{"id":191343,"date":"2026-06-18T20:24:58","date_gmt":"2026-06-18T12:24:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191343"},"modified":"2026-06-19T00:25:57","modified_gmt":"2026-06-18T16:25:57","slug":"gempa-sigi-tewaskan-3-warga-1-652-rumah-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gempa-sigi-tewaskan-3-warga-1-652-rumah-rusak\/","title":{"rendered":"Gempa Sigi Tewaskan 3 Warga, 1.652 Rumah Rusak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BPBD Sigi mencatat tiga warga meninggal dunia, 108 orang luka-luka, 6.412 jiwa terdampak, dan 1.652 rumah rusak akibat gempa bumi di Sulteng.<\/em><br \/>\n<b><br \/>\nSULAWESI TENGAH <\/b>&#8211; Dampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi mencatat tiga warga meninggal dunia, 108 orang mengalami luka, dan 1.652 rumah rusak akibat bencana tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Bencana BPBD Sigi, Ahmad Yani, mengatakan jumlah korban meninggal bertambah dari laporan awal yang sebelumnya tercatat satu orang, sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Kamis, (18\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jumlah korban meninggal dunia saat ini menjadi tiga orang yang sebelumnya hanya satu orang,&#8221; kata Ahmad, Kamis (18\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ahmad, tambahan korban meninggal berasal dari Desa Berdikari. Korban disebut memiliki riwayat penyakit dan mengalami serangan jantung saat gempa terjadi hingga sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Palu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Korban ini belum masuk dalam laporan awal, karena saat proses pendataan masih berlangsung ketika data pertama dirilis,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, korban dari Desa Kamarora sempat mengalami benturan pada bagian perut saat gempa dan memiliki riwayat penyakit tumor. Korban sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kedua korban sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Torabelo dan RS Bala Keselamatan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data BPBD Sigi, gempa tersebut berdampak terhadap 2.109 kepala keluarga (KK) atau 6.412 jiwa. Selain korban meninggal, puluhan warga juga mengalami luka ringan dan luka berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain tiga korban meninggal dunia, ada 91 orang mengalami luka ringan dan 17 luka berat,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerusakan rumah warga juga tercatat cukup besar. Dari total 1.652 rumah terdampak, sebanyak 1.472 rumah mengalami rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wilayah terdampak tersebar di sejumlah desa pada Kecamatan Palolo, Nokilalaki, Tanambualava, dan Lindu. Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak mencapai 1.511 jiwa, disusul Desa Kamarora B dengan 377 jiwa,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gempa tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum, meliputi sembilan kantor, 44 rumah ibadah yang terdiri atas 10 masjid dan 34 gereja, serta 13 bangunan sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Sigi masih melanjutkan pendataan karena laporan dari wilayah terdampak terus masuk ke posko. Data kerusakan dan jumlah warga terdampak masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan, karena laporan dari sejumlah wilayah terdampak masih terus masuk ke posko BPBD,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendataan lanjutan diharapkan dapat mempercepat penanganan korban, pemenuhan kebutuhan warga terdampak, serta pemulihan rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BPBD Sigi mencatat tiga warga meninggal dunia, 108 orang luka-luka, 6.412 jiwa terdampak, dan 1.652 rumah rusak akibat gempa bumi di Sulteng. SULAWESI TENGAH &#8211; Dampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi mencatat tiga warga meninggal dunia, 108 orang mengalami luka, dan 1.652 rumah rusak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191351,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,11168],"tags":[10077,36604,36611,36609,36610,36593,36608,36606,36605,36607,34019,36613,36612,17093,36592,12377,17202,15552],"class_list":["post-191343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-sulawesi-tengah","tag-ahmad-yani","tag-bpbd-sigi","tag-desa-berdikari","tag-desa-kamarora-a","tag-desa-kamarora-b","tag-gempa-sigi","tag-kecamatan-lindu","tag-kecamatan-nokilalaki","tag-kecamatan-palolo","tag-kecamatan-tanambualava","tag-korban-gempa","tag-rs-bala-keselamatan","tag-rs-torabelo","tag-rumah-rusak","tag-sigi","tag-sulawesi-tengah","tag-sulteng","tag-warga-terdampak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191343"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191352,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191343\/revisions\/191352"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}