{"id":191442,"date":"2026-06-19T22:30:44","date_gmt":"2026-06-19T14:30:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191442"},"modified":"2026-06-19T22:34:44","modified_gmt":"2026-06-19T14:34:44","slug":"laporan-cepat-warga-cegah-karhutla-meluas-di-kobar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/laporan-cepat-warga-cegah-karhutla-meluas-di-kobar\/","title":{"rendered":"Laporan Cepat Warga Cegah Karhutla Meluas di Kobar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>TRC BPBD Kobar bersama relawan berhasil memadamkan karhutla seluas sekitar 0,05 hektare di Kelurahan Baru setelah menerima laporan warga sekitar pukul 12.35 WIB.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN BARAT<\/strong> &#8211; Laporan cepat warga menjadi kunci pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan A. Yani, Kelurahan Baru, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (18\/06\/2026). Api yang membakar sekitar 0,05 hektare lahan berhasil dipadamkan sebelum meluas setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar segera bergerak ke lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan karhutla tersebut dilakukan TRC BPBD Kobar bersama relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan unsur relawan lain, sebagaimana diberitakan Mmc Kobar, Jumat, (19\/06\/2026). Meski luas lahan terbakar relatif kecil, kondisi vegetasi yang kering dan hembusan angin membuat api berpotensi cepat menyebar apabila tidak segera ditangani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kobar melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 12.35 WIB. Setelah itu, personel langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami menerima laporan sekitar pukul 12.35 WIB. Begitu tiba di lokasi, personel langsung melakukan penanganan selagi titik api masih kecil sehingga dapat segera dikendalikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Andhan, setiap laporan karhutla tetap diperlakukan serius meskipun api belum membakar area luas. Langkah cepat diperlukan untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sering menangani kebakaran lahan dengan luas yang tidak terlalu besar, bahkan kurang dari 0,5 hektar. Namun, untuk mencegah perluasan area terbakar, setiap laporan selalu kami respons dengan cepat. Apalagi kondisi lahan saat itu cukup kering dan sedikit berangin,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Andhan menegaskan, respons cepat BPBD Kobar merupakan bagian dari pelayanan kebencanaan kepada masyarakat. Pihaknya berupaya menindaklanjuti setiap informasi yang masuk agar risiko bencana dapat ditekan sejak awal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebisa mungkin kami menangani setiap kejadian kebakaran lahan, meskipun skalanya kecil. Ini merupakan bentuk tindak lanjut atas laporan warga dan bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Kobar juga mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap kejadian bencana, termasuk tanda-tanda karhutla. Pelaporan dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan maupun permukiman sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJika ada informasi atau kejadian yang berkaitan dengan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kobar melalui kanal media sosial yang telah tersedia. Respons cepat kami merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat,\u201d pungkas Andhan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TRC BPBD Kobar bersama relawan berhasil memadamkan karhutla seluas sekitar 0,05 hektare di Kelurahan Baru setelah menerima laporan warga sekitar pukul 12.35 WIB. KOTAWARINGIN BARAT &#8211; Laporan cepat warga menjadi kunci pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan A. Yani, Kelurahan Baru, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (18\/06\/2026). Api yang membakar sekitar 0,05 hektare &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":191451,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2259,2912],"tags":[26966,21553,36773,36775,26960,1530,6904,6001,20825,36774,5184,26963],"class_list":["post-191442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kota-waringin-barat-provinsi-kalimantan-tengah","tag-andhan-santana","tag-bpbd-kobar","tag-jalan-a-yani-kobar","tag-karhutla-kalimantan-tengah","tag-karhutla-kobar","tag-kebakaran-lahan","tag-kelurahan-baru","tag-kotawaringin-barat","tag-laporan-warga","tag-penanganan-bencana","tag-tagana","tag-trc-bpbd-kobar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191442"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191457,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191442\/revisions\/191457"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}