ujar Thomson M. Pakpahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Thomson menegaskan, peran keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran rumah tangga. Menurutnya, benda sederhana seperti korek api tetap dapat menimbulkan risiko besar apabila digunakan tanpa pengawasan orang dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di dalam rumah. Selain pengawasan keluarga, pengetahuan dasar pencegahan kebakaran dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat diharapkan dapat meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran rumah semi permanen di Sanggau diduga dipicu anak-anak yang bermain korek api di kamar depan, sehingga polisi mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga. SANGGAU &#8211; Dugaan kelalaian anak-anak saat bermain korek api menjadi perhatian setelah satu unit rumah semi permanen milik Rifa&#8217;i (65) di Jalan Perintis Rukun Tetangga (RT) 029 Rukun Warga (RW) 009 Gang Bhakti, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191099,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,38],"tags":[36211,25520,36210,4861,12937,28785,36212,2781,13940,2777,36209,36208],"class_list":["post-191082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-anak-bermain-korek-api","tag-bpbd-sanggau","tag-dinas-pemadam-kebakaran-sanggau","tag-kalimantan-barat","tag-kebakaran-sanggau","tag-kecamatan-kapuas","tag-kelurahan-beringin","tag-pencegahan-kebakaran","tag-pengawasan-anak","tag-polres-sanggau","tag-polsek-kapuas","tag-rumah-terbakar-sanggau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191082"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191100,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191082\/revisions\/191100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191099"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}