{"id":191403,"date":"2026-06-19T20:35:04","date_gmt":"2026-06-19T12:35:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191403"},"modified":"2026-06-19T20:35:36","modified_gmt":"2026-06-19T12:35:36","slug":"guru-sd-di-landak-tewas-diduga-tersambar-petir-saat-perbaiki-saluran-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/guru-sd-di-landak-tewas-diduga-tersambar-petir-saat-perbaiki-saluran-air\/","title":{"rendered":"Guru SD di Landak Tewas Diduga Tersambar Petir Saat Perbaiki Saluran Air"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang guru SD di Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, ditemukan meninggal dunia di kebun setelah diduga tersambar petir saat hujan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LANDAK<\/strong> &#8211; Aktivitas di luar rumah saat hujan disertai petir kembali memakan korban. Ferdinan Tolan (50), seorang guru Sekolah Dasar (SD) asal Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, ditemukan meninggal dunia di kebun pada Kamis (18\/06\/2026) sore setelah diduga tersambar petir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban sebelumnya keluar rumah untuk memperbaiki saluran air bersih di tengah cuaca hujan. Setelah pekerjaan itu selesai, Ferdinan diduga sempat berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi saluran air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga mulai khawatir karena korban tak kunjung pulang hingga sore hari. Anak bungsu korban kemudian diminta menyusul ke lokasi. Setibanya di kebun, korban ditemukan tergeletak di bawah pohon durian dalam kondisi tidak sadarkan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban sempat dibawa pulang oleh keluarga untuk mendapatkan pertolongan. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal bidan setempat, Ferdinan dinyatakan telah meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat sambaran petir, antara lain luka bakar di bagian belakang kepala dan luka melepuh di bagian pinggang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mempawah Hulu, Freddy Surya Purnama, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan keluarga korban, sebagaimana diberitakan Insidepontianak, Jumat, (19\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana. Korban diduga meninggal akibat tersambar petir saat cuaca hujan disertai petir,\u201d ujarnya, Jumat (19\/06\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Freddy menambahkan, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga juga tidak menghendaki pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKeluarga menolak visum maupun autopsi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di area terbuka ketika hujan disertai petir. Warga juga diminta menghindari pohon sebagai tempat berteduh karena berisiko menjadi titik sambaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHindari aktivitas di area terbuka saat hujan disertai petir. Jangan berteduh di bawah pohon karena berisiko menjadi titik sambaran,\u201d pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenazah Ferdinan disemayamkan di rumah duka di Dusun Batu Catur. Korban dijadwalkan dimakamkan pada Jumat (19\/06\/2026). Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada terhadap risiko cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di kebun, sawah, atau ruang terbuka lainnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang guru SD di Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, ditemukan meninggal dunia di kebun setelah diduga tersambar petir saat hujan. LANDAK &#8211; Aktivitas di luar rumah saat hujan disertai petir kembali memakan korban. Ferdinan Tolan (50), seorang guru Sekolah Dasar (SD) asal Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, ditemukan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191413,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,2281],"tags":[12876,4609,36710,36711,36714,36712,22163,18963,36713,7272,20374,231,36709,36715,17103],"class_list":["post-191403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-landak-ngabang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-cuaca-ekstrem","tag-desa-sabaka","tag-dusun-batu-catur","tag-ferdinan-tolan","tag-freddy-surya-purnama","tag-guru-sd-tewas","tag-hujan-petir","tag-insidepontianak","tag-kapolsek-mempawah-hulu","tag-kebun","tag-keselamatan-warga","tag-landak","tag-mempawah-hulu","tag-pohon-durian","tag-tersambar-petir"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191403"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191418,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191403\/revisions\/191418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}