{"id":191322,"date":"2026-06-18T19:01:08","date_gmt":"2026-06-18T11:01:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191322"},"modified":"2026-06-19T00:06:45","modified_gmt":"2026-06-18T16:06:45","slug":"anak-terbangun-dini-hari-kebakaran-dapur-rumah-di-nunukan-terungkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-terbangun-dini-hari-kebakaran-dapur-rumah-di-nunukan-terungkap\/","title":{"rendered":"Anak Terbangun Dini Hari, Kebakaran Dapur Rumah di Nunukan Terungkap"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Petugas damkar memadamkan kebakaran dapur rumah warga di Jalan Bhayangkara, Nunukan, dalam waktu kurang dari 15 menit sehingga api tidak merambat ke bangunan lain.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Respons cepat petugas pemadam kebakaran (damkar) mencegah api merambat ke rumah warga setelah dapur rumah Siti Salim (50) di Jalan Bhayangkara, Rukun Tetangga (RT) 08, depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, terbakar pada Kamis (18\/06\/2026) dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran tersebut menghanguskan dapur rumah berukuran sekitar 3 x 5 meter persegi. Rumah itu dihuni tiga orang, yakni Siti Salim, anaknya yang berusia 9 tahun, dan ibunya yang sudah lanjut usia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 01.39 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dari Ahmad Rojali, tetangga korban, sebagaimana dilansir Simp4tik, Kamis, (18\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Pleton (Danton) pemadam kebakaran yang bertugas, Suwar, menjelaskan lokasi kebakaran berada di kawasan padat perumahan, tepat di simpang tiga lampu merah Jalan Bhayangkara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah menerima laporan, kami segera bertindak cepat bergegas menuju lokasi kejadian,\u201d kata Suwar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat petugas tiba, kondisi dapur rumah korban sudah dipenuhi asap. Api juga terlihat membakar bagian dinding dan mulai merambat ke bagian atas ruangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKondisi ruangan dapur sudah penuh asap, nyala api terlihat sampai ke dinding dan merambat ke plavon,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas damkar kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan. Kobaran api berhasil dijinakkan dengan cepat sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProses pemadaman berlangsung kurang dari 15 menit, selanjutnya sekitar setengah jam lebih dilakukan tindakan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersisa sehingga kondisi benar-benar aman,\u201d ujar Suwar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diketahui saat anak korban yang berusia 9 tahun terbangun pada tengah malam dan meminta ditemani buang air kecil. Ketika menuju dapur, Siti merasa pengap seperti ada asap. Setibanya di dapur, ia melihat api sudah membesar dan membakar ruangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLalu pemilik rumah menjerit berteriak kebakaran, yang didengar dan diketahui oleh tetangga korban lalu segera melaporkan ke petugas pemadam kebakaran,\u201d terang Suwar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suwar menambahkan, kondisi di sekitar dapur rumah korban penuh dengan kayu kering yang digunakan untuk memasak lontong. Berdasarkan pengakuan pemilik rumah, aktivitas terakhir di dapur menggunakan tungku dilakukan pada Rabu pagi untuk memasak lontong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa bara api yang belum padam dari aktivitas memasak tersebut. Api kemudian diduga membesar karena di sekitar dapur terdapat bahan mudah terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDalam peristiwa ini tidak ada korban luka ataupun jiwa pada peristiwa ini, sedangkan kerugian harta benda masih proses perhitungan,\u201d tutup Suwar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar memastikan tungku, kompor, maupun sisa bara api benar-benar padam setelah digunakan, terutama jika berada dekat bahan mudah terbakar. Kewaspadaan di lingkungan padat permukiman penting dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan membahayakan warga sekitar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas damkar memadamkan kebakaran dapur rumah warga di Jalan Bhayangkara, Nunukan, dalam waktu kurang dari 15 menit sehingga api tidak merambat ke bangunan lain. NUNUKAN &#8211; Respons cepat petugas pemadam kebakaran (damkar) mencegah api merambat ke rumah warga setelah dapur rumah Siti Salim (50) di Jalan Bhayangkara, Rukun Tetangga (RT) 08, depan Sekolah Dasar Negeri &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191326,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2248],"tags":[36560,24652,36553,23098,13164,31640,36554,16794,36557,36559,36558,36555,36556],"class_list":["post-191322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-ahmad-rojali","tag-damkar-nunukan","tag-jalan-bhayangkara-nunukan","tag-kebakaran-dapur","tag-kebakaran-dini-hari","tag-kebakaran-nunukan","tag-kelurahan-nunukan-barat","tag-permukiman-padat","tag-rumah-terbakar-nunukan","tag-sdn-003-nunukan","tag-sisa-bara-api","tag-siti-salim","tag-suwar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191327,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191322\/revisions\/191327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}