{"id":191444,"date":"2026-06-21T21:42:27","date_gmt":"2026-06-21T13:42:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=191444"},"modified":"2026-06-21T22:00:33","modified_gmt":"2026-06-21T14:00:33","slug":"pengamat-turki-kebijakan-netanyahu-ancam-stabilitas-timur-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengamat-turki-kebijakan-netanyahu-ancam-stabilitas-timur-tengah\/","title":{"rendered":"Pengamat Turki: Kebijakan Netanyahu Ancam Stabilitas Timur Tengah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pengamat politik Turki Engin \u00d6zer menilai operasi Israel di Gaza dan Lebanon serta ketegangan dengan Iran berisiko memperluas perang, memicu krisis di tubuh NATO, dan memperdalam isolasi internasional Israel.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MOSKOW<\/strong> &#8211; Pengamat politik Turki Engin \u00d6zer memperingatkan bahwa kebijakan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Jalur Gaza dan Lebanon, disertai ketegangan dengan Suriah serta Iran, berisiko memperluas konflik di Timur Tengah. Dalam analisis mengenai perkembangan kawasan hingga Juni 2026, ia menilai eskalasi tersebut dapat meningkatkan isolasi internasional Israel dan mengganggu hubungannya dengan Turki serta sejumlah negara Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sorotan \u00d6zer muncul di tengah kontroversi pengesahan undang-undang hukuman mati oleh parlemen Israel, Knesset, pada 30 Maret 2026. Aturan itu mewajibkan pidana mati terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer karena melakukan serangan mematikan yang dikategorikan sebagai terorisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Undang-undang yang didukung Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir tersebut menuai kritik karena dinilai diskriminatif dan tidak memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi terpidana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker T\u00fcrk, telah meminta Israel mencabut aturan tersebut. PBB menilai penerapannya berpotensi melanggar hukum humaniter internasional serta menimbulkan persoalan mengenai hak mengajukan banding, pengampunan, dan proses peradilan yang adil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00d6zer menilai kebijakan itu merupakan bagian dari pendekatan pemerintah Israel yang semakin keras. Menurut dia, tindakan Israel tidak hanya berkaitan dengan operasi militer, tetapi juga serangan terhadap infrastruktur sipil dan jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Israel perlahan berubah dari sekadar negara menjadi entitas yang beroperasi di luar kerangka hukum internasional,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut \u00d6zer, berlanjutnya kebijakan tersebut akan memperkuat tekanan dan isolasi internasional terhadap Israel. Dampak jangka panjangnya, kata dia, juga berpotensi merugikan kepentingan politik dan diplomatik negara itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Gaza, \u00d6zer menyoroti kehadiran militer Israel di Lebanon selatan dan pembentukan zona yang disebut Yellow Line. Israel menggambarkan wilayah tersebut sebagai zona keamanan untuk mencegah serangan Hizbullah, sedangkan Pemerintah Lebanon dan sejumlah pengamat menganggapnya sebagai pendudukan atas wilayah negara berdaulat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zona itu membentang sekitar 5 hingga 10 kilometer dari perbatasan Israel ke dalam wilayah Lebanon selatan. Keberadaan pasukan Israel dan pembatasan terhadap kepulangan warga di sejumlah desa memicu kekhawatiran bahwa zona tersebut akan dipertahankan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Israel akan tetap berada di sana dan menciptakan zona penyangga. Militer Israel kemungkinan besar akan melanjutkan kehadirannya di Lebanon selatan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00d6zer berpendapat kehadiran Israel di Lebanon selatan turut memengaruhi kepentingan Prancis yang secara historis memiliki hubungan politik dan budaya dengan Lebanon. Ia menilai kebijakan tersebut dapat menyebabkan hubungan Prancis dan Israel semakin renggang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi di Lebanon, menurut dia, tidak jauh berbeda dengan perkembangan di Gaza. \u00d6zer menilai operasi militer, pembentukan zona penyangga, pembatasan bantuan kemanusiaan, dan belum efektifnya berbagai upaya diplomatik telah memperpanjang krisis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan Turki sejauh ini lebih banyak menempuh jalur diplomatik dan belum memiliki pengaruh yang menentukan terhadap keadaan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Turki sejak hari pertama konflik\u2014atau secara tegas sejak pembantaian di Gaza\u2014hanya memainkan peran diplomatik,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00d6zer juga menyoroti risiko eskalasi antara Israel dan Iran, terutama jika serangan diarahkan secara langsung terhadap fasilitas nuklir Iran. Ia menilai Amerika Serikat (AS) memiliki peran penting dalam mencegah tindakan yang dapat memicu konflik terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Serangan langsung terhadap infrastruktur nuklir Iran akan menjadi bencana nyata. Itu secara otomatis akan memicu perang baru,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut \u00d6zer, konflik langsung antara Israel dan Iran juga berpotensi menimbulkan persoalan di dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Risiko itu muncul apabila Turki sebagai anggota NATO ikut terseret, sedangkan negara-negara anggota lainnya tidak memiliki sikap yang sama dalam menghadapi Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00d6zer memandang ketegangan militer yang berkepanjangan telah menjadi salah satu instrumen politik pemerintahan Netanyahu untuk mempertahankan mobilisasi dukungan domestik. Ia berpendapat strategi keamanan Israel dibangun melalui penciptaan persepsi ancaman dan konfrontasi dengan negara-negara di kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut, menurut dia, membuat pemulihan hubungan Turki dan Israel sulit terwujud selama kebijakan Israel di Gaza dan Lebanon tidak berubah. Namun, peluang dialog dinilai dapat terbuka apabila terjadi perubahan kepemimpinan di Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jika Netanyahu lengser dan politisi yang lebih pragmatis berkuasa, maka akan ada ruang untuk dialog antara kedua negara,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Israel selama ini menyatakan operasi militernya dilakukan untuk menghadapi ancaman keamanan dan melindungi warga Israel. Namun, bahan berita ini belum memuat tanggapan langsung pemerintah Israel terhadap penilaian \u00d6zer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan operasi militer di Gaza dan Lebanon, status Yellow Line, serta upaya diplomatik yang melibatkan AS dan negara-negara kawasan akan menentukan apakah ketegangan dapat diredakan atau justru berkembang menjadi konflik yang lebih luas. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengamat politik Turki Engin \u00d6zer menilai operasi Israel di Gaza dan Lebanon serta ketegangan dengan Iran berisiko memperluas perang, memicu krisis di tubuh NATO, dan memperdalam isolasi internasional Israel. MOSKOW &#8211; Pengamat politik Turki Engin \u00d6zer memperingatkan bahwa kebijakan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Jalur Gaza dan Lebanon, disertai ketegangan dengan Suriah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":191445,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[9642,16682,37121,36760,36757,37124,2594,7908,37126,16680,7612,2496,20247,36756,15078,36758,16489,7906,11860,7444,36759,8893,37125,37122,37123],"class_list":["post-191444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-benjamin-netanyahu","tag-engin-ozer","tag-eritadunia","tag-eskalasitimurtengah","tag-fasilitas-nuklir-iran","tag-gaza","tag-hizbullah","tag-hubungan-israel-turki","tag-hukum-internasional","tag-iran","tag-israel","tag-itamar-ben-gvir","tag-kebijakannetanyahu","tag-konflik-timur-tengah","tag-konflikisraelpalestina","tag-krisis-kemanusiaan","tag-lebanon","tag-nato","tag-palestina","tag-perangtimurtengah","tag-turki","tag-undang-undang-hukuman-mati-israel","tag-yellow-line","tag-zona-penyangga-israel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=191444"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191700,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/191444\/revisions\/191700"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/191445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=191444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=191444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=191444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}