{"id":1912,"date":"2014-06-06T19:59:01","date_gmt":"2014-06-06T11:59:01","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=1912"},"modified":"2022-10-16T20:25:25","modified_gmt":"2022-10-16T12:25:25","slug":"akibat-pesan-singkat-suami-hajar-istri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akibat-pesan-singkat-suami-hajar-istri\/","title":{"rendered":"Akibat Pesan Singkat, Suami Hajar Istri"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\"><strong>CEMBURU<\/strong> gara-gara pesan singkat, seorang suami menganiaya istrinya hingga mulut berdarah dan memar. Kejadian itu dialami Tasminiwati (44), warga Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Dia dipukul Jamal (52), suaminya, kemarin (5\/6) sekira pukul 13.00 Wita.<\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Kejadian kekerasan yang dialami Tasminiwati berawal dari pesan singkat yang masuk ke handphone-nya. Sebelumnya, ibu rumah tangga tersebut menghubungi Jefri (32) yang diketahui pernah menjadi tetangganya melalui Line. Namun, ketika dibalas, pesan singkat itu dibaca Jamal dan membuatnya naik pitam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201dDia (Jamal, Red.) marah-marah. Dia kira saya selingkuh. Padahal tidak,\u201d jelas Tasminiwati. Setelah sempat cekcok, Tasminiwati langsung dipukul. \u201dBibir saya terasa sakit,\u201d jelas Tasminiwati kala melapor kepada polisi. Beruntung, Tasminiwati bisa menyelamatkan diri dari emosi Jamal. \u201dSaya keluar, langsung ke kantor polisi,\u201d ujarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Setelah visum di RSUD AW Sjahranie, Tasminiwati melapor ke Polsekta Samarinda Utara sekira pukul 14.00 Wita. Saat melapor, Tasminiwati menjelaskan semuanya. Bahkan, bahtera rumah tangga yang sudah dilalui selama 26 tahun itu terancam usai. \u201dSaya masih pikir-pikir lagi lah,\u201d ucapnya dengan wajah sedih.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">Belum diketahui secara pasti posisi Jamal saat ini. Hanya saja, Tasminiwati yakin bahwa jika suaminya tersebut pergi ke rumah temannya. \u201dMungkin di rumah. Kalau tidak ada, dia di tempat temannya,\u201d jelasnya. Ibu satu anak menjelaskan, saat kejadian, ada anaknya yang melihat. Hanya saja, anaknya tak ingin menjadi saksi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify\">\u201dSaya tidak tahu kenapa tidak mau diperiksa,\u201d ungkapnya. Kapolsekta Samarinda Utara AKP Ervin Suryatna menjelaskan, bahwa laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami Tasminiwati sudah diterima. \u201dKami akan selidiki. Yang jelas, secepatnya akan kami amankan pelaku (Jamal, Red.) dan memanggil orang-orang yang terkait,\u201d ujar Ervin. [] RedFj\/KP<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CEMBURU gara-gara pesan singkat, seorang suami menganiaya istrinya hingga mulut berdarah dan memar. Kejadian itu dialami Tasminiwati (44), warga Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Dia dipukul Jamal (52), suaminya, kemarin (5\/6) sekira pukul 13.00 Wita.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1914,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[],"class_list":["post-1912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1912"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1912\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22892,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1912\/revisions\/22892"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}