{"id":191325,"date":"2026-06-18T19:05:11","date_gmt":"2026-06-18T11:05:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191325"},"modified":"2026-06-19T00:07:32","modified_gmt":"2026-06-18T16:07:32","slug":"cegah-pinjaman-ilegal-pemkab-nunukan-buka-akses-modal-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cegah-pinjaman-ilegal-pemkab-nunukan-buka-akses-modal-umkm\/","title":{"rendered":"Cegah Pinjaman Ilegal, Pemkab Nunukan Buka Akses Modal UMKM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Nunukan menyiapkan pembiayaan mikro Rp3 miliar dengan plafon maksimal Rp25 juta per pelaku usaha untuk memperkuat UMKM dan menekan ketergantungan pada pinjaman berisiko.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menyiapkan akses pembiayaan mikro senilai Rp3 miliar untuk membantu pelaku usaha kecil mengembangkan usaha tanpa bergantung pada pinjaman ilegal atau sumber pembiayaan berisiko. Program tersebut diproyeksikan dapat dimanfaatkan sekitar 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembiayaan kredit mikro itu disiapkan dengan plafon maksimal Rp25 juta untuk setiap pelaku usaha. Sasaran utamanya adalah pelaku usaha mikro, mulai dari pedagang kecil, usaha rumahan, hingga pedagang kaki lima yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Mardiana, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyediakan akses pembiayaan yang aman, resmi, dan terjangkau bagi masyarakat, sebagaimana dilansir Simp4tik, Kamis, (18\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik sehingga tidak perlu bergantung pada pinjaman ilegal atau sumber pembiayaan yang berisiko,&#8221; ungkapnya, Kamis (18\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, jumlah UMKM di Nunukan yang telah terdata mencapai lebih dari 15.800 unit. Jumlah tersebut mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang bergerak di berbagai sektor ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui program pembiayaan tersebut, Pemkab Nunukan berharap pelaku usaha mikro memiliki tambahan modal untuk memperluas usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing. Program ini juga menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendaftaran program pembiayaan mikro tersebut direncanakan dibuka dalam waktu dekat setelah petunjuk teknis (juknis) resmi diterbitkan pihak terkait. Pemkab Nunukan berharap pelaku UMKM yang memenuhi ketentuan dapat memanfaatkan program ini secara bijak untuk pengembangan usaha produktif. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Nunukan menyiapkan pembiayaan mikro Rp3 miliar dengan plafon maksimal Rp25 juta per pelaku usaha untuk memperkuat UMKM dan menekan ketergantungan pada pinjaman berisiko. NUNUKAN &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menyiapkan akses pembiayaan mikro senilai Rp3 miliar untuk membantu pelaku usaha kecil mengembangkan usaha tanpa bergantung pada pinjaman ilegal atau sumber pembiayaan berisiko. Program tersebut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191332,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2248],"tags":[36571,17354,36573,36572,36575,2500,6998,36576,36574,15888,36579,36577,36578,26433,16439],"class_list":["post-191325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-dkukmpp-nunukan","tag-ekonomi-kerakyatan","tag-kredit-mikro","tag-mardiana","tag-modal-usaha","tag-nunukan","tag-pedagang-kaki-lima","tag-pedagang-kecil","tag-pembiayaan-mikro","tag-pemkab-nunukan","tag-penyertaan-modal-rp3-miliar","tag-pinjaman-ilegal","tag-plafon-rp25-juta","tag-umkm-nunukan","tag-usaha-rumahan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191325"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191339,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191325\/revisions\/191339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}