{"id":191205,"date":"2026-06-18T10:54:31","date_gmt":"2026-06-18T02:54:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191205"},"modified":"2026-06-18T11:08:20","modified_gmt":"2026-06-18T03:08:20","slug":"kakao-fermentasi-karangan-dobrak-pasar-nasional-2-ton-dikirim-ke-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kakao-fermentasi-karangan-dobrak-pasar-nasional-2-ton-dikirim-ke-bandung\/","title":{"rendered":"Kakao Fermentasi Karangan Dobrak Pasar Nasional, 2 Ton Dikirim ke Bandung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Kutim melepas pengiriman perdana 2 ton biji kakao fermentasi asal Kecamatan Karangan ke PT Rasantara Cipta Pangan di Bandung sebagai langkah memperluas pasar komoditas perkebunan lokal.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melepas pengiriman perdana 2 ton biji kakao fermentasi asal Kecamatan Karangan ke Perseroan Terbatas (PT) Rasantara Cipta Pangan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17\/06\/2026). Pengiriman ini menjadi langkah awal pemasaran kakao Kutim ke pasar nasional sekaligus bukti bahwa produk perkebunan daerah mampu memenuhi standar fermentasi nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelepasan pengiriman tersebut dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Puguh Haryanto, Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Kutim Arif Nurwahyuni, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim Dyah Ratnaningrum, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Kutim Marhadin, Camat Karangan Muhammad Reza Pahlevi, Kepala Desa (Kades) Karangan Ilir Jabir, serta perwakilan kelompok tani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kutim Ardiansyah mengapresiasi kerja keras petani dan Pemdes Karangan Ilir dalam mengolah kakao hingga mampu memenuhi standar fermentasi. Ia menilai kakao memiliki keunggulan komparatif karena biaya operasionalnya lebih efisien bagi petani dibandingkan sejumlah komoditas lain, termasuk kelapa sawit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini baru 2 ton perbulan kalau diminta maksimal 7 ton. Itu khusus yang karangan ilir. Saya minta Dinas Perkebunan segera mengurus Sertifikasi Indikasi Geografis (SIG) segera diusahkan supaya dapat,agar kakao Kutim memiliki ciri khas yang diakui secara nasional,&#8221; tegas Bupati Ardiansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ardiansyah juga meminta Dinas Perkebunan Kutim melakukan peremajaan atau replanting terhadap lahan kakao yang produktivitasnya menurun, terutama di Kecamatan Busang, Kaubun, dan Teluk Pandan. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian dan perkebunan sebagai penopang ekonomi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadis Perkebunan Kutim Arif Nurwahyuni mengatakan Kutim tidak hanya bertumpu pada kelapa sawit, meski memiliki luasan sawit terbesar di Kaltim. Menurut dia, Kutim juga memiliki komoditas unggulan lain yang bernilai ekonomi tinggi, seperti kakao, kopi, karet, dan aren.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengapresiasi Pemdes Karangan Ilir bersama kelompok tani yang dinilai berhasil memproduksi kakao dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Produk kakao yang dikirim tersebut dipastikan telah memenuhi standar nasional fermentasi biji kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Juga membuktikan bahwa kakao dari Kutai Timur ini sudah bisa bersaing di tingkat nasional. SOP-nya kemudian sudah memenuhi standar fermentasi biji kering dan itu sudah sesuai dengan standar nasional. Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Kades dan para petani yang mampu memenuhi standar yang ditetapkan,&#8221; ujar Arif Nurwahyuni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Camat Karangan Muhammad Reza Pahlevi menyampaikan terima kasih kepada perangkat daerah dan kelompok tani yang terlibat dalam pengembangan kakao fermentasi tersebut. Ia berharap kerja sama dengan PT Rasantara Cipta Pangan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengiriman ini adalah bukti kakao Karangan punya kualitas saing yang tinggi. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani membuka peluang usaha baru serta memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat,&#8221;pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengiriman perdana ini diharapkan menjadi momentum penguatan rantai pasok kakao fermentasi Kutim, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani lokal di tengah upaya daerah mengembangkan komoditas perkebunan bernilai tambah. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Kutim melepas pengiriman perdana 2 ton biji kakao fermentasi asal Kecamatan Karangan ke PT Rasantara Cipta Pangan di Bandung sebagai langkah memperluas pasar komoditas perkebunan lokal. KUTAI TIMUR &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melepas pengiriman perdana 2 ton biji kakao fermentasi asal Kecamatan Karangan ke Perseroan Terbatas (PT) Rasantara Cipta Pangan di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":191206,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[7899,36427,36337,8649,36424,36429,20944,36426,36425,36432,36433,14704,36430,36428,36431],"class_list":["post-191205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-bandung","tag-bupati-kutim-ardiansyah-sulaiman","tag-dinas-perkebunan-kutim","tag-jawa-barat","tag-kakao-fermentasi","tag-kakao-kalimantan-timur","tag-kakao-kutim","tag-karangan-ilir","tag-kecamatan-karangan","tag-komoditas-perkebunan","tag-pasar-nasional","tag-pemkab-kutim","tag-petani-kakao","tag-pt-rasantara-cipta-pangan","tag-sertifikasi-indikasi-geografis"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191205"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191221,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191205\/revisions\/191221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}